
Bab 56
“TUNGGU SEBENTAR!” teriak Andrea ketika Sindi hendak membuka pintu mobilnya.
“dhea!” panggil Sindi kaget karena menemukan Andrea tiba-tiba disini.
Andrea diam tidak tahu harus mengatakan apa, tadi sebelum ia memanggil Sindi semua sudah terencana dikepalanya apa-apa saja yang harus ia katakan pada Sindi.
“ada apa dhe?” tanya Sindi lagi membuat Andrea langsung berdehem padahal tenggorokannya baik-baik saja.
“kau ngapain kerumah sakit?” tanya Andrea tanpa melirik Sindi sama sekali Sindi tidak menjawab ia menundukan kepalanya.
Karena Sindi tak kunjung menjawab pertanyaannya Andrea lalu menatap lekat-lekat kearah Sindi.
“katakan padaku” ujar Andrea membuat Sindi mengangkat kepalanya lalu tersenyum pada Andrea.
“aku hanya flu saja dhe, kau ngapain kerumah sakit?” tanya Sindi, Andrea meneliti wajah Sindi dengan baik. Sindi berbohong padanya. Sindi bukan tipekal orang yang kerumah sakit hanya karena flu saja.
“aku memeriksa kandunganku” jawab Andrea santai membuat nya mendapat tatapan tidak percaya dari Sindi.
“ya, aku benar sedang mengandung” ujar Andrea lagi karena tatapan Sindi membuatnya risih
“samuel?”
“amit-amit, jelas saja bukan. Janin didalam perutku ini anak pria yang aku cintai. Samuel? Yang benar saja” jawab Andrea cepat sambil mengelus perut datarnya.
“bukannya....”
“sudahlah, kau katakan saja yang sebenarnya kenapa kau disini?” potong Andrea.
__ADS_1
“aku flu dhe”
“jangan bohong! Kau tidak akan kerumah sakit hanya karna flu”
“aku benar flu”
“kau hamil anak Samuel?” tanya Andrea membuat Sindi terdiam lagi. Benar saja tebakan Andrea jika sekarang Sindi hamil. Alasana Sindi datang kerumah sakit sama dengan nya.
“sudah berapa minggu?”
“2 minggu” jawab Sindi pelan. Andrea menghela nafas kasar.
“minta dia bertanggung jawab! Kalian harus menikah” ujar Andrea membuat Sindi menggelengkan kepalanya dan ya sekarang Sindi sudah menangis.
Andrea mengacak rambutnya frustasi, dari yang ia lihat sepertinya Samuel tidak mau bertanggung jawab.
“benar aku ingin menggugurkan kandunganku” jawab Sindi menangis dengan kencang. Andrea tidak percaya dengan apa yang sudah ia dengan dari Sindi.
“kau!”
“tapi tidak jadi, bayi ku tidak bersalah aku lah yang bodoh. Bayiku tidak berdosa, hikss”
Andrea menghela nafas lega, setidaknya sahabatnya ini masih waras dengan tidak menggugurkan janinnya sendiri.
“ikut aku, aku akan mengantarkan mu pada pria brengsek itu!” ujar Andrea menarik tangan Sindi, namun Sindi melepaskan tarikan tangan Andrea.
“dia tidak mau bertanggung jawab dhe”
“mangka dari itu kita harus.....”
__ADS_1
“dia mencintaimu dhe, mencintai mu sangat banyak” ujar Sindi pelan disela tangisnya.
Andrea tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya bisa memeluk Sindi erat. Persetan lah dengan 5 tahun itu, sekarang sahabatnya membutuhkan sosok dirinya disamping Sindi.
“aku berjanji akan membuatnya menikahimu” ujar Andrea pasti, walaupun tidak terlalu berharap Sindi tetap menganggukan kepalanya.
Setelah mengantar Sindi pulang, Andrea mengambil ponselnya dan menelpon Alex adik prianya.
“kau dimana?”
“dirumah”.
“jemput kakak dirumah Sindi”
“malas”
“kakak ada tugas untukmu dan itu sangat menguntungkan”
“5 kali lipat?”
“10 kali”
“otw”
Andrea memasukan ponselnya kedalam tas, ia mengepalkan tangannya. Andrea marah sekali sekarang ini. Tidak akan ia biarkan Samuel bahagia sementara sahabatnya menjadi sedih.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1