
Bab 57
Disinilah mereka sekarang, dikantor polisi. Samuel sedang berurusan dengan polisi sementara Andrea mengobati luka Alex.
“ahkh, pelan-pelan kak. Sakit” ujar Alex menjauhkan wajahnya dari tangan Andrea yang sedang mengobati lukanya.
“jangan lebai, mangkanya jangan lemah” ujar Andrea menekan kuat-kuat luka disudut bibir Alex hingga Alex berteriak kencang.
“KAKAK!” rengek Alex menatap Andrea sambil cemberut.
“baiklah, kakak akan pelan-pelan” ujar Andrea mengobati luka Alex dengan pelan.
“20 kali lipat” ujar Alex lagi membuat Andrea menganggukan kepalanya.
“apapun yang kau mau” ujar Andrea, Andrea merasa bersalah karena telah melibatkan Alex dan lihat lah sekarang adik sewata wayangnya jadi terluka.
“aku mau komputer baru karena komputerku yang sekarang suka ngleg terus aku juga mau game keluaran terbaru” ujar Alex lagi, Andrea menganggukan kepalanya.
“iya”
“Dhea!” panggil ibu Samuel dan menghampiri Alex dan Andrea,
“ada apa sebenarnya?” tanya ibu Samuel menatap wajah Alex yang luka lebam karena perbuatan putranya.
“jadi begini bun, bunda tau kan teman Dhea yang namannya Sindi?”
“iya bunda tahu kenapa?”
“Sindi hamil bun”
__ADS_1
“dan...”
“dan apa?” tanya ibu Samuel penasaran, sekarang jantungnya harap-harap cemas.
“dia hamil anak nya Samuel bun”
“APA!”
Andrea tidak menutup telinganya, karena ia tidak reflek Andrea lama.
“itu alasan Dhea dan Muel pisah bun, tapi Muel tidak terima dia membuat adik Dhea jadi seperti ini. yang lebih parahnya lagi bun, Muel meminta teman Dhea untuk menggugurkan kandungannya”
“APA!.”
Sekarang Andrea sempat menutup telinganya, Alex menatap kakaknya dan ibu dari Samuel bergantian. Kakanya ini ratu drama sekali. Pikir Alex sambil geleng-geleng kepala.
“lalu temanmu...” andrea menggelengkan kepalanya
Ibu Samuel menghela nafas lega, putranya memang sangat keterlaluan sekali. Ibu Samuel juga sangat kecewa dengan putra satu-satunya itu.
“maafkan Dhea bun, seharusnya bunda tahu nya dari Muel bukan dari Dhea”
“tidak apa-apa sayang, baguslah kalau kalian pisah. Kalau tidak bunda tidak akan merestui kalian. Anak bunda tidak pantas untuk kamu. Kamu terlalu baik untuk pria kurang ajar seperti Muel”
Andrea menganggukan kepalanya lalu memeluk Ibu Samuel. Didalam pelukan Andrea tersenyum karena rencananya berhasil.
“Dhea sama Alex pulang duluan bun, sudah dicari mami”
“iya sayang, kalian hati-hati”
__ADS_1
“bunda!” panggil Samuel ketika melihat bundanya datang kekantor polisi.
“nikahin dia!” perintah ibu Samuel membuat Samuel menggelengkan kepalanya.
“tidaka akan bun, aku ga bakalan nikah kalau bukan sama Dhea”
Plakkk
Samuel mendapat tamparan keras dari bundanya,
“kau dengan Dhea sama sekali tidak layak nak, Dhea wanita baik tidak cocok denganmu. Sadarlah!”
“tapi bun, ini semua fitnah. Aku tidak pernah tidur dengan Sindi bahkan menghamilinya saja tidak!”
“jangan bohong kau!”
“baiklah, aku mengaku bun. Aku dijebak bun sumpah. Dia saja yang genit menggodaku aku sama sekali....”
PLAKK
Lagi, Samuel mendapat tamparan keras dari bundanya.
“tutup mulutmu! Nikahin dia atau kau bukan lagi anak bunda” Samuel diam tidak bisa berkata apa-apa lagi. Bundanya adalah satu-satunya keluarganya setelah ayahnya meninggalkan mereka demi wanita lain.
“bunda tidak membesarkan mu untuk menjadi seperti ayahmu. Hiks” ujar Bundanya sudah dengan menangis.
“bun”
“dengarkan bunda, kalau kau tidak menikahinya bunda benar-benar menganggapmu sudah mati” ujar bundanya meninggalkan Samuel yang masih terdiam beku ditempatnya.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,