Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 7


__ADS_3

Bab 7


Andrea melihat kembali foto-foto yang diambil ketika ia menikah, andrea menggeram kesal bagaimana bisa ini dianggap pernikahan ketika ia menikah dengan tidak sadarkan diri. Sean, pria itu benar-benar psycho berwajah tampan. Andrea akui kalau sean benar-benar tampan bahkan melebihi samuel calon suaminya. Andrea menggelengkan kepalanya bagaimana bisa ia memuji sean sekarang,


“pernikahan kalian tidak sah, dhea. Kau tenang saja, kau bisa kabur dari sini” ujar andrea menenangkan dirinya.


Andrea meletakan kamera diatas tempat tidur, andrea berhenti menangis karena itu akan membuat nya kehabisan tenaga. Malam ini biarlah ia menginap dan mengikuti permainan sean namun besoknya ia akan melarikan diri dan melanjutkan pernikahannya dengan samuel.


Andrea berjalan menuju kamar mandi ia harus mandi sekarang, mata andrea membelak ketika ingin meminjam baju sean. Ada banyak pakaian wanita didalam lemari besar sean, bahkan ada pakaian dalam dan semua itu pas untuk andrea. Andrea memperhatikan sekelilingnya dan benar saja banyak tas, sepatu, jam tangan tersusun rapi didalam kamar tepatnya disebelah barang-barang milik sean. Andrea menggelengkan kepalanya, ternyata sean benar-benar sangat fanatik dengan dirinya, tapi kenapa sean begitu pada dirinya? Kalau dipikir-pikir lagi andrea bukan lah artis atau orang terkenal. Lalu mengapa?


Andrea mengambil satu pakaian yang ia inginkan lalu meletakannya diatas kasur, andrea masuk kedalam kamar mandi sepertinya ia harus mandi sekarang untuk menjernihkan pikirannya.

__ADS_1


Setelah mandi andrea mengganti pakaiannya lalu menatap dirinya didepan cermin, wajahnya kacau sekali apalagi matanya yang bengkak serta hidung nya yang memerah karena menangis tadi.


“sudah selesai?” tanya sean diambang pintu membuat andrea terkejut mendengar suara sean.


“Sejak kapan kau disana?” tanya andrea sambil menatap tajam kearah sean,


“lima ah tepatnya setelah kau keluar dari kamar mandi” jawab sean santai membuat andrea membelakan matanya lalu menutupi dirinya dengan kedua tangannya.


“aku tunggu dibawah” ujar sean menutup pintu kamar,


“SEAN SIALAN!” teriak andrea mengumpat sean, sean yang masih didepan pintu mendengar umpatan andrea. Sean tersenyum lalu turun kebawah.

__ADS_1


Andrea mengacak rambutnya frustasi, bisa kah sean mengatakan bahwa pria itu tidak melihat sama sekali. Itu akan membuat andrea sedikit lega, tapi pria itu. Benar-benar membuatnya malu, kesal, marah bertambah satu. Andrea baru saja melupakan jika sean adalah penguntit yang mengikuti setiap gerak-geriknya bahkan ketika ia mandi sekalipun.


Andrea bisa gila sekarang, bagaimana bisa sean mengenal dan menjadi penguntitnya. Ya tuhan, sekarang andrea merasa tidak mempunyai privasi lagi dan itu semua karena sean.


Andrea duduk disisi ranjang, ia benar-benar frustasi sekarang. Sean benar-benar gila dan andrea tidak bisa berbuat apa-apa. Andrea menarik nafasnya dalam-dalam lalu berdiri ia harus keluar turun kemeja makan.


Tepat didepan pintu andrea menggelengkan kepala, ia tidak mau turun tapi perutnya berkata lain. Sekarang andrea begitu lapar, andrea tidak mungkin tidak makan. Andrea mungkin tidak pintar tapi rencana kaburnya membutuhkan asupan agar rencananya berhasil.


Sekali lagi andrea menarik nafas dalam-dalam, mencoba menyamping kan egonya. Andrea membuka pintu dan turun kebawah.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2