
Bab 38
Sepanjang perjalanan sean terus menatap andrea, ia berjanji pada dirinya sendiri jika besar nanti ia hanya akan menikah dengan gadis kecil ini.
“tanganmu terluka” ujar andrea kaget ketika melihat darah yang masih mengalir dari tangan sean, sean sama sekali tidak merasakan ada luka ditanganya entah kepan luka itu bisa ada ditangannya.
Sean sama sekali tidak bisa merasakan sakit dan tidak ada emosi diwajahnya, itu lah mengapa ia hanya mengikuti tantenya menangis ketika ibunya meninggal dan karena itu lah kenapa ia tidak tahu kalau tangannya terluka.
‘auh sakit” ujar sean merintih ketika andrea membuka lengan bajunya. Seperti yang telah dikatakan ibunya sebelum meninggal sean harus berpura-pura sakit ketika ia sedang terluka disekitar orang lain, sean harus berpura-pura sedih ketika ada orang yang sedih, sean harus tertawa jika itu lucu. Karena kata ibu sean manusia cendrung hidup seperti itu dan sean adalah manusia yang istimewa.
__ADS_1
“aduh, maaf ya. Mami, lukanya besar sekali” ujar andrea membuat sandra menghentikan mobilnya sebentar ditepi jalan dan memeriksa luka sean. Benar saja yang dikatakan oleh andrea putrinya luka anak ini sangat lah besar. Sandra mencari kotak obat didalam mobilnya, sandra menghela nafas lega karena menemukan kotak obat dan segera mengobati luka sean.
Dewi yang melihat mobil yang membawa sean berhenti, ia pun ikut berhenti melihat apa yang terjadi. Dewi membelak ketika melihat sean sedang diobati karena tangannya terluka.
“tante sakit” ujar sean mengadu pada dewi, dewi menganggukan kepalanya.
“tidak apa-apa sayang, setelah diobati lukamu pasti sembuh” jawab dewi terseyum menahantangis.
Sean penasaran apakah sandra ibu andrea masih mengenal sean atau tidak, wanita seusia ibunya itu sama seperti ibunya. Baik dan penuh kasih sayang, sean ingin datang dan mengenalkan diri secara resmi dan memeluk sandra barang sekali saja. Sean sangat merindukan ibunya sekarang, wanita yang kuat ketiika melihat suaminya selingkuh, wanita yang tegar, dan wanita yang rapuh, itulah ibunya.
__ADS_1
Sean menatap luka didada atas yang baru saja kering, ini lah kenapa sean tidak merasakan sakit ketika andrea menancapkan gunting kedada atasnya karena memang sean tidak bisa merasakan sakit.
Semenjak mengenal andrea dan menjadi penguntit andrea, sean banyak belajar tentang ekspresi hingga tanpa sadar ia mengerti sedikit tentang emosi. Hingga sampai andrea tinggal dimansionnya sean benar-benar mengerti bagaimana ekpresi, sean tahu bagaimana itu marah, sedih, bahagia, tapi sean masih tidak bisa merasakan apapun pada badannya yang terluka.
Itulah kenapa sean selalu memeriksa kesehatannya walaupun ia sedang sehat dan bugar, dan itulah kenapa sean memasang banyak kamarea pangawas dikamarnya, sean memasang kamare pengawas untuk melihat bagaimana ia tidur, apakah sean melukai dirinya atau tidak, seperti sean menggarut-garut matanya hingga terluka atau tidak.
Sean kembali melihat andrea sekarang, tanpa sadar senyum sean terbit ketika melihat andrea sudah mulai tersenyum dan memakan makanan nya dengan lahap.
Sementara itu dibutik lyin tetap saja berkunjung tapi andrea belum juga masuk bekerja, petugas dan pegawai yang menjaga butik sampai hafal dengan lyin yang terus datang kebutik.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,