
bab 47
Alex tidak tahu harus kemana, pergi kesekolah? Yang benar saja, alex sudah terlambat 3 jam. Pulang? Mau cari mati pulang sekarang, bisa ketahuan kalau ia sedang bolos sekolah belum lagi sekarang ia sedang babak belur, nyari mati jika ia pulang sekarang. Teman-temannya? Tentu saja mereka sekolah, karena hari ini alex memutuskan untuk bolos sendiri.
Karena tidak ada tujuan, alex pergi keapotek terdekat dan mengobati lukanya sendiri, walaupun tidak sembuh dengan cepat tapi setidaknya lukanya menjadi agak baikan.
Disela-sela mengobati lukanya perut alex berbunyi minta diisi, alex membuang sisa obatnya kedalam tong sampah. Setelah itu ia memakai lagi jaketnya dan mencari restoran atau cafe yang bisa mengisi perutnya sekarang.
Alex melepaskan helmnya setelah memarkirkan mogenya diparkiran, alex masuk kedalam restoran dan mencari tempat yang akan ia duduki. Senyum alex mengembang ketika melihat pria yang tadi menolongnya sedang berbicara dengan seseorang. Alex yakin itu pasti rekan kerjanya.
Alex duduk tepat dimeja dibelakang pria keren itu, alex mengangkat tangannya dan memesan makannya. Alex begitu fokus makann karena ia begitu kelaparan mengingat ia belum sarapan tadi. Sakin fokus nya makan alex tidak tahu jika pria itu telah pergi dari restoran.
‘kenyangnya’
Guman alex sambil mengelus perutnya yang sekarang agak membesar karena kenyang, alex menatao sekelilingnya dan tidak menemukan pria itu. Lagi-lagi alex kehilangan tanpa tahu identitas pria itu.
__ADS_1
Alex menghela nafas dan memanggil pelayan dan meletakan kartu milik ayahnya kedalam menu, alex mengambil ponselnya dan menimang-nimangnya.
“maaf dek, makanannya sudah dibayar” ujar pelayan itu membuat alex mengerutkan keningnya, siapa orang yang telah membayarkan makanannya?
“terima kasih” walaupun alex tidak tahu siapa yang telah membayarkannya tetap saja alex harus berterima kasih.
“sama-sama dek”
“oh iya mbak, kalau boleh tahu siapa yang membayar makanan saya?” tanya alex sambil tersenyum manis pada pelayan wanita itu.
“pria keren mbak?” tanya alex agak mengeraskan suaranya sehingga ia menjadi pusat perhatian sekarang,
“mungkin iya dek, pria yang adek maksud” ujar pelayan itu merasa canggung karena telah menjadi pusat perhatian sesaat.
“tahu namanya mbak? Alamat? Tempat kerja?” tanya alex denga pertanyaan yang bertubi membuat pelayan itu bingung harus menjawab yang mana. Alex yang paham karena telah bertanya banyak ia hanya bisa tersenyum saja.
__ADS_1
“dijawab satu-satu saja mbak”
“saya tidak tahu dek, tapi pria tadi sering datang kemari untuk bertemu klien”
Alex hanya bisa menganggukan kepalanya, ya iya lah mana mungkin mbaknya tahu kan kerjanya bukan menanyakan hal seperti alex tanyakan.
“terima kasih mbak”
“sama-sama”
Walaupun sekarang alex tidak mengetahui siapa pria keren itu, tapi alex tidak akan menyerah. Menurut info dari pelayan tadi pria keren itu selalu kerestoran itu untuk bertemu klien.
Alex sudah memutuskan besok sepulang sekolah ia akan kemari, dan mencari tahu pria keren itu. Setelah memberi pesan pada pelayan tadi, jika besok melihat pria keren harap untuk menghubunginya barulah alex keluar dari restoran. Alex tidak langsung pulang, ia melajukan mogenya berkeliling hingga bensinya habis.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,