
Bab 40a
Andrea kembali lagi ketoko-toko yang telah ia kunjungi dengan sindi tadi karena tas nya tertinggal, tentuu saja setelah sindi tenang barulah andrea bisa pergi mencari tasnya.
Sean menghela nafas kasar karena diana mengajak nya berkeliling mencari barang-barang yang akan ia gunakan selagi berlibur.
Diana cuek saja karena sean hanya diam saja selagi menemaninya berbelanja, karena memang sifat sean seperti itu. Mau menemaninya berbelanja saja diana sudah merasa senang.
Selagi diana memilih tas yang ia inginkan sean melihat tas yang sangat familiar, seperti tas andrea. sean mengambil ponselnya dan mengecek keberadaan andrea diponselnya. Selama ini sean memang sengaja meletakan alat pelacak diponsel andrea, agar sean bisa mengetahui keberadaan andrea.
Mata sean membelak karena posisi andrea sekarang berada persis didekatnya, akhir nya sean mendekat pada tas yang sean yakini milik andrea.
Ketika sean ingin mengambil tas itu seorang pegawai toko lebih dulu mengambil tas itu.
__ADS_1
“maaf pak, tas ini tidak untuk dijual. Tas ini milik pelanggan yang tertinggal” ujar pegawai itu tersenyum pada sean, sean hanya menganggukan kepalanya tanda ia mengerti.
“by, coba kau lihat ini. bagus yang kuning atau yang hitam?” tanya diana menyuruh sean untuk memilih, sean menatap datar kedua tas yang ditunjukan pada nya.
“oh, come on baby” ujar diana merengek membuat pengunjung dan pegawai toko melihat padanya karena diana mengatakannya dengan keras, lagi-lagi sean menghela nafas dan menghampiri diana dengan malas.
“bisa tidak jangan membuat malu” ujar sean berbisik membuat diana terkekeh sendiri.
“tidak waras” ujar sean geleng-geleng kepala tidak mengerti lagi dengap diana.
Sean tidak sadar andrea dari tadi sudah memperhatikan mereka berdua, diana dan sean yang sedang berbicara mengenai tas yang akan dibeli oleh wanita itu.
“baby, sayangku. Ck, menggelikan sekali. Ternyata sudah mempunyai wanita baru” ujar andrea sambil menggelengkan kepalanya karena air matanya tiba-tiba jatuh tanpa ia minta.
__ADS_1
Andrea segera menghampiri pegawai toko dan mengambil tasnya, penjaga toko langsung memberikan tas pada andrea tanpa memeriksa identitas lagi karena pegawai itu telah mengecek cctv mengenai siapa pemilik tas itu.
“terima kasih” ujar andrea tersenyum singkat lalu pergi begitu saja, sean yang melihat itu ingin mengejar andrea namun ditahan oleh diana yang masih ingin berkeliling lagi.
“kau bodoh sekali dhea, mana mungkin kau hanya wanita satu-satunya. Jadi lupakan, untuk apa kau bersedih” ujar andrea pada dirinya sendiri ketika ia sudah sampai diparkirang. Pikirannya memang seperti itu tapi tidak dengan hatinya. Mendengar wanita itu memanggil sean sayang rasanya dada andrea ingin meledak karena marah. Tapi, apa daya sean memang bukan takdirnya dan andrea tidak punya hak untuk marah.
Andrea menghapus air matanya yang lagi-lagi jatuh tanpa ia minta, andrea masuk kedalam mobil dan menemukan sindi yang sudah tertidur pulas. Ah, sahabatnya ini pasti kelelahan karena sudah menangis begitu lama.
Andrea membenarkan posisi tidur sindi barulah ia melajukan mobilnya kejalanan raya. Andrea menghidupkan radio dengan volume kecil agar tidak menganggu tidur sindi. Andrea sengaja menghidupkan radio agar tidak ada keheningan didalam mobilnya mengingat sindi sekarang sedang tidur.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1