Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 63


__ADS_3

Bab 63


Andrea mempunyai jadwal dengan Crystal dibutiknya jam 11 pagi, tentu saja Andrea sudah sampai kebutik jam 10 pagi. Hari ini Crystal ingin membuat gaun untuk ulang tahunnya yang ke 28 tahun. Anak kolomerat emang beda, umur sudah tua seperti ini masih dirayakan ulang tahunya. Andrea, ulang tahun nya yang ke 17 tahun saja untung-untung dirayakan oleh orang tuanya. Meski pun keluarga Andrea berada namun kedua orang tua Andrea selalu mengajarkan hal-hal sederhana. Ayahnya bilang, agar kita bisa seperti orang-orang biasa. Andrea dulu sempat bingung apa maksud ayahnya namun setalah dewasa barulah ia menengerti.


Andrea mengambil gaun dan pakain yang dipesan Crystal seminggu yang lalu, yap Andrea telah menyelesaikan semuanya. Sebenarnya hari ini kerja sama nya dengan Crystal sudah selesai tapi, hari ini Crystal kembali memesan pakaian dari nya.


Tok..tok...


“mbak, Nona Crystal sudah ada didepan” ujar Sekar ketika sudah membuka pintu.


“suruh masuk saja Kar, jangan lupa buatkan minum” jawab Andrea yang langsung diangguki oleh Sekar.


“baik mbak”


Andrea membeku ditempat duduknya karena Crystal masuk dengan orang yang sangat ia kenal, Sean. Senyum yang tadi Andrea siapkan jadi lenyap entah kemana. Namun karena Crystal adalah klienya dan Andrea harus perfesonal Andrea menerbitkan senyumnya.

__ADS_1


“selamat datang, silahkan duduk” ujar Andrea lebih dulu duduk diikuti oleh Sean dan Crystal.


“aku langsung kekantor, masih ada pekerjaan” ujar Sean bangkit dari duduknya. Crystal menganggukan kepalanya.


“nanti kalau kau sudah pulang, telpon aku. Supirku akan menjemputmu” ujar Sean sebelum pergi.


“iya, kau hati-hati dijalan. Bye sayang”


“bye sayang” ujar Sean lalu pergi dari dalam kantor Andrea.


Dada Andrea tiba-tiba sesak ketika Sean juga memanggil Crystal dengan ‘sayang’ Andrea ingin menangis tapi ia menahannya agar tangis nya tidak pecah.


“maaf An, dia manis sekali bukan?” tanya Crystal pada Andrea. Andrea hanya menganggukan kepalanya. Tapi hati nya menjerit ‘manis apanya, menyebalkan iya’ batin Andrea.


Setelah berdiskusi tentang gaun yang Crystal inginkan Andrea memberikan pakaian pesanan Crystal yang telah selesai.

__ADS_1


“terima kasih An, dimana aku harus membayar? Denganmu atau?”


“didepan saja”


“baiklah An, aku permisi. Sekali lagi terima kasih”


“iya sama-sama” jawab Andrea.


Senyum Andre menghilang bersama perginya Crystal dari ruangannya, menyebalkan sekali. Benaraninya wanita itu bersama Sean. Andrea mengacak rambutnya, memangnya siapa dirinya? Andrea sendirilah yang telah membuang Sean, lalu kenapa hatinya kembali berulah.


Andrea tanpa sadar sudah menangis sekarang, Andrea tidak punya solusinya untuk semua ini. Ia ingin kembali pada Sean tapi tidak bisa. Ada Crystal sekarang, dan lagi hubungan mereka tampaknya benar-benar berakhir. Andrea tidak bisa menerima kenyataan.


Andrea menghapus kasar air matanya yang turun tanpa ia minta, Andrea mengambil ponselnya dan menelpon Dave untuk datang kebutik. Andrea butuh kejelasan dan butuh pelampiasan.


Crystal naik kemobil yang telah Sean siapkan untuknya, Crystal tersenyum penuh kemenangan karena telah menunjukan pada Andrea siapa pemilik Sean sekarang yaitu dirinya.

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,


__ADS_2