
Bab 16a
Sean memberhentikan mobilnya ditepi dan turun mengambil peralatan berburu mereka, andrea mengikuti sean.
“mau ditaruh dimana?” tanya sean ketika hendak memasangkan anak panah ke andrea.
“disini saja” jawab andrea menunjuk sampingnya dan sean dengan cekatan langsung memasangkan anak panah kesamping andrea.
“terima kasih” ujar andrea tersenyum ketika sean memasangkannya sesuai dengan keingan andrea.
Sean memasangkan punyanya sendiri lalu mengambil panahnya dan juga memberikan satu panah pada andrea.
“jangan jauh-jauh dariku!” peringat sean sebelum mereka masuk kedalam hutan, tentu saja andrea menganggukan kepalanya.
Andrea tanpa berkata-kata langsung mencari mangsanya, tak jauh darinya andrea melihat rusa dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh andrea. Andrea mulai memanah dan panahan nya selalu meleset. Andrea berlari mengejar rusa itu ketika rusa itu menyadari keberadaan andrea.
Sean mencari andrea karena andrea hilang dari pandangannya, sean bahkan tidak berpikir untuk mencari buruan karena andrea hilang dari pandangannya. Yang ada dipirikan sean sekarang adalah mencari andrea, bagaimana pun wanita itu tidak mengetahui selak beluk hutan sebaik sean.
Sedangkan entah dihutan bagian mana andrea menghela nafas berat karena anak panahnya sudah habis tapi hewan buruannya belum juga ia dapatkan. Jadilah andrea hanya melihat rusa itu dari kejauhan tanpa memanahnya sama sekali. Ternyata memanah papan target lebih mudah dari pada memanah hewan buruan dan itu tentu saja membuat andrea kesal sekali.
__ADS_1
Andrea memperhatikan sekitarnya, andrea bahkan tidak tahu dimana ia sekarang. Andrea tanpa sadar telah pergi jauh dari sean karena terlalu fokus pada buruannya.
Sedangkan dari kejauhan sean menghela nafas lega karena bisa melihat andrea, sean menghampiri andrea yang sedang duduk memandangi rusa dari jauh.
Sean duduk disamping andrea tentu saja membuat andrea terkejut karena kehadiran tiba-tiba sean,
“syukurlah kau disini, aku bahkan tidak tau jalan pulang” ujar andrea tersenyum lega pada sean.
“bagaimana berburumu?”
“tidak menyenangkan karena berburuu tidak semudah seperti yang aku bayangkan” jawab andrea berdiri dari duduknya.
“mau, tapi anak panahku habis dan rusa disana sangat menyebalkan. Mari pulang saja” ujar andrea mengalurkan tangannya pada sean. Sean menggelengkan kepalanya menolak ajakan pulang dari andrea.
“pakai punya ku saja” ujar sean memberikan semua anak panahnya pada andrea.
“kau?”
Sean tidak menjawab ia hanya mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
“terima kasih”
Andrea mulai berburu lagi sedangkan sean mengikutinya dari belakang, panahan andrea selalu meleset dan andrea sama sekali tidak menyerah ia tetap mengejar rusa itu dan terus memanah.
Andrea menghela nafas berat, anak panahnya tinggal satu sementara anak panahnya yang lain habis karena hasil panahannya sellau meleset.
Sean yang melihat itu langsung menghampiri andrea, lalu berdiri dibelakang andrea. Andrea yang semula nya terkejut menjadi canggung sekarang karena sean tepat dibelakangnya.
“sebelum menarik anak panahmu pastikan kalau rusa itu adalah targetmu dan kau harus percaya diri karena sekarang hanya kau yang memanah dan rusa itu adalah target utamamu” ujar sean tepat ditelinga andrea, andrea menganggukan kepalanya mengerti.
Sean langsung melepaskan tangannya dari belakang andrea ketika andrea akan membidik panahannya.
Andrea menyipitkan matanya dan arah panahan nya tepat pada leher rusa, dengan keyakinan yang sangat yakin andrea membidik rusa itu dan boom, rusa itu terpanah oleh andrea.
Dengan girang andrea memeluk sean dan mengajaknya berputar-putar karena kegirangannya, sean ikut tersenyum senang karena kesenangan andrea.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,
__ADS_1