
Bab 58
Sebelumnya aku makasih banget sama kalian yang udah baca, like, sama komen cerita ku. Kalau ada yang ga suka tolong skip dan langsung keluar dari baca cerita dan jangan komen yang bikin aku down buat lanjuti cerita ini. ah, satu lagi panggil aku Mawar ya jangan panggil Thor soalnya aku ga punya palu haha. Udah itu aja, Enjoy to read. Big loveđź’š
“aku akan tanggung jawab” ujar Samuel membuat Sindi mengerutkan keningnya tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Samuel. Pagi-pagi sekali Samuel datang kerumah Sindi.
“jangan becanda” jawab Sindi sambil menggelengkan kepalanya.
“aku tidak sedang dalam mode bercanda sekarang ini” ujar Samuel serius, pasalnya ia tidak mau didepak dari kartu keluarga. Mau bagaimana pun keluarganya hanya bundanya. Jika ia tidak segera menikahi Sindi maka ia akan kehilangan bundanya.
“tapi setelah aku menikah dengan Dhea”
Sudah Sindi duga akan seperti ini, Sindi tidak terlalu berharap Samuel akan menikahinya karena fakta inilah. Fakta bahwa Samuel sangat mencintai Andrea.
“terserah saja kau saja” sahut Sindi tidak peduli lalu meninggalkan Samuel yang masih duduk diruang tamunya.
Samuel hanya mengangkat kedua bahunya yang penting ia sudah memberi tahu Sindi maksud kedatangannya. Urusan nanti Sindi mau menikah dan menjadi istri keduanya itu urusan nanti karena sekarang Samual harus membuat Andrea menjadi wanita nya.
Andrea sudah bangun pagi-pagi sekali, karena takut kesiangan Andrea memasang beberapa alarm dikamarnya. Andrea juga meminta tolong maminya Sandra untuk membangunkannya jika alarmnya tidak terdengar. Ah, iya Sandra dan Alex malam ini menginap ke apartemen nya karena Vino sang ayah sedang keluar kota ada perjalanan bisnis.
__ADS_1
Benar sekali dugaan Andrea suara alarm sama sekali tidak terdengar, karena Andrea sama sekali tidak mendengar bunyi alarm yang telah ia setel. Untung saja Sandra datang membangunkannya.
Andrea sudah siap untuk pergi bertemu dengan Crystal membahas masalah disain pakaian yang diinginkan oleh Crystal.
“sarapan kak?” tanya Sandra membuat Andrea menggelengkan kepala,
“tidak mi, nanti ketemu klien sakalian sarapan” jawab Andrea membuat Sandra menganggukan kepalanya mengerti.
“kak nebeng!” ujar Alex langsung menghabiskan susunya. Andrea menganggukan kepalanya.
“mi, kami berangkat”
“iya sip mami”
Alex tersenyum pada Andrea dan memberikan kartu yang kemarin Andrea berikan padanya ketika mereka memasuki lift.
“kau pakai saja” ujar Andrea membuat Alex mengedip-ngedipkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang telah ia dengar dari kakaknya.
“benar boleh kak?” tanya tidak percaya, Andrea memutar bola matanya dengan malas.
__ADS_1
“tidak mau?” tanya Andrea mencoba mengambil kartunya dair tangan Alex, tapi dengan cepat Alex memasukan kembali kartu milik Andrea kedalam dompetnya.
“tentu saja mau kak, hehe” jawab Alex mengengir kuda dan meletakan dompetnya kedalam saku celananya.
“kakak hanya mengantar saja, tidak menjemput”
“iya kak, tidak apa-apa” jawabb Alex tersenyum ceria kearah Andrea.
“lagian kenapa kau tidak membawa motor?”
“dibengkel kak lagi dimodif hehe”
Andrea menganggukan kepalanya mengerti, lalu tidak ada perbincangan diantara mereka hingga Andrea mengantar Alex hingga kesekolah.
“terima kasih kak”
“hm”
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,