Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 39


__ADS_3

Bab 39


Andrea meletakan tasnya diatas meja dan mengamati kertas kecil itu, senyum andrea terbit karena kertas itu dari lyin.


‘kak dhea, ini lyin. 082387...., lyin kangen kak dhea’


Mengingat lyin, andrea sangat merindukan gadis itu. Kalau andrea pikirkan lagi lyin memang adik sean tapi lyin sama sekali tidak tahu menahu tentang sean yang membunuh bahkan lyin tidak ada sangkut pautnya dengan itu.


Andrea segera mengambil ponselnya dan menghubungi lyin, gadis itu pasti sudah menunggu telpon darinya.


Sementara didalam kelas lyin dengan malas mendengarkan dosen yang sedang mengoceh, matanya mulai mengantuk. Lyin sedikit terkejut karena ponselnya bergetar, senyum lyin terbit. ‘pasti kak dhea’ pikir lyin dengan positif karena memang hanya pada kasir butik andrea, lyin memberikan nomor telponnya. Mengingat lyin tidak sembarang memberikan nomor ponselnya.


Dengan mengendap-ngendap lyin keluar sambil membawa tasnya, lyin berhenti diluar kampus dan mengangkat panggilannya.


“kak dhea” sapa lyin membuat andrea tertawa disebrang sana, lyin ikut tersenyum karena benar andrea yang menelponnya.


“bagaimana kau tau kalau kakak yang menelpon?” tanya andrea


“tentu saja lyin tahu kak, karena kakak tidak mungkin tidak menelpon ku. Lyin kan adik kak dhea yang paling menggemaskan”


Lagi-lagi lyin mendengar andrea tertawa, sudah lama sekali lyin tidak mendengar tawa itu. Seandainya saja sean ada didekatnya pasti kak sean senang.


“benar sekali kau memang menggemaskan, pergi lah kebutik setelah pulang kuliah. Kakak menunggu”

__ADS_1


“baik kak”


Lyin memasukan ponselnya kedalam tas lalu melambaikan tangannya pada taksi yang mendekat,


“kebutik Dhea, pak”


Sementara dibutik andrea meletakan ponselnya diatas meja, andrea geleng-geleng kepala. Lyin menjadi semakin narsis saja sama seperti kakaknya. Mengingat sean, membuat andrea segera geleng-geleng kepala. Andrea tidak boleh mengingat sean lagi, andrea harus melupakan sean, harus.


Andrea keluar dari ruangannya menunggu kedatangan lyin, sementara menunggu lyin, andrea berkeliling melihat kondisi butiknya.


“kak dhea!” panggil lyin didepan pintu membuat andrea menoleh pada lyin.


Andrea tersenyumm lalu menghampiri lyin dan memeluk gadis menggemaskan itu.


“lyin juga sangat merindukan kakak” jawab lyin memeluk andrea erat.


“sudah pulang kuliah?” tanya andrea ketika melihat baru pukul 9 pagi.


“hm sudah” jawab lyin menyengir kuda menampakan gigi-gigi ratanya.


“hari ini tidak belajar kak, dosen sedang rapat” lanjut lyin membuat andrea menganggukan kepalanya.


“ayo keruangan kakak”

__ADS_1


“pagi mbak” sapa lyin pada penjaga kasir sambil tersenyum lebar.


“pagi juga dek”


Lyin menatap takjub ruangan kerja andrea, sangat luas dan bersih.


“mau makan apa?” tanya andrea setelah lyin duduk didepannya.


“pizza”


“oke, tunggu sebentar” ujar andrea mengambil ponselnya dan memesan pizza diaplikasi ponselnya.


“bagaimana kabarmu?” tanya andrea menatap lyin


“baik, tentu saja. Kak dhea kemana saja, lyin sudah setiap hari kesini mencari kak dhea tapi kakak tidak ada” jawab lyin memajukan bibirnya. Andrea merasa menyesal karena seminggu ini andrea dirawat dirumah sakit.


“kakak sibuk, maafkan kakak”


“tidak apa kak, yang penting lyin bisa ketemu kakak” ujar lyin tersenyum, setelah pizza datang lyin dan andrea banyak bercerita banyak hal. Andrea menjadi pendengar yang baik sedang kan lyin bercerita. Lyin juga menceritakan cowok menyebalkan yang bernama darren yang suka mengganggu orang-orang dan dirinya.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2