Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 92


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


“bagaimana keadaan Dave paman?” tanya Sean ketika dokter Kevin keluar dari ruang kesehatan,


“Dave kritis Sean” jawab dokter Kevin membuat Andrea langsung memeluk lengan Sean.


“paman apa yang paman katakan?” tanya Lyin menggelengkan kepalanya.


“ini kenyataan Lyin, peluru dikepalanya sudah dikeluarkan dan Dave mengalami gager otak ringan. Jika Dave tidak sadar malam ini juga maka akan berakibat fatal pada dirinya. Dave bisa meninggal atau mati otak”


“katakan kalau kau berbohong!” ujar Sean sudah menarik kerah kebesaran dokter milik Kevin, Andrea membiarkan Sean untuk sekarang tapi jika Sean sudah bertindak lebih barulah Andrea melerai keduanya.


“itu kenyataannya Sean, hanya keajabian Tuhan yang bisa membuatnya sadar dari kritisnya”


Sean melonggarkan cengkaramannya lalu kembali ketempatnya,Sean mengacak rambutnya frustasi lalu menatap Rachel,


Sean menarik kerah baju Rachel dan mengangkatnya keudara hingga Rachel tidak bisa bernafas dengan benar.


“kau senang sekarang hah! Kalau terjadi apa-apa dengan Dave kau akan mati ditanganku!” ujar Sean membuat Rachel semakin menangis, mendengar penjelasan Sean tadi saja sudah membuat dadanya sesak apalagi sekarang mendengar dokter mengatakan Dave tidak akan sadar lagi.


“sayang lepaskan, apa dengan begini Dave akan sadar? Berdoa sayang, agar Dave bisa cepat pulih. Lepaskan ya” ujar Andrea dengan suara lembut, Sean langsung melepaskan cengkaramannya sehingga Rachel jatuh kelantai. Andrea tidak menolong tapi Lyin yang membantu Rachel berdiri.


“jangan temui Dave! Kalau kau berani, kau akan mati!”

__ADS_1


Andrea mengajak Sean untuk masuk melihat Dave yang masih koma, sedangkan Rachel dia sudah menangis meraung-raung dipojok ruanganya tidak berani masuk kedalam ruang kesehatan karena dilarang oleh Sean.


Lyin melihat Rachel yang menangis menjadi iba sendiri, disatu sisi Lyin tidak mau Rachel tetap tinggal disisi Dave tapi sekarang ini pasti Dave sangat membutuhkan Rachel disampingnya.


Sean dan Andrea keluar dari ruang kesehatan mereka belum membersihkan diri, mereka langsung terbang dari Paris untuk pulang.


“kalau ada kabar perkembangan Dave kabari kakak Lyin’


“iya kak”


Setelah Sean dan Andrea pergi Lyin menghampiri Rachel, Rachel mendongak menatap Lyin.


“kakak boleh lihat kak Dave,” ujar Lyin membuat Rachel sedikit membulatkan matanya.


“boleh?”


“iya, cepat sebelum kak Sean datang lagi”’


Rachel menganggukan kepalanya lalu berdiri, ia mengembangkan senyum pada Lyin


“makasih ya”


“hm”


Rachel langsung masuk kedalam ruang kesehatan melihat Dave yang masih terbaring lemah, Lyin dia hanya bisa tersenyum menguatkan dirinya. Ternyata move on itu tidak semudah dengan yang ia bayangkan. Lyin tidak boleh egois melarang Rachel untuk tidak datang melihat Dave, mau bagaimana pun Dave sekarang lebih butuh Rachel dibandingkan dirinya.

__ADS_1


“mau nangis?” tanya dokter Kevin membuat Lyin langsung menatap tajam pamannya.


“siapa?”


“kau”


“yang tanya” jawab Lyin menatap pamannya dengan malas.


Kevin hanya tersenyum lalu mendekati Lyin dan memeluk keponakannya itu.


‘tidak usah sok kuat, kau mencintainya kan.”


“siapa paman?”


“pria itu”


“sok tau”


“paman tahu, apa yang paman tidak tahu dari keponakan cantik paman ini” ujar Kevin sambil menoel-noel dagu keponakannya.


“tidak tu”


Sedangkan didalam ruang kesehatan Rachel memegang tangan dingin Dave, beruntunglah ruang kesehatan dimansion sama seperti dirumah sakit besar sehingga Dave cepat mendapatkan pertolongan dari dokter kevin yang memang main kemansion main untuk bertemu dengan Lyin.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.

__ADS_1


To be continue,


__ADS_2