
Bab 82
Andrea masuk kedalam IGD setelah memakai baju medis, Andrea duduk disebelah Sean. Andrea mengambil tangan kanan Sean dan menciumnya, tanpa Andrea minta air matanya jatuh begitu saja membasahi wajahnya.
“tolong cepat sadar, jangan tidur terlalu lama” ujar Andrea mencium berkali-kali tangan Sean.
Andrea mengalihkan tangan Sean keperutnya, mengerahkan agar tangan Sean mengelus perut datarnya.
“disini ada nyawa yang juga menunggumu, cepatlah sadar dan saling berkenalan” ujar Andrea lagi sambil menghisap ingusnya.
Andrea menggenggam lagi tangan Sean lalu menciumnya berkali-kali, sungguh Andrea tidak ingin Sean jadi begini. Jika saja Andrea tetap tinggal di mansion Sean yang terbilang paling aman pasti Andrea tidak akan diculik dan Sean tidak akan sekarat.
__ADS_1
Andrea benci menjadi penyebab orang yang disayanginya menjadi celaka, Andrea mencium kening Sean dengan lembut berharap Sean akan sadar jika ia menciumnya. Tapi, Andrea mempertawakan dirinya sendiri karena ia kehidupan nyata bukan dunia dongeng.
Andrea menghabiskan waktunya bersama Sean, Andrea bercerita tentang bayi mereka yang selalu bertingkah nakal.
Setelah bercerita pada Sean, Andrea keluar dari ruangan Sean dan menemukan Dave yang sedang menunggu karena ia ingin menjenguk Sean juga.
“maaf karena menunggu lama” ujar Andrea membuat Dave menganggukan kepalanya lalu masuk kedalam ruang IGD.
Andrea duduk dikursi tunggu, Andrea tidak mau berpikir yang macam-macam tapi kenyataannya Andrea sudah berpikir yang macam-macam. Dunia Sean sangatlah berbahaya untuk Sean dan Andrea tidak akan membiarkan Sean berada didunia gelap itu, karena kekuasaan seseorang mampu mencelakai dan mengkhianati. Padahal Sean sudah memberikan kekuasaannya tapi manusia tidak pernah puas kakak dari Crystal ingin Sean mati. Tapi, lagi-lagi Andrea menghela nafas berat, dunia Sean adalah dunia Sean, Andrea tidak punya hak untuk menghentikan gerakan Sean apalagi bisnis dunia gelap sudah Sean tekuni dari usia belasan tahun tentu saja berat untuk melepaskannya. Walaupun Andrea punya hak untuk menghentikannya tetap saja Andrea tidak akan melakukannya karena semua itu adalah hak Sean.
Andrea sangat lah mencintai Sean jadi dia tidak mau kehilangan Sean lagi, Andrea tahu sekarang Sean pasti kuat dan akan cepat pulih. Sean yang ia kenal adalah pria yang bertekat kuat jadi Andrea percaya Sean akan segera melewati masa kritisnya.
__ADS_1
Andrea menatap kuku-kuku tanganya lalu menatap langit-langit rumah sakit, ia mengedip-ngedipkan matanya lalu menghapus air mata yang turun tanpa ia minta.
‘Tuhan tolong biarkan aku mencintainya, buat Sean sadar Tuhan agar aku bisa melakukan tugasku untuk mencintainya’ doa Andrea didalam hatinya.
Benar, Andrea ingin Sean sadar dan menunjukan cinta nya pada Sean. Andrea mencintai Sean tanpa batas dan bodohnya Andrea baru menyadari baru-baru ini.
Andrea menatap orang-orang Sean yang menjaga Sean dari luar, orang-orang ini sama sekali tidak mempunyai ekpresi kecuali tatapan datar.
Tak lama kemudian Dave keluar dari ruang IGD membuat Andrea berdiri lalu duduk lagi, melihat dari ekpresi Dave sekarang pastilah Sean masih dalam keadaan yang sama.
“kak? Mau temani Lyin makan?”
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,