
Bab 64
Crystal langsung masuk kedalam ruang kerja Sean, sekretaris nya tentu saja sudah memberi tahu Sean terlebih dahulu.
Ah, Sean mempunyai dua sekretaris dikantor dan Dave. Dave yang mengurus keseluruhan jadwal Sean yang pertama diatur oleh sekretaris kantor.
“ayo makan siang bersama” ajak Crystal membuat Sean langsung mengalihkan pandangannya dari laptopnya.
“kau makan sendiri saja, aku masih banyak pekerjaan” jawab Sean tersenyum pada Crystal. Crystal cemberut mendengar jawaban dari Sean.
“nanti malam kita makan bersama sayang, sekarang pekerjaanku banyak sekali” ujar Sean lagi membuat Crystal tersenyum.
“baiklah sayang, kita makan disini saja biar aku pesankan”
“terserah pada mu” jawab Sean melanjutkan pekerjaannya.
Crystal tersenyum lalu mengambil ponselnya dan memesan menu makan siang dari ponselnya.
Sedangkan dibutik sekarang Dave sedang menahan rasa kesalnya pada Andrea, karena ia baru saja keluar mencari mangga keingin Andrea namun salah.
“aku mau mangga yang belum dikupas, cari yang lain” ujar Andrea membuat Dave menghela nafas kasar.
__ADS_1
“tadi bukannya kau ingin mangga? Itu aku belikan bersama rujak” jawab Dave mencoba bersabar.
“aku kan sudah makan rujak, sekarang aku ingin makan mangga muda”
“baiklah”
Dave kembali membeli mangga muda yang diinginkan Andrea, tak lama kemudian Dave membawa mangga yang diinginkan oleh Andrea.
Dave baru saja duduk tapi Andrea sekarang menatap nya kesal.
“apalagi sekarang?” tanya Dave sebelum minum karena ia sangat haus.
“mangganya kau dapat dari mana?” tanya Andrea membuat Dave menghela nafas.
“aku maunya mangga yang langsung dari pohonnya Dave!” teriak Andrea kesal pada Dave, Dave melongo tidak percaya pada Andrea seharusnya sekarang yang kesal adalah dirinya tapi kenapa Andrea yang kesal padanya?
“kenapa tidak bilang dari tadi, aku jadi bolak-balik hanya mencari mangga muda saja!” teriak Dave kesal membuat mata Andrea berkaca-kaca. Dave mengacak rambutnya frustasi ketika melihat Andrea akan menangis.
“baiklah akan aku carikan” ujar Dave bangkit dari duduknya, Andrea tersenyum pada Dave tidak jadi menangis.
“bisa senyum juga kau” komentar Dave sebelum pergi.
__ADS_1
Kalau bukan butik Andrea sudah dipasang kamare pengintai oleh Sean, Dave ingin meninggalkan Andrea sekarang. Iya, kamarin malam Dave dan Sean memasang kamera pengintai dibutik dan apartemen Andrea. Ada-ada saja memang bosnya itu tapi itulah yang nama nya cinta alias bucin setengah mati.
Sementara itu diruang kerja nya Sean terkikik melihat wajah frustasi Dave yang menuruti keinginan Andrea. Crystal yang penasaran kenapa Dave bisa terkikik seperti itu mendatangi Sean. Sebelum Crystal datang kemeja nya Sean langsung membuka folder kerjanya.
“kenapa?” tanya Sean membuat Crystal mengggelengkan kepalanya.
“tidak, aku hanya ingin pamit pulang”
“baiklah, hati-hati ya” jawab Sean mencium kening Crystal.
“hm, nanti malam jemput aku jangan lupa”
“iya sayang”
“bye”
“bye”
Setelah crystal pergi Sean kembali melihat kamera pengintai dari butik Andrea, sekarang Andrea sedang sendiri sambil mengupas mangga yang tadi dibawakan oleh Dave.
Andrea sangat ingin makan mangga muda, melihat mangga muda membuatnya mengiler. Andrea sudah mengupas mangganya tanpa memotong-motong mangganya Andrea langsung memakan mangga itu bulat-bulat membuat Sean yang memperhatikannya tersenyum. Ada-ada saja, pikir Sean.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,