
Bab 22a
Andrea mengeluarkan cup cakenya dari oven, andrea tersenyum bangga karena cup cake nya jadi sesuai dengan rencananya. ‘kerja bagus dhea’ andrea memuji dirinya sendiri.
“coba ciciplah” ujar andrea meminta kepala yun untuk mencoba cup cake buatannya.
“bagaimana?” tanya andrea menatap kepala yun dengan penuh harap.
“luar biasa, enak sekali nona” jawab kepala yun sambil mengangkat jempol kirinya karena tangan kanannya memegang cup cake.
“baguslah, tolong bagi-bagikan dengan yang lainnya” pinta andrea lalu membersihkan dapur karena kekacauan yang telah ia buat.
Andrea juga mencuci peralatan membuat cup cakenya tadi, kepala yun hanya bisa mengangkat kedua bahunya ketika salah satu pelayan bertanya pada kepala yun tentang andrea yang membersihkan sendiri peralatan memasaknya. Kepala yun tidak bisa berbuat apa-apa karena kemarin tuannya sudah memberi tahu jangan ikut campur dengan apa yang telah andrea lakukan.
__ADS_1
Kepala yun membagi-bagika cup cake buatan andrea pada yang lainnya sesuai dengan keinginan nonanya.
Andrea mengelap tangannya ketika ia sudah membersihkan dan mencuci peralatan masaknya. Andrea meletakan celemek ketempat asalnya.
Andrea meregangkan otot-ototnya lalu masuk kekamar untuk mengganti pakaian yang sudah dipenuhi oleh tepung.
Andrea berjalan-jalan disekitar taman belakang melihat-lihat bunga mawar hitam, lama andrea duduk dikursi taman ia merasa sangat bosan.
Karena tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan bosan andrea memilih untuk berkeliling mansion. Tepat dibelakang taman ada ruang seperti ruang bawa tanah andrea ingin sekali masuk dan melihat ruang bawah tanah tapi ruangan itu terkunci.
Perkataan sean terngiang dikepala andrea ketika ia melewati kolam berenang, senyum diwajahnya terbit. Andrea akan berenang sekarang untuk menghilangkan rasa bosannya.
Andrea berjalan dengan riang menuju kamarnya mencari baju untuk renangnya, lagi-lagi andrea tersenyum senang karena menemukan baju renang didalam lemari pakaian.
__ADS_1
Andrea memakai handuk mandi dengan didalamnya baju renang, andrea bersenangdung riang dengan menggerak-gerakan badannya.
“aku mau berang, kalian tunggu disini” ujar andrea memberi intruksi agar dua orang berbadan 2 kali lipat dari andrea. Kedua orang itu menganggukan kepala dan membukakan pintu untuk andrea. Sesuai dengan perintah andrea mereka berdua menunggu diluar.
Andrea membuka handuknya lalu mulai berenang, andrea mulai berenang dengan gaya bebas. Andrea sangat menyukai berenang, renang adalah salah satu olahraga yang paling ia sukai dan kuasai. Andrea bahkan bisa menahan nafas didalam air dalam 3 menit, dulu sewaktukecil ayahnya vino sangat khawatir ketika andrea kecil sedang menyelam dalam air dan tidak keluar-keluar.
Andrea terus berennang tidak tahu waktu, sudah 2 jam lebih ia berennagg tapi andrea sama sekali tidak ada niatan untuk keluar dari kolam berenang. Andrea menyelam dalam air kurang lebih 3 menit ia keluar dari air, andrea lalu berenang kesana kesini menggerakna kedua tangannya yang sudah agak kaku karena sangat jarang berenang akhir-akhir ini.
“SIALAN! MAU MATI KALIAN HAH!” teriak sean memukuli bawahannya membuat andrea yang sedang berenang terusik karena ada suara gaduh.
Andrea keluar dari kolam berenang dan segera menggunakan handuknya lalu mendatangi keributan. Andrea bahkan hampir terjatuh karena terburu-buru.
“SEAN!”
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,