
Bab 61a
Andrea tidak membuka pintu apartemennya karena yang membunyikan bel adalah Dave, Andrea mengabaikan Dave.
Andrea mengabaikan bunyi bel dengan menonton televisi dengan suara keras, Andrea memakan buah-buahan yang sudah ia potong menjadi kecil-kecil. Mungkin Andrea sedangg mengidam karena itulah Andrea sangat menginginkan makan buah-buahan.
Andrea langsung menoleh kepintu apartemennya karena ada yang menerobos masuk, ya orang yang menerobos masuk itu adalah Dave.
“kau! Dari mana kau tahu sandi Apartemenku!” teriak Andrea menatap Dave dengan tajam.
Dengan santainya Dave mengangkat kunci cadangan jika pemilik apartemen lupa kata sandinya dan ingin segera masuk dengan cepat.
“dari mana kau mendapatkannya?” tanya Andrea mendekati Dave.
“dari bos tentu saja, bos sudah mengira ini akan terjadi mangkanya dia memberikan aku ini” jawab Dave santai lalu duduk tanpa diminta.
Andrea tidak bisa berkata-kata lagi, ingin sekali ia menjambak rambut Dave dengan kencang dan menyuruhnya pergi.
“lalu dimana bosmu?” tanya Andrea lagi
“bos?”
“iya bos mu!” ujar Andrea gemas sendiri
__ADS_1
“oh, bos sedang ada urusan penting! Walaupun ada waktu tetap saja aku yang akan menjaga bu bos galak” jawab Dave memakan buah-buahan yang sudah dipotong kecil-kecil milik Andrea.
Mata Andrea memanas ketika melihat Dave memakannya dengan santainya, beberapa menit kemudian Andrea menangis dengan keras. Efek dari mengandung Andrea sekarang menjadi sangat sensitif dengan hal apapun.
Dave yang mendengar Andrea menangis langsung gelabakan sendiri, ingin mendiamkan Andrea tapi ia tidak tahu caranya. Memeluk dan menenangkan Andrea? Bisa mati ia ditangan bosnya.
“kau kenapa menangis? tolong diamlah” ujar Dave berdiri didepan Andrea
Bukannya tangis Andrea reda malah Andrea semakin menangis,
Dave tidak bisa memeluk Andrea jadilah ia berlutut didepan Andrea sambil menangkupkan kedua tangannya didadanya.
“maafkan aku, tolong jangan menangis. Kalau kau menangis bisa mati aku ditangan bos” pinta Dave dengan suara putus asa.
Dave menganggukan kepalanya, pantas saja Andrea menangis ia memakan buah Andrea tanpa izin dari pemiliknya. Dave menggerutuki dirinya sendiri, sudah jelas ibu hamil itu sensitif.
“akan aku belikan yang baru”
“yang banyak”
“iya tapi jangan menangis”
“janji”
__ADS_1
“iya aku berjanji tapi kau jangan menangis”
Andrea menganggukan kepalanya, air matanya berhenti dengan sendirinya membuat Dave tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Sean baru saja pulang kerja tapi ayahnya Mr. Martadinata menyuruhnya untuk mampir makan malam dirumahnya. Sean menolak tentu saja tapi adik nya Lyin sudah disana karena diculik saat Lyin sedang kuliah. Mau tidak mau Sean harus kerumah keluarga nya untuk makan malam bersama, Sean sangat yakin ini bukan makan malam biasa tapi makan malam yang sudah direncanakan.
Sean tanpa basa-basi langsung duduk disebelah Lyin, Lyin tersenyum pada Sean lalu berbisik.
“kenapa kakak kesini?” bisiknya membuat Sean hanya mengangkat kedua bahunya, Lyin menjadi cemberut membuat Sean gemas dan mengacak rambut Lyin.
“rambut aku berantakan kak” ujar Lyin kesal sambil merapikan rambutnya.
“ehem” ujar Mr. Martadinata membuat Lyin diam dan mulai makan malam.
“jangan makan dulu!” ujar Ibunya ketika Lyin sedang ingin menyuapkan sendok kedalam mulutnya.
“kita masih menunggu tamu, letak kembali sendokmu!” perintah Mr. Martadinata, Lyin menganggukan kepalanya dan meletakan kembali sendoknya yang sudah berisi nisa dan lauknya.
“selamat malam om, tante, maaf Crystal terlambat”
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1