Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 27a


__ADS_3

Bab 27a


Andrea menatap lyin dan sean bergantian, karena hanya mereka bertiga yang tersisi di ruang kesehatan dave mengantar dokter pulang sedangkan kepala yun mengurus pelayan yang lalai dalam bekerja.


“kau tidak kuliah?” tanya andrea pada lyin, lyin menggelengkan kepalanya lalu menghampiri andrea dengan kertas ditangannya.


“aku keluar sebentar” pamit sean membuat andrea dan lyin menganggukan kepala pada sean.


“duduk sini” ujar andrea sambil menepuk sampingnya yang masih kosong. Lyin menghampiri andrea dan duduk disisi ranjang.


“ini, kak dhea gambar untu lyin?” tanya lyin menatap andrea ingin tahu, lyin memberikan gambar yang tadi ia temukan dilantai.


“sudah jelas bukan” ujar andrea menunjuk kertas ada nama lyin dibawahnya.


“terima kasih kak, tapi gara-gara kakak ingin memberi tahu ku kakak jadi jatuh dari tangga” ujar lyin pelan membuat andrea tersenyum.


“kakak jatuh bukan karena kau, tapi memang lantainya yang licin” jawab andrea mengelus sayang kepala lyin.


“sekitar seminggu atau kurang dari itu ini akan jadi, kau bisa mengenakannya jika sudah selesai” ujar andrea membuat lyin tersenyum senang.


“terima kasih kak”

__ADS_1


“hm, ngomong-omong kau belum menjjawab kakak. Kau tidak kuliah?” tanya andrea sambil menatap lyin penuh tanya.


“tadinya iya kak, sekarang tidak”


“begaimana?”


“sudah terlambat hehe” jawab lyin dengan kekehan membuat andrea hanya geleng-geleng kepala.


“kau ini bisa saja”


“AMPUN TUAN, SAYA TIDAK AKAN MENGULANGINYA LAGI. SAYA BENAR-BENAR MENYESAL hiksss,,,hiks...”


“kau dengar itu?” tanya andrea membuat lyin menganggukan kepalanya.


“hm, pasti kepala yun sedang memberi pelajaran pada pelayan yang kerjanya tidak benar, baguslah dia memang pantas mendapat pelajaran karena telah membuat kak dhea jatuh” jawab lyin membuat andrea membelakan matanya.


“antar kakak kesana” pinta andrea membuat lyin langsung menggelengkan kepalanya.


“kakak disini saja, istirahat biarkan kepala yun yang mengurus semuanya” jawabb lyin, andrea menatap lyin dalam mana bisa ia membiarkan seseorang dihukum karena kesalahan yang ia buat sendiri.


“kalau kau tidak mau kakak pergi sendiri saja” ujar andrea berusaha bangun dari tidurnya, dengan berat hati lyin membantu andrea untuk berdiri.

__ADS_1


Lyin memapah andrea hingga dapur, andrea tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Kepala yun memukul pelayan dengan rotan sementara sean hanya melihat saja sementara yang lainnya diam dan hanya membiarkan tanpa ada yang membantu.


“cukup!’ ujar andrea membuat gerakan kepala yun yang hendak memukul lagi terhenti,


“tapi nona....” ujar kepala yun terpotong ketika melihat sean tuannya mengangkat tangannya keudara.


“ini murni karena kecerobohanku sendiri jadi jangan menghukum dia yang tidak melakukan kesalahan sama sekali” andrea menghela nafas ketika melihat tangan pelayan itu sudah memerah bahkan berdarah.


“nona itu bukan kesalahan nona, dia saja yang kerja nya yang tidak beres. Dia bahkan tidak bisa mengepel dengan benar”


Andrea memejamkan matanya lalu menatap sean lemah,


“kau benar-benar akan diam saja?” tanya andrea pada sean pelan


“biarkan saja dia, hukumannya sudah selesai jangan sampai menghukumnya tanpa persetujuanku” perintah sean membuat kepala yun menganggukan kepalanya lemah.


Lyin tidak percaya ini kakaknya membiarkan pelayan itu begitu saja, andrea kakak iparnya itu memang sesuatu.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2