
Bab 19 (Rachel & Dave)
“loius sialan!” gerutu dave mencuci tangannya karena darah loius yang menempel ditangannya akibat dipukuli dan disiksa oleh dave dan yang laiinya.
Pria tua itu terlalu dimanjakan sehingga tidak juga membuka mulutnya, padahal sudah 3 hari dari hari kejadian dimana loius mengkhianati sean bosnya.
‘hari ini saja, besok akan ku pastikan lebih baik kau mati jika tidak memberi tahu siapa yang menyuruhmu!’ ujar dave mematikan kran air.
“masih belum tidur?” tanya dave pada lyin yang sedang menatap bintang dilangit.
“hm, kakak sendiri?” tanya lyin ketika dave menghampiri dan berdiri disampingnya, sekarang detak jantung lyin berdetak 2 kali lebih cepat dari detak normal.
“kakak mau tidur sekarang, kau juga harus tidur” ujar dave membuat lyin tersenyum hangat pada dave.
__ADS_1
“cepat masuk, diluar dingin” ujar dave mengelus sayang kepala lyin membuat lyin membeku ditempatnya.
“ah, malah melamun. Ayo kakak sudah dingin” ujar dave lagi membuat lyin tersadar lalu menganggukan kepalanya.
“selamat malam kak” pamit lyin ketika mereka sudah didalam mansion.
“hm, kau mimpi indah”
“kakak juga” ujar lyin berusaha membuat suaranya terdengar normal lalu pergi masuk kedalam kamarnya.
dave masuk kedalam kamarnya dan menemukan rachel sudah tertidur pulas diatas sofa, dave menghampiri rachel lalu membenarkan letak selimut rachel. Dave sama sekali tidak mau rachel tidur disofa tapi karena wanita itu bersikukuh keras dave bisa apa.
Dave sangat mencintai rachel tapi rachel sangat membencinya, melihat rachel merasa tersiksa setiap harinya membuat hati dave juga sakit dave juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh rachel.
__ADS_1
Deva ingin sekali membebaskan rachel tapi wanita itu tidak ada seorang pun disisinya karena rachel sama seperti dirinya tidak mempunyai keluarga. Dan menurut pengalaman hidup dave, hidup diluaran sana sangat keras jangan mengatakan kehidupan luar kehidupan disini saja sudah sangat keras apalagi duluar sana. Dave tidak yakin rachel bisa bertahan hidup, setidaknya walaupun rachel merasa hidupnya dineraka dengan tinggal bersamanya yang penting rachel bisa bertahan hidup.
Sedangkan dikamarnya,lyin menggigit selimutnya karena ingin berteriak sekencang-kencangnya. Hari ini entah kenapa jantung lyin berdetak lebih kencang karena dave, biasanya jantung lyin selalu berdetak tidak normal bila bersama dave tapi kali ini lebih kencang lagi.
Lyin mematikan lampunya, malam ini ia akan tidur dengan sangat nyenyak dan memimpikan dirinyya bersama dengan dave.
Rachel terbangun dari tidurnya ketika mengetahui dave sudah tidur. Rachel berjalan menuju beranda menikmati angin malam.
Rachel menatap langit seakan bertanya sampai kapan ia akan menderita seperti ini? apa tidak ada lagi jalan keluar baginya untuk hidup dengan bebas?
Rachel memejamkan matanya sambil menikmati angin yang menerpa wajahnya, setelah puas dengan angin malam rachel kembali kekamar. Rachel mengambil obat tidurnya dan menelan beberapa, sudah menjadi kebiasaan bagi rachel menelan obat tidur karena memang ia tidak pernah bisa tidur hanya berkat obat itu rachel bisa tidur dengan nyaman.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
__ADS_1
To be continue,