
Bab 33
“aku mau pulang” ujar andrea membuat sean menggelengkan kepalanya,
“tidak sayang, rumahmu disini” jawab sean membuat andrea mengangkat kepalanya.
“aku tidak mau tinggal bersama pria menjijikan dan mengerikan seperti dirimu” ujar andrea membuat langkkah sean berhenti dan sean tidak bisa berkata apa-apa sekarang.
“sayang.....”
“JANGAN MENDEKAT! KU BILANG JANGAN!” teriak andrea melempari sean dengan bantal, sean menghela nafas ia menerima semua lembaran dari andrea.
“aku takut padamu” ujar andrea pelan membuat hati sean seketika sakit mendengar penuturan andrea.
“aku tau kau pasti biasa membunuh tapi ketika melihat sendiri aku menjadi takut, hiks..” ujar andrea menangis, dari pada melihat semuanya lebih baik andrea tidak menyelidiki lebih lanjut tadi sekarang andrea ketakutan jadinya.
__ADS_1
“sayang jangan menangis, mereka memang pantas mati. Orang-orang yang tidak bisa dipercaya, pengkhianat bukan didunia tempatnya” ujar sean mendekati andrea dan memeluk andrea. andrea melototkan matanya karena sean berani sekali memeluknya.
“lalu bagaimana denganmu? Bagaimana jika kau melakukan kesalahan siapa yang akan membunuhmu?” tanya andrea melepaskan paksa pelukan sean.
“sayang kau harus tau, sean tidak pernah salah. Jadi tidak akan ada yang berani membunuhku, selagi aku masih bernafas tidak ada yang akan membunuhku” jelas sean kembali memeluk andrea.
“lepaskan aku sialan!” teriak andrea mencoba melepaskan paksa pelukan sean. Sean menulikan telinganya ia tetap memeluk andrea. sean sama sekali tidak bisa membanyangkan hidup tanpa andrea.
“toh, suatu hari nanti kau bisa saja melenyapkann nyawaku” ujar andrea lagi membuat sean langsung menggelengkan kepalanya.
“hari ini kau mencintaiku seperti orang gila, belum tentu kau akan selalu mencintaiku. Suatu hari nanti ada saatnya kau muak denganku atau kau mulai bosan lalu membunuhku seperti kau membunuh orang itu dan mencari mainan baru” ujar andrea mencoba realitis dengan kehidupan yang akan ia jalani.
“sayang dengar kan aku kau bukan mainan dan mana mungkin aku mencari wanita lain selain dirimu” ujar sean mencoba membujuk andrea.
“pembohong”
__ADS_1
Sean mengacak rambutnya frustasi, menghadapi andrea bukanlah pekara yang mudah. Sean memikirkan banyak cara agar ia tetap bisa bersama dengan andrea. walaupun nantinya andrea akan membencinya sean tidak mengapa asal andrea tetap bersamanya. Anggaplah sean buta karena ia sangat mencintai andrea, tapi mau dikata apa sean memang begitu selalu dan selalu mencintai andrea.
“sayang...”
“jangan mendekat, atau aku akan melukai diriku sendiri” ujar andrea mengambil gunting didalam laci dinakas yang berada tepat disebelahnya.
“lepaskan itu sayang,” ujar sean mengangkat kedua tangannya kedepan, sean membujuk andrea agar melepaskan gunting dari leher andrea.
“mangkanya jangan mendekat ku bilang!” teriak andrea putus asa karena sean tetap mendekat kearahnya lagi dan lagi walaupun sudah andrea tolak dengan paksa.
Andrea menghela nafas kasar ketika sean masih saja mendekatinya, andrea adalah wanita yang nekat. Dengan yakin ia mulai menusukan gunting kelehernya. Sean yang melihat itu tidak membiarkan begitu saja, sean langsung merebut gunting dari tangan andrea. sudah sean katakan ia tidak apa dibenci andrea asal tetap bersama andrea, jika andrea meninggal maka sean tidak bisa hidup.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,
__ADS_1