Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 29


__ADS_3

Bab 29


Dave dan andrea duduk berdampingan sambil melihat sean mengajari lyin bela diri, walaupun lyin sudah nampak bisa bela diri gadis itu sebenarnya belum terlalu bisa. Selama ini sistem bela diri yang digunakan lyin adalah bela diri gaya bebas sehingga membuatnya kerap kali salah menggunakan jurus dan membuatnya kalah. Seperti sekarang, sean berhasil menjatuhkan lyin. Lyin adalah orang yang keras dia tidak mengeluh kesakitan ketika sean sedang mengajarinya. Walaupun tulangnya ada yang patah atau pun retak lyin tidak akan mengeluh sakit, ia akan terus belajar sampai ia bisa. Watak keras ini sama persis seperti sean, tentu saja mereka adalah kakak adik.


“berdiri” perintah sean, membuat lyin langsung berdiri dan memasang kuda-kuda.


Andrea tidak sanggup melihat kakak beradik itu latihan, andrea berdiri hendak menghentikan latihan kakak beradik itu namun dave dengan cepat mencegah tangan andrea.


Andrea menatap dave meminta melepaskan tangannya,


“percuma menyuruh mereka untuk berhenti, mereka sama-sama keras kepala. Jadi lupakan dan nikmati saja dari sini” ujar dave membuat andrea membuka mulutnya tidak percaya.


Alih-alih menghentikan sean dan lyin, andrea kembali duduk dan melihat mereka latihan.


“sean mendidik lyin dengan caranya sendiri” ujar dave tiba-tiba membuat andrea menoleh kearah dave sebentar.


“walaupun keras boss sangat menyanyangi lyin seperti adik kandungnya sendiri” ujar dave lagi pada andrea.


“kau termasuk wanita yang spesial bagi boss, karena kau boss bisa mengatakan kata-kata haram yang tidak pernah terucap dari bibirnya” ujar dave membuat andrea mengerutkan keningnya.


“kata-kata haram bagaimana?” tanya andrea meminta penjelasan dari dave.


“seperti maaf, terima kasih dan tolong” jawab dave

__ADS_1


Andrea tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari dave, mana mungkin ada orang yang tidak pernah mengucapkan kata maaf, tolong, dan terima kasih. Pasti pernah walaupun tidak begitu sering.


“becanda” ujar andrea akhirnya.


“itu benar, selama kau disini kami baru mendengar kata haram itu terucapkan” ujar dave menyakinkan andrea,


“tanya saja pada yang lainnya kalau tidak percaya” ujar dave lagi membuat andrea sedikit percaya dengan apa yang diucpakan dave.


“jadi sudah berapa lama kau kenal sean?” tanya andrea


“em, sekitar umurku 8 tahun sekarang aku 30. Sekitar 22 tahun” jawab dave sambil mengingat-ingat kapan ia bertemu dengan sean.


Andrea mengangguk-anggukan kepalanya,


“kalian sudah lama berteman, dan kalian pasti sudah saling mengenal luar dan dalam” jawab andrea.


“tentu saja, 22 tahun bukan waktu yang sebentar” ujar dave


“kau benar dan aku iri pada kalian”


“iri?” tanya dave mengerutkan keningnya


“hm”

__ADS_1


“kenapa?”


“ya begitu” jawab andrea lagi membuat dave semakin penasaran


.


“ya begitu bagaimana?”


“yayaya, seperti itulah” jawab andrea membuat dave langsung melihat kedepan, percuma saja menanyai andrea. Membuat kesal saja, pikir dave.


Sebenarnya yang membuat andrea iri adalah, persahabatan andrea sean dan dave sudah lama terjalin dan dave sudah mengetahui semua tentang sean dari hal terkecil sekalipun hingga hal terbesar. Apalah andrea hanya butiran debu yang hanya mengenal sean dalam beberapa minggu.


“sedang memikirkan apa?” tanya sean membuat andrea tersadar lalu tersenyum pada sean.


“sudah selesai?”


“sudah, dave antar lyin keruang kesehatan sepertinya kakinya terkilir” ujar sean pada dave.


“siap boss”


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2