Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 12


__ADS_3

Bab 12


“tunggu apa lagi! Suruh mereka berdiri!” teriak andrea membuat sean menganggukan kepalanya.


“kalian dengar, berdiri sekarang juga” perintah sean, dave yang masih mendengarkan itu hampir saja tergelak karena andrea membentak sean dan sean patuh pada andrea.


“permisi?” andrea membuka suara pelan berbicara pada pelayan sean,


“iya nyonya?”


“bisa aku pinjam dapurmu?” pinta andrea membuat ketua pelayan itu menatap sean dan sean menganggukan kepalanya.


“tentu saja nyonya, silahkan”


Andrea tersenyum menguncapkan terima kasih lalu pergi kedapur, sean mengikuti andrea dari belakang.


“kenapa kau mengikutiku?” tanya andrea garang berbalik menghadap sean,


“aku juga belum makan kalau kau lupa” jawab sean pelan membuat andrea memenyunkan bibirnya.


“kau mau makan apa?” tanya andrea galak

__ADS_1


“apa saja aku pemakan segalanya” jawab sean membuat andrea mengangguk-anggukan kepalanya.


“aku hanya ingin menggoreng telur saja, apa kau masih mau?”


“tidak masalah bagiku” jawab sean duduk memperhatikan andrea memasak telur.


Andrea sebenarnya ingin makan banyak hal sekarang tapi ketika sean mengatakan pemakan segalanya andrea malah mengatakan ia hanya akan memasak telur. Sekarang andrea mengutuk dirinya sendiri karena mengatakan itu.


Sean makan dengan lahap dengan kecap dan kerupuk seperti andrea, andrea bahkan menatap sean tanpa kedip karena sean memakan nasi telur kecap dengan sangat lahap.


“sudah jangan dimakan lagi” ujar andrea merebut piring sean,


“kenapa? Aku lapar” jawab sean membuat andrea merasa bersalah,


“makan punyaku saja” ujar andrea akhirnya karena sean tetap memakan sarapannya.


“’sudahku bilang aku pemakan segalanya” ujar sean membuat andrea jadi tidak enak karena mengerjai sean. Perlu andrea ketahui kalau sebenarnya sean melihat andrea meletakan garam berlebihan kedalam telurnya tapi sean berpura-pura tidak melihatnya.


Setelah sarapan andrea mengikuti sean dari belakang, andrea berhenti didepan pintu yang andrea tidak tau pintu itu akan membawanya kemana.


Dengan ragu andrea masuk kedalam ruangan dimana sean masuk tadi, andrea mengedip-ngedipkan matanya karena sean sekarang berada diruang kesehatan. Ah, sean benar-benar kaya sampai-sampai dia mempunyai ruang kesehatan sendiri.

__ADS_1


“sedang apa?” tanya andrea ketika sean memeriksa dirinya sendiri.


“memeriksa diri seperti yang kau lihat” jawab sean sambil tersenyum,


Andrea berjalan menghampiri sean, lalu mengambil pengukur suhu dari tangan sean.


“suhumu normal,” ujar andrea membuat sena menganggukan kepalanya lalu mulai memeriksa tekanan darahnya.


“semuanya normal kenapa kau memeriksanya?” tanya andrea bingung


“hanya untuk jaga-jaga saja” jawab sean membuat andrea mengerutkan keningnya.


“oh” ujar andrea pergi begitu saja dari ruang kesehatan.


Sean hanya tersenyum melihat kepergian andrea lalu membereskan alat-alat kesehatan yang baru saja ia gunakan.


Sambil berjalan menuju kamarnya andrea kembali berpikir, kenapa sean memeriksa dirinya sendiri? Apa sean ada penyakit yang disembunyikan? Sakitnya parah?


‘Ah, lupakan dhea bukannya tadi kau lihat sendiri kalau kondisinya normal’


Andrea berbaring ditempat tidur sekarang pikirannya gelisah karena tidak bisa pulang dan mengabari orang tuanya kalau ia sekarang baik-baik saja. Ayahnya pasti kehilangan gula dalam kopinya karena tidak ada andrea dikeluarganya.

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,


__ADS_2