
Bab 65
**makasih sebelumnya karena vote sama komen cerita ku, pertama ceritaku memang bertele2 dan kek sintron. kedua, buat cerita itu ga segampang itu gan, mesti mikir bolak2 ini cerita mau dibawa kemana. mesti diam sebentar karna ilang ide, dan IDE ga muncul gitu aja kek mau ngucapin putus ke mantan.
aku ga maksa buat baca cerita ku atau engga, yang mau baca ya baca yang ga mau udah. tolong hargai aku yang nulis cerita ini. menulis butuh perjuangan cuy, sama kek memperjuangkan doi. jadi tolong terima apa yang udah aku kasih, aku terima saran dan masukan kalian itu sebab nya aku balesin komen kalian satu2 kemaren. udah ah, capek.
happy baca💚**
Andrea dan 5 orang pegawainya makan malam di Restoran M sesuai dengan rencana dan acara makan malam ini sudah seperti kebiasaan karena dilaksanakan sebulan sekali.
“mbak, tadi itu pacarnya mbak Crystal ya?” tanya Sekar membuat Andrea ingat kembali pada Sean yang mengatakan ‘sayang’ pada Crystal.
“sepertinya iya, mereka cocok kan?” sahut Dewi, Andrea hanya bisa tersenyum menanggapi nya.
“hm, dan kau benar mereka cocok saat bersama” ujar Andrea didepan mereka, tapi tidak dihatinya.
Untung makan datang kalau tidak maka Andrea akan mendengar lebih banyak lagi pembicaraan tentang Cystal dan Sean dari pegawainya sendiri.
“eh, itu bukannya Crystal sama pacarnya?” tanya Dewi yang langsung diangguki oleh semuanya. Semua seakan mengangumi Crystal dan Sean yang baru saja masuk kedalam restoran.
“yang satu anak kolomerat yang satunya lagi CEO M Grup Hotel and Resort” ujar Sari ikut menimbrung.
__ADS_1
“CEO? CEO apa kau bilang?” tanya Dewi ingin memastikan pendengarannya.
“CEO M Grup Hotel dan Resort” jawab Sari
“tau dari mana?” tanya Sekar
“teman ku ada yang bekerja di perusahaan besar itu, dan dia mengirim foto CEO itu pada ku” jawab Sari membuka ponselnya dan memperlihatkan foto Sean pada semuanya.
Hanya Andrea yang tidak tertarik dengan pembicaraan kali ini, Andrea lebih memilih untuk melanjutkan makannya. Andrea tidak mempunyai nafsu makan, namun Andrea tetap memasukan makanan kedalam mulutnya.
“An, makan disini juga?” tanya Crystal mendatangi meja mereka, Andrea menganggukan kepalanya dan memaksakan dirinya untuk tersenyum.
‘tidak lihat apa!’ batin Andrea
“kami permisi”
Andrea menganganggukan kepalanya, ia menatap wajah Sean sebentar lalu matanya kembali fokus pada makanannya.
“aku permisi ketoilet” pamit Andrea bangkit dari duduknya.
“mau ditemani mbak?” tanya Sekar membuat Andrea menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“tidak usah, kalian makan saja” jawab Andrea lalu pergi ketoilet.
Andrea menghidupkan keran air dan membuka satu-satu bilik toilet setelah memastikan tidak ada orang didalam toilet. Andrea mulai menangis, entahlah ia merasa dada nya terasa sesak karena melihat Crystal dan Sean semakin dekat. padahal mereka baru saja dijodohkan tapi mereka sudah seperti sudah lama berkencan. Apa semudah itu cinta Sean berpaling?
Setelah puas menangis Andrea mencuci wajahnya dan kembali kerombongannya,
“aku duluan ya, tiba-tiba saja aku tidak enak badan. Ini untuk membayar” pamit Andrea sambil memberikan salah satu kartunya.
“mau diantar mbak?”
“tidak usah, aku pulang duluan. Kalian habiskan dulu makanan bila perlu pesan lagi” ujar Andrea sebelum benar-benar pergi dari restoran.
Sean melihat Andrea pergi, ia ingin menyusul Andrea tapi makanan pesanan mereka baru saja sampai, akhirnya Sean mengirim pesan pada Dave agar keapartemen Andrea.
“kenapa?” tanya Crystal membuat Sean menggelengkan kepalanya.
“ayo makan” jawab Sean sambil tersenyum pada Crystal.
Dave yang sedang berlatih diruang berlatih langsung mengambil jaketnya dan kunci mobilnya, ia baru saja mendapat pesan dari boss bahwa ia harus keapartemen Andrea sekarang.
Andrea baru saja sampai diapartemennya, matanya sangat mengantuk. Entah ini karena sudah malam atau karena efek ia habis menangis, Andrea tidak tahu yang ia tahu sekarang Andrea sangat mengantuk.
__ADS_1
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
To be continue,