
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAINđ„ MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREAđ GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING đ
Sean baru saja mendapat telpon dari mansion, dan dari raut wajah Sean, Andrea bisa melihat kegelisahan dan kekhawatiran dimata suaminya. Ada apa yang terjadi di mansion?
âsayangâ panggil Sean menghampiri Andrea lalu memeluk istrinya dengan erat. Andrea tidak berbicara apa-apa ia hanya memeluk Sean sambil menepuk punggung suaminya pelan.
âkalau kita pulang sekarang...â
âiya tidak apa-apaâ jawab Andrea memotong perkataan Sean, Sean menatap istirnya. Andrea tersenyum sambil menganggukan kepala. Andrea memang tidak tahu apa-apa yang terjadi dimansion tapi perasaan Andrea mengatakan jika ada yang terjadi dimansion.
Sean menatap wanitanya, ia merasa serba salah sekarang. Mereka sedang berbulan madu sekarang tapi karena ada masalah dimansion Sean terpaksa meminta Andrea untuk pulang.
âDave tertembak dikepalanya dan sekarang sedang kritisâ ujar Sean membuat Andrea membelakan matanya.
âjadi tunggu apa lagi sayang, Dave sangat butuh kita sekarangâ ujar Andrea berdiri sambil berdecak pinggang.
__ADS_1
Sean tersenyum lalu berdiri menghampiri Andrea, membiarkan pakaian mereka yang masih dikamar hotel tanpa mereka kemasi dan mereka bawa. Toh, Sean banyak bawahan yang bisa mengambil pakaian mereka dibuang pun tidak masalah.
Sean dan Andrea berada dipesawat pribadi milik Sean sekarang, Andrea memegang tangan suaminya dan tersenyum. Dave? Tentu saja Andrea tahu apa arti Dave bagi Sean, Dave sudah seperti saudara kandung bagi suaminya tentu saja Sean sangat cemas dan khawatir sekarang ini.
Sean keluar dari mobil lebih dulu meninggalkan Andrea yang masih dibelakannya, Sean berhenti sebentar lalu menghampiri wanitanya dan memegang tangan Andrea. sepanik apapun Sean, Sean tidak akan melupakan Andrea sedikit pun. Sudah Sean katakan dunia Sean hanya berpusat pada Andrea.
âdimana Dave?â tanya Sean ketika sampai dimansion.
âdiruang kesehatan kak, masih diperiksa paman Kevinâ jawab Lyin karena hanya Lyin lah yang sama seperti Sean, Khawatir pada Dave. Rachel? Tentu saja tidak, lihat lah wajahnya bahkan terlihat senang.
âsekarang?â tanya Sean dengan suara yang lemah.
âmasih diperiksa paman Kevin kakâ
Sean mengangguk lemah lalu duduk ditemani oleh Andrea,
âkenapa semua orang terlihat khawatir?â tanya Rachel membuat semua pandangan tertuju padanya. Sean menatap tajam kearah Rachel.
__ADS_1
âini lah kenapa aku selalu meminta Dave meninggalkanmuâ ujar Sean membuat Rachel mengangkat kedua bahunya.
âbiarkan saja dia mati! Toh, kalian tidak rugi sama sekali. Aku bisa pergi kalian bisa terbebas dari pria menjijikan ituâ ujar Rachel lagi membuat Sean langsung berdiri dan meletakan pistolnya tepat dikepala Rachel. Rachel tidak terlihat takut ia malah menatap Sean dengan tatapan menantang.
Andrea menghampiri Sean dan mengambil alih pistol Sean,
âsayang, biarkan saja dia ya. Kita harus menunggu dokter Kevin keluar setelah memeriksa Daveâ ujar Andrea membuat Sean mau tak mau mengikuti Andrea untuk kembali duduk.
âkalian kenapa begitu peduli padanya! biarkan saja dia mati! Biarkan aku pergi dari sini!â teriak Rachel frustasi. Sean bangkit dari duduknya ingin memberi pelajaran pada Rachel agar menutup mulut busuknya itu.
Plak
Satu tamparan berhasil melayang kewajah mulus Rachel,
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1