Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 94


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAINđŸ”„ MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


Seminggu setelah kejadian kecelakaan Dave yang tertembak sekarang Dave sudah baik-baik saja, Lyin dan Dave bersama? Tentu saja sekarang mereka semakin dekat saja, Dave bahkan mengantar jemput Lyin karena cemburu dengan Dino yang kata Andrea menyukai Lyin.


Hari ini Sean libur bekerja karena memang hari ini hari libur, Sean menghabiskan waktunya untuk Andrea dan calon anaknya.


“sayang” ujar Andrea didalam pelukan Sean.


“apa sayang?”


“sepertinya aku ngidam” ujar Andrea membuat Sean langsung bangkit dari tidurnya, membuat Andrea ikut duduk disamping Sean.


“katakan sayang apa yang kau mau?” tanya Sean membuat senyum Andrea mengembang indah dibibirnya.


“aku mau jus” pinta Andrea.


“jus apa sayang?” tanya Sean sangat antusias, karena baru sekarang Sean mendengar istrinya meminta idaman padanya.


“jus jeruk nipis” jawab Andrea membuat Sean mengerutkan keningnya, Serius sayang?


“jeruk yang lain bagaimana? Jeruk nipis sangat asam apalagi sekarang masih pagi, kalau kau sakit perut...”


Perkataan Sean terhenti ketika melihat mata istrinya sudah berair ingin menangis, Sean langsung memeluk istrinya.


“baiklah, mari kita kedapur akan aku buatkan” ujar Sean sambil mengelus kepala Andrea, Andrea mengembangkan senyumnya lalu memegang erat leher Sean. Sean tersenyum lalu mengangkat Andrea dalam gendongannya, Sean menggendong Andrea seperti menggendong bayi koala.

__ADS_1


Sean mendudukan Andrea diatas meja lalu berjalan kearah kepala Yun yang berdiri tidak jauh dari mereka.


“tolong ambilkan jeruk dinipis dibelakang” pinta Sean membuat kepala Yun menganggukan kepalanya. kepala Yun dan beberapa pelayan langsung ketaman belakang dimana jeruk nipis itu ditanam.


Sean kembali mendekat pada Andrea dan merapikan anak-anak rambut yang menganggu wajah istrinya, tangan Sean turun keperut Andrea yang sudah agak membuncit. Andrea tersenyum membiarkan tangan Sean berada diperutnya.


“sudah agak membuncit” ujar Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya, Sean menghadap perut Andrea lalu mengangkat kemeja kebesaran milik Sean, Sean mencium perut istrinya dengan sayang.


“baik-baik disini ya sayang” ujar Sean,


“siap daddy” Andrea menjawab Sean dengan suara yang dibuat seperti anak kecil, Sean mengelus kepala istrinya sayang lalu mengecup bibir manis itu.


“tuan, jeruk nipis nya” ujar kepala Yun menyerahkan wadah jeruk nipis pada Sean.


“terima kasih”


Sean mulai membuat jus jeruk nipis yang diingin kan oleh Andrea, tentu saja Sean membuatnya dengan penuh kasih sayang. Hanya butuh 10 menit bagi Sean untuk membuat jus jeruk nipis, Sean menghampiri Andrea yang setia menunggunya.


“ini sayang” ujar Sean memberikan jus yang baru saja ia buat, Andrea menggelengkan kepalanya membuat kening Sean mengerut.


“buat dua” pinta Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya, Sean kembali membuat jus jeruk nipis sesuai dengan keinginan Andrea.


“panggil Dave” pinta Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya lagi,


“kau tolong panggilkan Dave!”


“baik tuan”

__ADS_1


Tidak lama kemudian Dave datang kedapur membuat Andrea bertepuk tangan kecil, Dave dengan mals mendekati Andrea dan Sean. Dave tahu sekarang ada yang tidak beres, tapi Dave tidak tahu apa itu.


“aku mau kalian minum ini” pinta Andrea membuat Sean langsung menganggukan kepalanya tapi tidak dengan Dave.


“baiklah sayang, apapun yang kau mau” ujar Sean langsung menghabiskan jus jeruk nipisnya dengan sekali teguk. Andrea tersenyum lalu mencium agak lama bibir Sean yang habis meminum jus jeruk nipis.


“muaaachhhhhhhhhh” ujar Andrea lalu tertawa ketika Sean balas mencium bibir nya sekilas.


“manis” ujar Andrea membuat Dave menatap ngeri jus jeruk nipis.


Andrea menatap Dave dengan penuh harap, bahkan Andrea sudah mengedip-ngedipkan matanya membuat Dave kesal saja karena tidak bisa menolak Andrea.


“aku tidak mau, asam. Aku masih waras untuk kesehatan gigi dan mulutku” ujar Dave frustasi sendiri.


“minum saja, susah sekali” ujar Sean membuat Dave menatap Sean dengan tajam.


“bicara memang mudah bos, kau enak tidak bisa merasakan asam lah aku?”


Andrea mulai menarik ingus nya dengan agak keras membuat Sean dan Dave kompak menatap Andrea yang sekarang bersiap-siap untuk menangis.


Dave menghela nafas kasar lalu mengambil jus jeruk nipis,


“baiklah akan aku minum” ujar Dave lalu meminum jus jeruk itu dengan satu tegukan sama seperti Sean tadi.


“ASAMMMMM SEKALIIII!” terik Dave langsung meminum air putih banyak-banyak.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2