
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Kehamilan Andrea sudah memasuki bulan ke7 dan selama ini Dave yang selalu mengantarnya kerumah sakit untuk cek up, kenapa harus kerumah sakit jika dimansion ada ruang kesehatan serta dokter yang bisa datang ketika diminta? Jawabannya karena Andrea ingin seperti ibu pada umumnya pergi cek up kerumah sakit dan mengantri lalu ditemani oleh suami. Sekarang Andrea sedang sangat kesal karena lagi-lagi Sean tidak bisa menemaninya untuk cek up. Memang nya ayah dari anaknya Dave?
“duduk disini” ujar Dave membantu Andrea duduk disebelahnya, Andrea menarik nafas karena sehamilannya yang sudah besar membuatnya sedikit susah untuk duduk.
“anaknya cewe atau cowo?” tanya ibu-ibu yang duduk disamping Dave.
“cowo” jawab Dave membuat Andrea ikut menganggukan kepalanya.
“suaminya mbak? Romantis sekali”
“iya mbak, diantar sama suami periksa lah saya boro-boro diantar suami. Suami saya sibuk bekerja”
“suaminya tampan, semoga nanti anaknya mirip bapaknya”
__ADS_1
Cukup!! Andrea sudah tidak kuat lagi mendengar celotehan ibu-ibu yang memuji Dave. Memangnya Dave itu suaminya? Bukan? Suaminya Sean tapi selalu saja Dave yang mengantarnya cek up. Bahkan sekarang ibu-ibu memuji Dave suami yang romantis.
Andrea tegak dari duduknya lalu pergi begitu saja membuat Dave langsung menyusul Andrea yang berjalan dengan cepat padahal sedang hamil besar.
“kau mau kemana? Sebentar lagi giliranmu!” ujar Dave membuat Andrea langsung menangis, Dave jadi kelabakan sendiri. Ingin memeluk Andrea bisa mati dia nanti ditangan Sean, tidak dipeluk semua orang yang bekerja dan belalu lalang disekitar rumah sakit sekarang sedang melihatnya dengan tatapan yang susah untuk dijelaskan.
Dave mendekat kearah Andrea tapi tetap saja tidak berani memeluk Andrea,
“jangan menangis, bisa mati aku ditangan bos nantinya” ujar Dave gemas sendiri karena Andrea tidak berhenti menangis.
“baiklah, kalau kau ingin menangis, menangis saja tapi jangan disini” ujar Dave lagi membuat Andrea duduk dilantai dan menangis meraung-raung.
“hallo bos, sekarang genting! Tidak sangat genting!”
“katakan, jangan bertele-tele”
“bu bos mengamuk, sekarang sedang duduk dilantai rumah sakit sambil menangis tidak mau....”
__ADS_1
Tut,
Sean langsung memutuskan panggilan lalu meninggalkan klien nya yang sedang menjelaskan rencana bisnis. Sean tidak peduli lagi sekarang yang ia pedulikan adalah istrinya.
Dengan kecepatan diatas rata-rata Sean mengendarai mobil nya kerumah sakit, rumah sakit mana? Tentu saja Sean tahu karena itu adalah rumah sakit dimana Kevin bekerja.
Hanya butuh 10 menit bagi Sean untuk sampai kerumah sakit, Sean langsung menghampiri Andrea dan memeluk istrinya.
“kau jahat sekali” ujar Andrea memukul-mukul dada bidang Sean, Sean mengelus pundak Andrea dan membawanya duduk dikursi tunggu.
“maafkan aku sayang, maaf” ujar Sean berkali-kali membuat Andrea mendongak. Sean meringis melihat istrinya sekarang, mata dan hidungnya memerah karena menangis. Sean merapikan rambut panjang Andrea yang berantakan sehabis menangis.
“aku mau pulang” ujar Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya, Sean hendak menggendong Andrea namun ditolak oleh Andrea.
“aku berat”ujar Andrea menggandeng tangan Sean, Dave? Jangan katakan seberapa cengo nya dirinya sekarang. Andrea terdiam ketika Sean datang. Dave menggelengkan kepalanya lalu menyusul Sean dari belakang.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,