
Bab 66a
Alex baru saja pulang kerumah setelah orang tua mereka baru saja pulang dari jepang, sekarang Dave datang keapartemennya. Hilang satu muncul satu.
“hai, permen karet kenapa kau kemari lagi!” ujar Andrea kesal karena Dave langsung menyelong masuk kedalam Aparetemennya.
“kenapa kau mau bos yang datang ya?” tanya Dave sambil menaik turunkan alisnya. Andrea tidak menjawab Dave.
“kau tenang saja, setelah urusan bos selesai dari tugasnya dia akan datang sendiri padamu” ujar Dave lagi membuat Andrea cemberut.
“kau mau kemana?” tanya Dave ketika Andrea hendak keluar Apartemen.
“cari makan” jawab Andrea namun langkahnya terhenti karena ia menemukan kamera pengintai super kecil yang senada dengan warna dinding Apartemennya. Andrea tidak tampak asing dengan kamera pengintai itu karena Andrea pernah melihat dikamar Sean.
“apa ini?!” tanya Andrea garang setelah melepaskan kamera pengintai dan memberikannya pada Dave.
“hah? Apa?” tanya Dave balik pura-pura bodoh. Andrea yang hendak keluar mencari makan jadi tidak selera lagi. Andrea mengelilingi apartemennya mencari kamera pengintai. Dave hanya menggelengkan kepala nya lemah. Ternyata Andrea cerdik sekali, Andrea bahkan tahu letak-letak kamare pengintai dipasang.
30 menit bagi Andrea menemukan posisi kamera pengintai, Andrea menemukan 59 kamera pengintai yang dipasang diapartemennya.
__ADS_1
“hanya ini?” tanya Andrea membuat Dave menggelengkan kepalanya.
“satu lagi” jawab Dave jujur, kepalang ketangkap basah lebih baik memberi tahu.
“dimana?”
Dave tegak sebentar dan mengambil kamera pengintai yang dipasang di vas bunga. Andrea hanya bisa menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya meletakan kamera pengintai diapartemennya.
“aku tidak kesal, aku tidak kesal” ujar Andrea pada dirinya sendiri sambil mengelus dadanya, Dave menatap Andrea tidak mengerti.
Tak lama kemudian Andrea mendatangi Dave dan menjambak-jambak rambut Dave, Andrea sangat kesal sekarang.
Dave yang tidak mengira akan diserang oleh Andrea tidak sempat ancang-ancang untuk kabur. Dave hanya bisa merelakan dirinya menjadi amukan Andrea.
“aku tidak kesal” ujar Andrea pergi kedapur lalu minum air mineral.
Dasar aneh dan galak’ komentar Dave merapikan rambutnya. Dave sama sekali tidak mengira Andrea akan menyerangnya karena Andrea mengatakan pada dirinya sendiri ‘aku tidak kesal’
Dave menatap Andrea dengan kesal sambil mengobati goresan diwajahnya dengan obat merah, sudah membuat wajah tampannya kena goresan bukannya mengobatinya malah asik menonton berita. Pokoknya bos nya Sean harus bertanggung jawab atas luka goresan yang ia terima dari amukan Andrea.
__ADS_1
“kenapa lihat-lihat?” tanya Andrea galak membuat Dave menggelengkan kepalanya.
“percaya diri sekali”
Andrea sangat ingin makan seafood sekarang, ia mengambil ponselnya yang ada didekat dengan Dave, Dave menjauhkan kepalanya takut-takut kalau Andrea kembali menyerangnya.
“awas, aku ingin mengambil ponselku!” ujar Andrea membuat Dave langsung menyingkirkan dirinya..
Andrea langsung memesan seafood, Andrea kembali menatap Dave tajam.
“kenapa lihat-lihat!”
“siapa yang melihat mu!” balas Dave tidak terima pada pernyataan Andrea.
Dave bangkit dari duduknya dan meletakan kotak obat ketempat asalnya, setelah meletakan kotak obat ketempatnya Dave membuka kulkas mencari sesuatu yang bisa ia makan. Dave mengambil es krim dan membawanya kedepan televisi.
“terima kasih” ujar Andrea merebut es krim dari tangan Dave lalu membuka bungkusnya seperti tidak bersalah karena telah merebutnya dari Dave.
Dave bangkit kembali dan mengambil es krim yang baru, tidak mau capek-capek berdebat dengan Andrea.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,