
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN🔥 MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!
HAPPY READING 💚
Sean tidak menemukan Andrea didalam apartemennya, Sean mengacak rambutnya gusar karena ponsel Andrea sama sekali tidak bisa dihubungi. Gps yang Sean pasang dimobil Andrea pun hanya terlacak diparkiran gedung. Entah Andrea pergi dengan apa yang pasti Andrea meninggalkan mobilnya. Dirumah orang tau Andrea pun Sean tidak menemukan jejak Andrea disana.
Sedangkan dikantor polisi Andrea menemui pamannya yang bertugas sebagai dektektif. Andrea dan pamannya berada diruang latihan. Andrea melatih tembakannya, semenjak tidak masuk akademi polisi Andrea jadi kaku menembak dan kini Andrea rindu dengan pelajara menembak.
Andrea berhasil menembak target dengan sempurna hingga mendapatkan tepuk tangan dari pamannya dan juga Josua teman satu angkatannya yang sekarang sudah jadi dektektif dibawa awasan pamannya.
“katanya sudah lama tidak menembak, tapi tembakan mu masih seperti biasa Dhe. Sempurna” ujar Josua menepuk punggung Andrea.
“itu karena insting menembak Dhea masih sama seperti dulu” jawab pamannya membuat Andrea menerbitkan senyumnya.
“paman” panggil Andrea membuat pamannya langsung menganggukan kepalanya.
“iya”
“Dhea lapar, hehe”
Paman Andrea dan Josua hanya geleng-geleng kepala, ini lagii kebiasaan Andrea yang tidak hilang. Selalu merasa lapar.
“mau makan apa?”
__ADS_1
“pizza!”
“pizza!”
Teriak Andrea dan Josua secara bersamaan, sudah Josua duga pasti Andrea ingin makan pizza.
“jadi alasanmu datang kemari hanya ingin paman traktir makan pizza?” tanya paman Andrea membuat Andrea menyengir kuda.
“dasar” komentar paman Andrea sambil mengelus sayang kepala Andrea.
Alasan Andrea memang merindukan pamannya dan teraktiran pizza, tapi alasan lain Andrea datang adalah Andrea sedang patah hati. Jadilah Andrea ingin menembak menumpahkan kekesalannya.
Andrea diantar pulang oleh Josua jam 11 malam, tentu saja setelah makan pizza Andrea kembali menembak hingga mengharuskan Josua untuk mengawasi Andrea karena pamannya ada pekerjaan penting.
“sama-sama, lain kali kau harus tahu waktu jika ingin berlatih” ujar Josua membuat Andrea menyengir kuda.
“kau, seperti baru mengenalku saja””
“aku pergi”
“hati-hati, bye”
“bye”
__ADS_1
Sean melihat Andrea pulang diantar oleh pria lain yang Sean kenal adalah teman Andrea sewaktu masih diakademi polisi.
Sean mengepalkan kedua tangannya ketika Andrea, wanitanya tersenyum pada Josua itu.
“dari mana saja kau!” ujar Sean agak meninggikan suaranya, Andrea yang baru saja membuka pintu terkejut karena mendengar suara Sean.
“kau kenapa kemari?” tanya Andrea melewati Sean begitu saja. Sean memegang tangan Andrea menahan Andrea yang hendak masuk kamar.
“katakan kau dari mana, Dhea?” tanya Sean menekan suaranya, Andrea melepaskan tangan nya dari Sean.
“memangnya apa urusanmu! Bukahkan kau mau menikah dengan wanita itu! Jadi stop, sok peduli! Pergi dari sini aku tidak mau melihat wajahmu”
“kalian akan segera menikah, tolong jangan seperti mengharapkan aku tapi sebenarnya tidak”
“aku tidak akan bertunangan jika kau mengatakan kau mencintaiku!” ujar Sean membuat Andrea terdiam, Andrea ingin menjawab Sean tapi bibirnya terasa keluh.
“katakan! Kau mencintaiku Dhea!”
“tidak bisa kan! kau tidak mencintaiku sama sekali!” ujar Sean lagi lalu pergi dari apartemen Andrea dengan kekesalan.
‘aku mencintaimu sangat banyak’ ujar Andrea pada dirinya sendiri setelah Sean pergi.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,