
Bab 21a
“kerja bagus, berkat kau perusahaan semakin maju” ujar ayah sean pada sean.
Sean diam tidak menjawan ia hanya melihat gelas air yang sedang ia genggam, ayah sean menghela nafas pelan.
“kapan kau akan mengenalkan diri pada semua staf dan karyawan perusahaan?” tanya ayah sean membuat sean menatap ayahnya.
“untuk apa?” tanya sean menaikan satu alisnya
“segera lah duduk dikursi mu yang sesungguhnya”
“memangnya dengan tidak duduknya aku disana perusahaan akan bangkrut?” tanya sean sambil geleng-geleng kepala.
“bukan begitu....”
“lalu?”
“pulanglah dan tinggalkan pekerjaan sampinganmu” jawab ayah sean membuat sean mengepalkan tangan kirinya.
“kalau aku tidak mau?” tantang sean tersenyum sinis.
“ku bakar semua hutan itu” ujar ayah sean membuat amel tersenyum senang.
__ADS_1
“bakar saja kalau kau bisa” jawab sean tidak peduli akan hal itu, karena sean bisa mengatasi itu semua. Kalau pun hutan dibakar apinya tidak akan sampai kemansionnya belum lagi orangnya sangat banyak, bukan hal besar untuk mengalahkan ayahnya.
“bukan hal sulit untuk membakar hutan itu”ujar ayah sean tampak meremehkan dan membuat sean hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.
“aku pergi, aku sudah selesai” ujar sean bangkit dari duduknya.
“duduklah kembali kau pasti akan senang mendengar ini” ujar ayah sean membuat sean dengan malas duduk kembali dan mulai mendengarkan ayahnya, apa yang akan dikatakan ayahnya sehingga membuatnya senang, sean mengambil gelasnya lalu minum.
“teman ayah mempunyai bisnis hotel and resort yang sangat berpengaruh disini, menikahlah dengan putrinya maka perusahaan yang sedang kau jalankan sekarang akan menjadi perusahan yang lebih besar lagi.” Ujar ayah sean membuat tanpa sadar sedang memecahkan gelas dalam genggemannya.
“astaga kak, kau berdarah” ujar lyin panik lalu segera mengambil kotak obat.
“aku menolak” ujar sean dan menyerahkan tangannya yang langsung diobati oleh lyin, lyin diam saja sekarang ia sudah menangis karena luka sean lumayan dalam.
“kau tidak bisa menolak” ujar amel tersenyum penuh kemenangab.
“menikah? Jangan membual”
Sean tidak menjawab ia mengangkat tangan kirinya dan menunjukan cincinya, ayah sean yang melihat itu menjadi marah.
“memangnya cincin itu membuktikan kalau kau sudah menikah?”
Sean mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum sinis,
__ADS_1
“ceraikan dia!” perintah ayah sean membuat amel menatapnya tidak percaya.
“sayang? Kau percaya pada nya kalau dia sudah menikah?”
“ceraikan, toh mereka tidak tau bahwa kau sudah menikah” ujar ayah sean lagi mengabaikan amel.
“bagaimana ya, aku tidak ada keiinginan bercerai sama sekali” jawab seab berdiri dari duduknya
“kalau begitu lyin akan tinggal disini untuk selamanya” ujar ayah sean lagi membuat lyin mengangkat kepalanya.
Sean tersenyum pada lyin sambil menganggukan kepalanya.
“masalah itu ada ditangan lyin, dengan siapa dia akan tinggal”
“kak...”
“kakak tidak memaksamu” ujar sean menatap lyin lembut.
“kakak tunggu disana” ujar sean sambil menunjuk pintu ruang makan,
“tanyakan lah” ujar sean pada ayahnya lalu memasang kembali jas nya dan pergi menuju pintu menunggu lyin.
“lyin jawablah, dengan siapa kau akan tinggal?” tanya amel menatap lembuat pada lyin.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,