
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Dave baru saja sampai kemansion ia langsung keruang kerja Sean dan mengerjakan pekerjaan, selama Sean pergi berbulan madu pekerjaan dilimpahkan kepada Dave.
Dave sesekali menguap karena mengantuk, pukul sudah menunjukan pukul 5 sore dan Dave belum juga keluar dari dalam ruang kerja setelah mengantar Lyin.
Dave meregangkan tubuhnya dan mematiakn komputer, pekerjaannya sudah selasai. Dave mengecek ponselnya dan ada pesan masuk dari Lyin yang memintanya untuk menjemput Lyin.
Dave mengambil kunci mobilnya dan menjemput Lyin yang berada dicafe didekat bioskop. Sebelum pergi menjemput Lyin, Dave masuk kedalam kamarnya dan melihat Rachel yang sedang tertidur. Dave menghela nafas lalu menutup kembali pintu lalu pergi menjemput Lyin.
Lyin menunggu Dave didepan cafa ditemani oleh Alex tentu saja, Alex mengangkat panggilan dari ayahnya setelah meminta izin pada Lyin.
“halo pi”
“Alex?”
__ADS_1
“kenapa pi? Kalau mau menelpon mami telpon keponsel Alex saja pi. Ponsel mami dan Alex ketukar”
“baiklah”
Tut
Alex mengangkat kedua bahunya, ini alasannya tidak mau punya ponsel yang samaan tapi apa daya ponsel keluaran terbaru ini hadiah dari kaakak tertuanya Bryan, tidak mungkinkan Alex ingin menukar hadiahnya dengan warna lainnya.
“kak, aku boleh tidak main kemansion?” tanya Alex membuat Lyin langsung menoleh pada Alex.
“tentu saja boleh, tapi kau harus izin dulu dengan orangtuamu” jawab Lyin sambil tersenyum hangat pada Alex.
Berteman dengan Alex lebih seru dari pada berteman dengan teman sekampusnya, ada yang asik tapi tidak seru sama sekali. Bukan berarti mereka bukan level atau apa hanya saja pembicaraan mereka tidak semasukan. Berbeda dengan Alex mereka padahal hanya membicarakan hal-hal kecil namun mereka langsung nyambung seperti kabel WIFI.
Tidak lama kemudian Dave muncul membuat Lyin langsung melambaikan tangannya ketika Dave sedang mencari keberadaannya.
“bye kak, sampai ketemu lagi”
__ADS_1
“bye” ujar Lyin melambaikan tangan dan masuk kedalam mobil.
Setelah mobil yang dibawa Dave pergi Alex menuju motor nya lalu mengendarinya pulang, mengingat hari sudah mau malam.
“terima kasih kak” ujar Lyin lalu menutup pintu mobil,
“hm, beristirahatlah”
Lyin menganggukan kepalanya lalu masuk kedalam kamarnya, Dave masuk kedalam kamarnya dan tidak menemukan keberadaan Rachel, Dave duduk diatas ranjang karena mendengar suara air didalam kamar mandi. Rachel sedang mandi rupanya, Dave berjalan kelemari pakaian dan mengganti kaosnya. Dave sangat malas mandi sekarang, bukan karena ia pemalas tapi karena Dave akan mandi nanti malam. Malam ini ia ada lembur.
Setelah mengganti pakaiannya Dave berguling ditempat tidur menunggu Rachel selesai mandi. ia ingin mencuci wajahnya, walaupun Dave tidak mandi ia tetap harus mencuci wajahnya bukan. Wajah adalah aset masa depan dan Dave percaya itu, mangkanya Dave rela merawat wajahnya dengan produk mahal.
Didalam kamarnya Lyin tidak langsung beristirahat ia masuk kedalam kamar mandi, dan melakukan aktifitas seperti biasanya yaitu mandi. badannya terasa sangat lengket dan Lyin tidak beda dengan keringat, seandainya saja ia seperti Sean kakaknya yang tidak berkeringat Lyin tidak perlu repot-repot untuk mandi.
Sudah 30 menit lebih tapi Rachel tidak muncuk juga dari kamar mandi, awalnya Dave mengabaikannya mungkin Rachel sedang berendam,namun hati dan pikiran Dave tidak sejalan. Dave menjadi cemas sekarang, dengan gerakan cepat Dave langsung mendobrak pintu kamar mandi.
“ACHEL!!!!!”
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,