
Bab 48a
“aku memang memaafkanmu karena kau sahabatku, tapi untuk melupakan tidak semudah itu, mungkin butuh 1 ah tidak 2 sampai 5 tahun untuk melupakan semuanya. Aku tidak mengatakan bisa melupakannya seuumur hidup karena kau sudah menjadi sahabatku bahkan seperti keluarga ku sendiri jadi itu tidak mungkin. Jadi, maafkan aku untuk sekarang dan sampai 5 tahun kedepan jangan temui aku. Aku janji 5 tahun aku yang akan lebih dulu menemuimu” ujar andrea panjang lebar, andrea tidak boleh egois walau bagaimana pun hubugannya dengan sindi bukan lah satu dua tahun tapi hampir seumur hidupnya jadi bagaimana mungkin andrea tidak menemui sindi lagi.
“aku juga sudah merelakan kalian berdua, hiduplah bahagia. Aku tulus mendoakan kalian.” Ujar andrea tulus sambil menepuk pelan pundak sindi.
“aku harus pergi kau hati-hati pulangnya” ujar andrea lagi dan pergi meninggalkan sindi sendiri.
Sindi sekarang sudah menangis ditaman sambil menyesali apa yang telah terjadi, sindi sangat membutuhkan kalimat seandainya sekarang ini. seandainya semua tidak terjadi persahabatnya tidak akan seperti ini.
Sindi menatap punggung andrea yang perlahan dari nya, ia sungguh menyesali semuanya. Walaupun begitu sindi merasa lega karena dalam 5 tahun ia masih bisa bertemu dengan sahabatnya itu. Sindi akan menganggap andrea sedang liburan dan bekerja sehingga mereka sibuk dan tidak bisa bertemu.
Andrea tidak langsung pulang ia mampir ketempat penjual martabak dipersimpangan komplek rumahnya, sambil menunggu pesanan martabaknya andrea kembali berpikir pada sindi. Andrea menghela nafas lega karena keputusan yang telah ia ambil. Kehilangan sindi sama sekali belum pernah terpikir dibenak andrea. jadi, andrea memutuskan untuk menemui sindi dalam 5 tahun.
“terima kasih pak” ujar andrea setelah memberikan uang dan menerima martabaknya.
“sama-sama neng”
__ADS_1
Didepan pagar andrea melihat alex beserta motor besarnya, alex sedang menendang kan kakinya diudara. Andrea sangat tahu itu, alex sekarang sedang bimbang antara masuk rumah atau tidak.
“sedang apa?” tanya andrea membuat alex kaget dan menghindari tatapan kakaknya.
“wajahmu kenapa? Bertengkar dengan siapa?”
“tidak apa-apa, bukan urusan kakak” jawab alex membuat andrea berdecih karena tingkah adiknya ini.
“dasar bocah” komentar andrea membuat alex mengerutkan bibirnya lucu.
“ayo masuk, masalah mami nanti kakak yang urus”
“benar kak?” tanya alex dengan mata yang berbinar.
“terima kasih kak!”
Alex tersenyum lebar dan langsung masuk kedalam rumah sebelum itu ia memarkirkan motornya, andrea hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
“alex sudah pulang kak?” tanya sandra ketika andrea memberikan martabak pada sandra dan vino.
“sudah mi”
“mau kemana mi?” tanya vino ketika sandra bangun dari duduknya.
“mau ngomelin si bungsu lah pi memangnya mau apa lagi”
“mami disini aja sama papi, biar dhea yang omelin alex” ujar andrea membawa sandra duduk kembali.
“iya mi biar dhea saja yang ngomeli alex, mami sama kakak kan sama aja kalau ngomel” ujar vino yang membuatnya mendapat pelototan tajam dari sandra.
“maaf mi”
“biar dhea mi, mami sama papi lanjut aja
l romantis-romantisannya” ujar andrea lagi lalu pergi ddari hadapan papi dan maminya.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,