
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Bima bertepuk tangan ketika Sean berhasil melewati orang-orangnya, Bima mengambil kursi dan duduk disebelah Andrea.
“kau benar-benar pria pengecut yang lemah karena wanita!” ujar Bima meremehkan Sean.
“lepaskan wanitaku!” ujar Sean membuat Bima menggelengkan kepalanya sambil tertawa kencang. Sean memiringkan kepalanya, dasar gila’ batin Sean.
“keluarkan senjata yang kau simpan dibadanmu!” perintah Bima membuat Sean langsung mengeluarkan senjata yang ia bawa. Pertama Sean mengeluarkan pistolnya, lalu pisau lipat disela sepatunya dan yang terakhir pistol kecil dibalik kaos kakinya.
Bima meneliti badan Sean dari jauh dan Bima tersenyum karena semua senjata Sean sudah dikeluarkan semuanya. Bima tersenyum miring dan memerintahkan orangnya untuk menyingkirkan senjata Sean.
“sekarang serahkan wanitaku” ujar Sean mulai jengah pada Bima.
“serahkan dulu berkas yang aku minta”
“together” jawab Sean membuat Bima menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Sean tidak bodoh mereka harus menyerahkannya serempak, Sean sangat mengenak Bima pria itu adalah pria licik yang rela melakukan apapun untuk mencapai apa yang ia mau.
Dor
Bima menembakkan pistolnya kelangit-langit lalu mengarahkan psitolnya kekepala Andrea, Bima memukul kepala Andrea dengan menggunakan pistolnya sehingga kepala Andrea sampai berdarah. Sean mengepalkan tinjunya marah karena Bima berani sekali melukai wanitanya. Melihat Andrea menangis saja membuat jantungnya nyaris berhenti apalagi sekarang Bima membuat wanitanya berdarah.
“BRENGSEK! SIAPA YANG MENGIZINKANMU UNTUK MEMBUAT WANITA KU BERDARAH HAH!” triak Sean marah membuat Bima tertawa.
“serahkan berkasnya sekarang maka wanitamu akan selamat!”
“tidak mau, kalau begitu ucapkan selamat tinggal pada wanitamu!” ujar Bima menempelkan pistolnya dikepala Andrea,
“ambil ini!” ujar Sean menyerahkan berkasnya, sudah cukup kepala wanitanya berdarah tapi jangan sampai berlubang karena peluru. Andrea menggelengkan kepalanya, tapi Sean menganggukan kepala membuat Andrea semakin menangis.
Tawa Bima menggelegar didalam ruangan yang menggema,
“selamat tinggal untuk kalian berdua, sempai jumpa dineraka” ujar Bima mengarahkan pistolnya kekepala Andrea dan kepala Sean.
“kau terlalu terburu-buru,Bim” ujar Sean tersenyum meremehkan Bima.
__ADS_1
Sean tersenyum miring karena Dave dan anggotanya sudah datang dengan membawa tamu yang diinginkan.
“lihat lah kemonitor” ujar Sean membuat Bima langsung melihat kemonitor, Bima melempar monitor hingga pecah dan hancur. Sean hanya mengangkat kedua bahunya.
“kau kalah cepat sobat” ujar Sean sambil menyilangkan kedua tangannya didada membuat Bima mengepalkan kedua tinjunya.
“lepaskan wanita ku selagi aku berbicara baik-baik” ujar Sean mendekati Bima.
“kalian tunggu apa lagi! Serang dia!” teriak Bima membuat 10 orangnya langsung menyerang Sean. Sean memutar bola matanya dengan malas lalu menghadapi orang-orang itu.
“bos, tangkap” teriak Dave melemparkan pistol kearah Sean, dengan sigap Sean langsung mengambil pisto yang dilemparkan oleh Dave. Tidak butuh waktu lama Sean langsung menembaki semua anak buah Bima tanpa sisa. Sekarang hanya tinggal Bima dan juga Crytsal.
“jangan mendekat kalau kau mendekat wanita ini akan kutembak!”
Sean memutar bola matanya dengan malas, Bima ini keras kepala sekali. Sudah tahu dia akan kalah tapi masih saja tidak menyerah.
Dor
Dave mennembak pistol Bima hingga jatuh kelantai, membuat Bima menggeram kesal.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,