Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 27


__ADS_3

Bab 27


Andrea hanya menyengir pada sean sebagai jawaban ia tetap berlari menuruni tangga, sampai pada tangga ketiga kaki andrea menginjak sesuatu yang basah sehingga membuat badannya tidak seimbang.


AAAAAAAAGGHHHHHHH!!!!!!!!!!!!


“DHEA!!” teriak sean langsung berlari mengejar andrea yang terjatuh terguling-guling kelantai. Sean hanpir terjatuh ketika melewati tangga dimana andrea terpeleset tadi, sekarang sean tahu kenapa andrea bisa terjatuh karena lantainya licin, tapi itu bukan masalahnya sekarang yang jadi masalah adalah andrea yang sudah tergeletak dilantai bawah.


Sean langsung menggendong andrea dan membawanya keruang kesehatan,


“PANGGIL DOKTER SEKARANG JUGA!” teriak sean membuat kepala yun langsung menelpon dokter keluarga.


Sean membaringkan andrea kekasur ruang kesehatan, sean memeriksa keadaan andrea yang tengan pingsan sekarang.


“minta semua boneka yang ada dikamar lyin, SEKARANG!” perintah sean membuat kepala yun langsung menuju kamar nona muda lyin.


Kepala yun langsung masuk kedalam kamar lyin dan mengambil semua boneka yang akan digunakan untuk pertolongan pertama pada andrea sebelum dokter datang.

__ADS_1


“kepala yun? Kembalikan bonekaku” ujar lyin ketika keluar dari kamar mandi dan melihat kelapa yun mengambil semua bonekanya.


“ini perintah tuan, nona”


“untuk apa? Kak sean mau membuang semua bonekaku? Bukankah kak sean sudah berjanji tidak akan membakarnya?” tanya lyin tidak terima


“nona andrea jatuh dari tangga” ujar kepala lyin membuat mata lyin langsung membelakkan seakan ingin keluar.


“Saya tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi, nona bisa ikut saya keruang kesehatan untuk melihat lebih lanjut” ujar kepala yun membuat lyin langsung mengikuti kepala yun menuju ruang kesehatan.


Sean langsung mengambil boneka dari tangan kepala yun dan langsung mengikatkan boneka keleher dan kaki andrea memberikan andrea pertolongan pertama sebelum dokter datang. Sean terus menatap andrea, sean juga sudah mengobati luka dipelipis andrea.


Tanpa diperintahkan oleh sean sekalipun dokter tetap akan memeriksa keadaan andrea, setelah memeriksa keadaan andrea dokter melepaskann boneka yang menemepel dibadan andrea karena pertolongan pertama oleh sean.


“auh, kepalaku” ujar andrea sadar sambil memegang kepalanya, sean ingin menghampiri andrea namun dicegah oleh dokter. Hal itu membuat sean cemberut, namun bukan sean jika dia menurut.


“bagaimana keadaanmu? Apa yang kau rasakan?” tanya sean, dokter itu hanya geleng-geleng kepala seharusnya itu pertanyaannya yang akan ia lontarkan pada andrea.

__ADS_1


“aku sedikit pusing selebihnya aku sepertinya baik-baik saja” ujar andrea membuat sean merasa lega.


“kau minggir lah, paman akan memasangkan ini dikakinya” ujar dokter menunjukan papan untuk kaki patah. Tadi sebelum kemansion sean dokter diberi tahu kalau andrea jatuh dari tangga jadi ia menyiapkan banyak hal untuk dibawah.


“bagaimana leher dan bahu paman?” tanya sean membuat dokter menoleh sekilas pada sean.


“tidak apa-apa dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, tiga atau empat hari kau kembali berjalan dengan normal” ujar dokter menjelaskan pada andrea.


“terima kasih dok” ujar andrea tulus,


“itu memang sudah tugas saya sebagai dokter” jawab dokter tersenyum renyah pada andrea.


“ini obat yang harus diminum sehari sekali, untuk perada sakit jika sesekali kakimu merasa sakit dan kram”


Andrea menganggukan kepalanya mengerti.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2