
Bab 55a
Setelah menebus vitaminya Andrea tak langsung pulang ia duduk sambil menunggu dikursi tunggu didepan Apotek. Pikirannya melayang kemana-mana sekarang, Andrea tidak menyangka bahwa ia bisa hamil hanya dengan sekali ‘melakukannya’. seakan teringat sesuatu Andrea memeriksa kalender diponselnya.
Andrea mengecek kapan ia ‘melakukan itu’ dengan sean, tentu saja Andrea ingat dengan jelas tanggal dan kapan ‘itu’ terjadi.
Andrea menghitung tanggal dengan tangan nya ketika sudah melihat kalender. Andrea mennyenderkan kepalanya didinding dan mejenduki kepalanya disana. Bagaimana bisa ia lupa kalau kejadian itu terjadi ketika masa suburnya jadi wajar saja sekali ‘melakukannya’ Andrea langsung hamil.
Andrea tidak tahu harus bagaimana, jika ia mengatakan nya pada Sean sekarang apa Sean akan menerima nya kembali. Andrea menggelengkan kepalanya, Sean tidak akan menerima nya lagi karena Andrea lah yang ingin pergi dari Sean. Andrea bahkan berkata buruk tentang Sean dan Sean tidak akan menerimanya kembali terlebih Andrea juga baru saja mengakhiri hubungannya dengan Samuel, Andrea merasa sepertinya dengan sengaja melampiaskan semuanya pada Sean.
Lagian Andrea juga tidak tahu apa status mereka sekarang, masih suami istrikah? Sudah bercerai? Atau bagaimana? Andrea juga tidak tahu karena semuanya berada ditangan Sean. Andrea berhenti menjeduki kepalanya dari dinding karena sekarang perutnya sangat mual.
__ADS_1
Dengan berlari Andrea mencari toilet, untung saja Andrea cepat menumukan toilet jika tidak ia akan muntah dilorong rumah sakit dan itu sama sekali tidak lucu.
Hoekkk..Hoekkk...Hoekkk....
Andrea mengeluarkan semua isi perutnya yang isinya hanya air saja, tentu saja karena Andrea belum makan apa-apa dari pagi tadi.
Badan Andrea kembali lemas karena baru saja mengeluarkan semua isi perutnya dan sekarang ia perlu asupan untuk perutnya dan bayinya. Walaupun itu membuatnya akan muntah lagi Andrea tidak perduli karena ada satu nyawa lagi didalam perutnya.
Andrea memesan salad buah Rumah sakit dan susu kotak, Andrea duduk menatap parkiran rumah sakit. Sebenarnya Andrea sama sekali tidak nafsu sekali tapi demi janinnya Andrea mencoba terus memasukan salad kedalam mulut nya. Jika Andrea tidak memakannya maka perutnya tidak akan ada isi nya dan jika perutnya tidak ada isinya bayi Andrea tidak akan mendapatkan asupan darinya.
Dengan susah payah Andrea memasukan salad kedalam mulutnya butuh sekitar 10 menit bagi Andrea menghabiskan saladnya. Setelah saladnya habis Andrea menghabiskan susu kotaknya. Andrea menghela nafas berat lalu berdiri dari duduknya, ia sangat mengantuk sekarang. Andrea harus pulang dan segera tidur. Tapi sebelum Andrea pergi dari kantin matanya tidak sengaja melihta Sindi yang baru saja keluar dari rumah sakit dan berjalan menuju parkiran.
__ADS_1
Awalnya Andrea cuek saja karena bukan urusannya juga kan, tapi detik berikutnya Andrea mengerti kenapa Sindi datang kerumah sakit. Andrea dengan cepat mengambil tasnya dan berusaha menghampiri Sindi. Andrea harus memastika sesuatu.
“bu, jalan pintas keparkiran itu kemana ya?” tanya Andrea sambil menunjuk parkiran.
“belok kanan lalu lurus saja, setelah itu langsung keparkiran”
“terima kasih bu”
“sama-sama”
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,