
bab 43
andrea sudah memikirkan matang-matang untuk kelanjutan hubungannya dengan samuel, mau dibawa kemanapun andrea akan setuju akan keputusan yang akan samuel berikan padanya. Intinya, andrea akan menceritakan semua nya pasal hilangnya dirinya dihari pernikahan mereka. Nanti, setelah mendengar keputusan dari samuel, andrea akan menceritakan semuanya pada orang tuanya. Apapun reaksi yang akan ia terima andrea sudah menguatkan mentalnya karena keputusan yang andrea buat adalah keputusan mutlak yang harus ia hadapi.
Hari ini adalah ulang tahun samuel yang 28 dan andrea sudah merencanakan kejutan untuk samuel, tapi sebelum itu andrea harus bekerja kebutik. Hari ini juga andrea menon-aktifkan ponselnya, sengaja menghindari panggilan dari samuel, andrea juga berpesan pada pegawai butik nya jika samuel datang katakan jika andrea tidak masuk kerja. Karena andrea ingin memberikan kejutan pada samuel pada malam hari.
“mbak, ada lyin ingin bertemu” ujar pegawai andrea masuk kedalam ruangan andrea.
“suruh masuk saja, terima kasih ya” jawab andrea tersenyum lalu melanjutkan pekerjaannya.
Andrea terkejut karena lyin tidak datang sendirian melainkan bersama 5 orang temannya, tapi walaupun begitu andrea tetap mempersilahkan mereka duduk.
Andrea memencet telponnya dan memanggil pegawainya untuk membuatkan minuman.
“mi, tolong bawakan minuman dan cemilan” ujar andrea
“siap mbak”
Lyin pindah tempat duduk disamping andrea membuat andrea melihat lyin penuh tanda tanya, andrea minta penjelasan dari lyin.
“kak, lyin sengaja membawa teman-teman kemari karena mereka tidak percaya kalau lyin kenal sama kakak” bisik lyin membuat andrea tersenyum geli akan apa yang dikatakan oleh lyin.
“tolong bantuannya kak” bisik lyin lagi membuat andrea tembali terkekeh dan menganggukan kepalanya,
“jadi, kalian temann lyin?” tanya andrea ketika minuman dan cemilan datang dibawakan oleh pegawai andrea.
“iya kak, senang bertemu dengan kakak. Ibu ku penggemar kakak, katanya setiap pakaian yang kakak buat pasti modis dan cocok buat mama” ujar teman lyin membuat andrea tersenyum kikuk karena andrea tidak merasa ia seterkenal itu.
“aku pernah kecabang butik kakak, pas lihat kakak jadi modelnya aku langsung jatuh cinta. Mangkanya aku ingin bertemu kakak, sewaktu lyin menceritkan kenal dengan kakak disitu aku berpikir untuk tidak melewatkan kesempatan” ujar teman cowok lyin membuat andrea tercengang tidak percaya.
Andrea sudah tidak kuat lagi mendengar alasan koyol tapi lucu dari teman-teman lyin yang terus memujinya.
“karna kalian sudah datang kesini, kakak akan memberikan diskon untuk kalian. Pilihlah apa saja yang kalian suka, kalian bisa membelikan ibu, pacar, atau untuk diri kalian sendiri” ujar andrea bangkit dari duduknya dan mengajak yang lainnya untuk berkeliling.
“yey, makasih kak”
“makasih kak”
“terima kasih kak”
“thanks kak”
Andrea hanya bisa menganggukan kepalanya, andrea tersenyum mengamati teman-teman lyin yang sedang berkeliling mencari pakaian yang cocok.
“makasih kak” ujar lyin yang berdiri disamping lyin.
“sama-sama” jawab andrea tersenyum pada lyin. Dan ketika itu lyin sangat berharap andrea dan kakaknya sean akan kembali hidup bersama. Karena lyin sudah sangat menyanyangi andrea sama seperti ia menyanyangi sean.
__ADS_1
“mereka norak sekali” komentar lyin sambil geleng-geleng kepala ketika melihat teman-temannya ribut rebutan pakaian. Andrea hanya tersenyum menangggapi komentar lyin.
Setelah lyin dan teman-temannya pulang andrea juga bersiap-siap untuk pulang, karena ia harus menyiapkan kejutan untuk samuel.
Sebelum pulang andrea mampir dahulu ketoko jam tangan, andrea membeli jam rolex keluaran terbaru untuk hadiah ulang tahun samel.
Setelah membungkus jam tangan dengan bungkusan kado andrea langsung pergi kemini market dekat rumahnya untuk membeli bahan-bahan untuk membuat kue. Andrea memang memutuskan untuk membuat kue sendiri ketimbang membeli.
Andrea tidak langsung masuk kedalam kamarnya, ia meletakan tas dan jas kerjanya diatas meja makan. Andrea menghela nafas panjang lalu melipat kemejanya sampai kesiku.
Andrea mulai mengadon kue yang akan ia buat, kue spesial untuk orang yang spesial.
“buat apa kak?” tanya sandra membuat andrea langsung menoleh pada ibunya.
“kue mi, hari ini samuel ulang tahun” jawab andrea tersenyum pada sandra.
“sini biar mami yang mengadon kue, kau mandi dan siap-siap dan dandan yang cantik” ujar sandra membuat andrea menggelengkan kepalanya.
“nanti saja mi, masih sore juga”
“jadi tidak mau mami bantu?”
“tidak mi, terima kasih”
“ya sudah kalau begitu, mami akan menonton tv saja”
Drt...drt....
“mam, tolong angkatkan telpon dhea” pinta andrea ketika mendengar ponselnya berderring.
Sandra yang dekat dengan ponsel andrea pun langsung mengambil ponsel andrea.
“Dari siapa mi?”
“tidak ada namanya dhe”
Andrea diam, siapakah gerangan yang menelponya. Klien?
“angkat apa tidak kak?”
“angkat saja mam, siapa tahu dari klien”
Sandra mengangkat telpon setelah mendapat persetujuan dari putrinya.
“hallo...”
Tut.
__ADS_1
Sandra menatap ponsel andrea karena panggilan tiba-tiba terputus, sandra menggelengkan kepalanya lalu memasukan kembali ponsell andrea kedalam tas.
“siapa mi?”
“mami belum bicara sudah dimatikan kak, telpon iseng mungkin”
“oh, sepertinya iya mi.”
“tadi kemana kak, pas mami telpon nomor kakak tidak aktif?” tanya sandra membuat andrea menatap sandra yang sedang duduk dimeja makan.
“ponsel dhea dimatikan mam, mami tidak jadi menonton tv?”
“tidak minat lagi”
Andrea hanya tersenyum atas jawaban dari sandrea ibunya, andrea melanjutkan mengadon kuenya.
Setelah memasukan adonannya kedalam oven andrea berjalan menuju maminya yang duduk dimeja makan sambil mengupas apel.
Apel yang dikupas oleh sandrea sangat nikmat untuk disantap, andrea tidak tahu kenapa ia tiba-tiba sangat menginginkan apel yang tengah dikupas oleh sandra. Biasanya andrea tidak terlalu menyukai apel tapi hari ini ia merasa sangat menginginkan apel itu.
“tumben mau kak?” tanya sandra menatap tidak percaya pada andrea.
“lagi pengen saja mi” jawab andrea mencemot apel yang ada didalam piring.
“jam berapa nanti ketempat samuel kak?”
“jam 8 malam mi, kenapa?”
“tidak, mami hanya bertanya saja”
“oh”
“terima kasih mami” ujar alex mengambil apel yang masih setengah dari tangann sandra.
Sandra hanya bisa geleng-geleng kepala tidak bisa berkata-kata karena alex sudah memakan apel nya sebelum ia potong-potong.
“sudah cuci tangan dek?” tanya sandra ketika melihat alex yang masih berpakaian sekolah
“belum mi, ini baru mau cuci tangan. Hehe” jawab alex dan berjalan mencuci tangan
“jujur saja, kalau mami tidak bertanya kau pasti tidak akan mencuci tangan” komentar andrea yang dihiraukan oleh alex.
“tidak dengan, aku pakai haedphone, wlek”
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,
__ADS_1