Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 49a


__ADS_3

Bab 49a


Sean meninggalkan meeting penting dengan kliennya karena dave tertembak ketika melakukan tranksaksi malam tadi. Tidak ada yang memberi tahunya karena sudah dua hari ini sean tidak pulang ke mansion karena banyaknya pekerjaannya. Sean membagi kerjanya dengan dave, dave melakukan taransaksi dan dirinya menjalankan perusahaan yang diwarisi untuk dirinya.


Sean sangat marah sekarang, jika lyin tidak memberi tahunya sean tidak akan tahu jika dave tertembak ketika melakukan transaksi.


Satu misi dikepala sean sekarang, mencari siapa yang menembak dave. Siapapun itu sean berjanji akan menembak orang itu hingga tidak bisa menghirup nafas lagi.


Sean melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar ia cepat sampai ke mansion. Sean memarkirkan asal mobilnya dan segera masuk kedalam mansion.


“dimana dave?” tanya sean pada rachel yang sedang menatap luar jendela kamar dave. Rachel tidak menjawab rasa nya sean ingin melempar rachel keluar jendela.


“aku disini bos, bagaimana pertemuan klien? Lancar?” ujar dave datang pada sean.

__ADS_1


“kau. Kau kenapa tidak bilang padaku kalau kau tertembak?”


“hanya luka kecil bos, jadi bagaimanaa meetingnya?” tanya dave lagi.


“baguslah” ujar sean keluar dari kamar dave dan berjalan menuju kamarnya. Dave hanya geleng-geleng kepala lalu mengikuti sean. Sebenarnya alasannya tidak memberi tahu sean adalah karena luka tembakannya tidak terlalu parah, hanya tergores dilengan atas saja.


Dave menghampiri sean kedalam kamar tapi dave tidak menemukan sean didelam kamar. Akhirny dave memutuskan untuk pergi keruang latihan untuk mencari sean. Benar saja tebakan dave jika sean sedang berada diruang latihan. Sean sedang berlatih menembak dave menghampiri sean.


“seharusnya kau tinggalkan saja wanita itu” ujar sean membuat dave mengerutkan keningnya. Wanita itu? Ah dave tahu siapa yang dimaksud oleh sean adalah rachel.


“tentu saja berbeda, dhea lebih layak dipertahankan karena aku masih ada harapan sedangkan kau? Wanita itu hanya membenci mu saja, ck untuk apa dipertahankan” ujar sean sambil menyipitkan sebelah matanya untuk membidik target didepannya.


“itu karna dia tidak tahu kebenarannya, jika saja dia tahu dia tidak akan membenciku” ujar dave lirih tapi tidak membuat konsentrasi sean menghilang. Sean membidik tepat didepan targetnya, sean melepaskan penghalang telinga dan kacamatanya lalu mendatangi dave.

__ADS_1


“ceritakan saja” ujar sean sambil mengelap wajahnya yang basah karena keringat.


“tidak, kalau dia mengetahui semuanya dia akan mencintaiku karena balas budi atau apalah. Aku tidak mau” jawab dave lalu bangkit dari duduknya.


“jangan cengeng, wanita banyak diluar sana” ujar sean ketika dave sudah sampai diambang pintu. Dave menghentikan langkahnya dan menatap sean sambil menggelengkan kepalanya. wanita diluaran sana memang banyak tapi yang bisa mengisi hatinya hanya rachel tidak ada yang lain. Bahkan mencari yang lain saja tidak pernah terpikir oleh dave.


“aku pergi” ujar dave pemit pada sean.


Sean mengambil ponselnya dan mencari letak keberadaan andrea sekarang,


‘dibutik’ batin sean tersenyum.


Sean bangkit dari duduknya dan memakai kaosnya kembali, ia harus membersihkan diri karena badannya terasa sangat lengket. Nanti malam sean akan pergi untuk pergi melihat wanitanya, andrea.

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,


__ADS_2