Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 23a


__ADS_3

Bab 23a


BYUR...........


“DHEA!” teriak sean langsung berlari dan melompat kedalam kolam berenang.


Senyum andrea mengembang ketika melihat sean datang padanya,


“kalian selamat” guman andrea lalu menutup matanya.


Andrea sedang malas berenang jadi ia membiarkan sean untuk membawanya keatas. Sean meletakan andrea kelantai lalu memompa jantung andrea.


“sayang bangun, kumohon. Maafkan aku” ujar sean terus memompa dada andrea. Andrea menggigit bibirnya karena tidak tahan dengan rengean sean. Andrea mau langsung bangun ketika sean mengangkatnya tapi sean lebih dulu memompa dadanya.


Sean mendekatkan mulutnya memberikan andrea nafas buatan,


“bertahanlah sayang, TUNGGU APA LAGI! PANGGIL DOKTER SEGERA!” teriak sean membuat andrea mereasa telinganya akan segera tuli.


“sayang...kumohon tuhan” ujar sean terus memberikan nafas buatan untuk andrea.

__ADS_1


Andrea sungguh tidak tahan lagi, ia seperti orang sekarat saja. Andrea langsung bangun dan duduk sehingga dia dan sean saling berhadapan.


“syukurlah kau tidak apa-apa sayang” ujar sean senang langsung membawa andrea kedalam pelukannya. Andrea menghela nafas dan melepaskan pelukan mereka, ini sudah seperti drama saja.


Andrea mengambil tangan sean yang tadi berdarah, andrea menatap sean dengan tatapan tajam.


“ini tidak parah sayang” ujar sean tapi tidak ada sahutan dari andrea. Andrea membawa sean berdiri,


“tolong bawa mereka keruang kesehatan dan minta dokter mengobatinya” ujar andrea sebelum membawa sean kedalam kamar mereka.


“sayang, ganti pakaian. Dingin nanti sakit” ujar sean pelan ketika andrea mengambil kotak obat untuknya.


“setelah mengobati lukamu” ujar andrea mengobati luka sean, sean sama sekali tidak meringis atau pun mengeluh sakit padahal lukanya sangat parah, andrea bahkan bisa melihat tulang jari sean.


Andrea mulai menangis membuat sean jadi serba salah salah sekarang,


“sayang kau kenapa? Sulit bernafas? Dingin? Sudah kubilang bukan ganti pakaian dulu” ujar sean membuat andrea mendongak kearahh sean dengan air mata yang banyak bergenang dimata andrea. Bisa-bisanya sean memikirkan dirinya sekarang padahal sean lah yang harus diobati.


“kenapa kau tidak mengeluh sakit ketika aku mengobatimu” ujar andrea sambil memaskankan perban ditangan sean, sean menatap andrea lalu tersenyum. Khawatir ternyata.

__ADS_1


“karena memang tidak sakit” jawab sean sambil menunjukan tangannya pada andrea. Bukannya tangia andrea berkurang ketika sean menjawab andrea tapi tangis andrea semakin kencang.


“sayang, kau kenapa lagi” ujar sean panik sambil menghapus air mata andrea yang tak kunjung berhenti.


“aku mewakilimu” ujar andrea masih dengan terisak membuat sean mengerutkan keningnya.


“mewakiliku?” tanya sean bingung.


“kau ini bodoh sekali, tentu saja aku mewakilimu karena kau tidak meringis dengan luka separah itu” ujar andrea membuat sean membuka mulutnya tidak percaya atas apa dengan penuturan andrea tadi.


“tentu saja aku tidak menangis sayang, pria tidak menangis karena luka seperti ini” ujar sean hati-hati,


“mangka dari itu aku mewakilimu, karena kalian pria sok kuat dan gengsi untuk menangis” jawab andrea menghapus air matanya.


Andrea berdiri dari duduknya dan mengambil pakaiannya, sekarang andrea baru merasakan dingin.


Andrea pergi mengganti pakaian meninggalkan sean, sean yang ditinggalkan memiringkan kepalanya. tadi itu andrea kenapa?


Sean menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian ia tersenyum karena andrea khawatir terhadap dirinya.

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,


__ADS_2