Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 95


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


Sesuai dengan perkataan Sean tempo hari, masalah Sean yang akan meninggalkan dunia gelap aka mafia itupun terjadi hari ini. banyak yang menyanyangkan Sean pergi dari dunia mafia tapi mereka tidak bisa berkata-kata karena semua berada ditangan Sean. Sean yang memutuskan semuanya, siapapun mengenal Sean jika Sean sudah mengambil keputusan maka keputusan itu keputusan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. Andrea? tentu saja Andrea mendukung apapun keputusan yang Sean ambil.


Disini lah Sean, Andrea, Lyin, dan Dave dirumah yang tidak seluas mansion tapi cukup untuk dihuni oleh mereka ber4 beserta beberapa pelayan dan penjaga. Tidak sebesar mansion hanya tiga tingkat saja, Sean hanya mengambil beberapa pelayan saja dan membawanya kerumah baru mereka, sisa nya Sean transfer keperusahaan dan mendapatkan pekerjaan yang layak.


“sayang kau suka?” tanya Sean membuat Andrea menatap Sean dengan tajam.


“jadi ini rumah yang kau maksud dengan rumah sederhana?” tanya Andrea membuat Sean dengan polosnya menganggukan kepalanya. Andrea memutar bola matanya dengan malas, kalau ini rumah sederhana apa kabar rumah orang tua nya yang dua tingkat? Gubuk?


“sayang, kau belum menjawab”


“apa yang harus aku jawab?” tanya Andrea gemas sendiri pada tingkah suaminya.

__ADS_1


“sayang, kau suka apa tidak dengan rumah barunya?” tanya Sean mengulangi pertanyaanya tadi.


“aku lebih suka gubuk” jawab Andrea pelan membuat Sean langsung menoleh pada Andrea.


“apa sayang?”


“aku suka, ayo kita masuk aku pegal berdiri terus” jawab Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya, sedangkan Lyin dan Dave hanya geleng-geleng kepala pada tingkah orang yang sudah menikah itu.


Sean memilih kamar utama yang berada dilantai dasar, tentu saja itu karena permintaan Andrea. kata Andrea dia capek jika harus turun naik tangga.


Andrea duduk disisi ranjang kaki nya sudah membengkak dari minggu lalu dan membuatnya agak kesusahan dalam berjalan. Untung saja Andrea mempunyai suami yang cekatan seperti Sean, seperti sekarang tanpa Andrea minta Sean berjongkok didepan Andrea sambil memijit kaki istrinya yang membengkak.


Alex datang kerumah baru Sean, Alex membawa alamatnya dan mencocokan dengan alamat didepan rumah 3 tinggkat.


Benar, Alex turun dari motornya lalu menekan bel rumah. Sama dengan reaksi Andrea tadi tentang Sean yang mengatakan ‘jangan lupa mampir kerumah sederhana kami’ Alex sama sekali tidak habis pikir dengan kakak ipar nya itu, kalau ini rumah sederhana rumahnya apa? Gubuk derita? Dasar orang kaya yang aneh, komentar Alex duduk diruang tamu sambil menunggu kedatangan kakaknya.

__ADS_1


“kapan sampai?” tanya Andrea lalu duduk disamping Alex


“baru saja kak, kak Sean mana?” tanya Alex ketika hanya Andrea saja yang muncul.


“sedang mendikte orang-orang yang baru saja datang untuk membuat taman dibelakang” jawab Andrea membuat Alex menganggukan kepalanya.


“ini dari mami kak” ujar Alex memberikan parsel kue kesukaan Andrea, semalam Andrea memang menelpon Sandra dan mengatakan sangat mengingingkan kue kesukaannya yang buat oleh Sandra. Andrea tersenyum lalu membuka parsel dan memakan kue kesukaannya.


“terima kasih, bilang ke mami”


“ke aku kak? Kan aku yang antar?”


“terima kasih adikku yang paling manis”


“ais”

__ADS_1


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,


__ADS_2