
Bab 51a
Andrea menginjak perut Samuel hingga Samuel merintih dengan kuat, mengalahkan Samuel bukanlah hal yang susah Andrea lakukan mengingat dia adalah sabuk tertinggi dalam bela diri, Samuel bukan lah lawannya.
“dengarkan aku baik-baik! Aku sudah tidak mencintaimu lagi. Katakanlah aku adalah wanita jahat yang belakangan ini selalu mencari alasan untuk memutuskan hubungan denganmu, tapi kau sangat peka ternyata sebelum aku putuskan kau membuka jalan untuk ku memutuskan hubungan denganmu!” ujar Andrea tidak mau betele-tele lagi menghadapi Samuel, jika Samuel mengira dirinya tidak serius maka Samuel benar-benar tidak mengenalnya selama ini.
“sayang, uhuk..aku tahu kau berbohong jangan bersandiwara” ujar Samuel sambil terbatuk darah dan masih terkapar diaspal dengan kaki Andrea diatas perutnya,
“bohong? Tidak sama sekali, kalau kau menganggap aku berbohong maka kau tidak mengenalku selama kita berhubungan”
Samuel terdiam, benar Samuel tidak melihat kebohongan dari mata Andrea. Andrea mengatakan semuanya dengan benar dan tidak ada kebohongan sama sekali. Hanya saja Samuel menolak itu semua, baginya Andrea adalah wanitanya.
“siapa pria itu?” tanya Samuel pelan membuat Andrea langsung menyingkirkan kakinya dari perut Samuel.
“pria itu? Kalau pun aku beri tahu kau tidak akan bisa bertemu dengannya. Kalau pun bisa kau tidak bisa menyentuhnya. Tidak bisa” jawab Andrea sambil mengibaskan rambutnya kesamping.
“ingat ini! kita tidak ada hubungan lagi jadi jangan menganggu!” peringat Andrea membebarkan kemejanya, untung saja hari ini Andrea memutuskan memakai celana, pilihan tepat untuk memberi pelajaran pada Samuel.
__ADS_1
“sudah berapa lama?” tanya Samuel bangkit dan dengan susah payah berdiri tegak dan menghadap Andrea.
“aku tidak menghitungnya, tidak lama kira-kira sewaktu aku menghilang dihari pernikahan kita” jawab Andrea membuat Samuel tanpa sadar menggeretakan gigi-giginya.
“apa saja yang telah kalian lakukan?”
“banyak sekali, tapi untuk apa aku beri tahu”
“KATAKAN PADA KU DHEA!” teriak Samuel membuat Andrea memutar bola matanya dengan malas.
Andrea berjalan mendekat kearah Samuel dan berbisik ketelinganya.
“kenapa kau melakukannya?”
“sudah jelas karena aku mencintainya” jawab Andrea acuh. Samuel yang tidak terima langsung mencium paksa Andrea.
‘sudah babak belur masih saja lancang!’ batin Andrea jengah atas tingkah Samuel.
__ADS_1
Andrea menendang ******** Samuel hingga mau tidak mau Samuel melepaskan ciuman paksanya.
“kenapa kau melakukan itu, kau selalu menolak bercinta dengan ku”
“bukankah sudah jelas, aku telah mengkhianatimu lebih dulu dan sekarang kita impas. Bye, kita tidak akan bertemu lagi” ujar Andrea sambil menepuk pundak Samuel.
Andrea pikir tidak salah nya memberi tahu semuanya pada Samuel, toh memang ia yang lebih dulu berkhianat pada Samuel.
“kau tidak bisa melakukan ini padaku dhea!” teriak Samuel tapi tidak menghentikan langkah Andrea.
“terserah!”
“aku akan membunuhnya dan kau harus kembali padaku!”
Andrea hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya saja, lakukan itu jika kau bisa. Batin Andrea sambil tersenyum sinis.
Andrea lega sekarang karena telah memberi tahu Samuel semuanya, Andrea merasa bebannya sedikit terangkat. Andrea tersenyum lalu masuk kedalam butik karena harus menyapa para pekerjanya.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,