Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 37a


__ADS_3

Bab 37a


Sean ingin sekali memeluk andrea sekarang, melihat andrea terbaring lemah dibangsal itu membuat hati sean sakit. Sean memijit kepalanya lalu menghela nafas dan meninggalkan kameranya, sean memantau andrea dengan kamera mahal yang bisa melihat objek sangat dekat walaupun lokasi sean jauh. Sean menginap disalah satu hotel miliknya sekarang mengawasi setiap pergerakan andrea. sean memang membiarkan andrea pergi tapi sean akan selalu memantau andrea. katakanlah jika sean kembali lagi menjadi seorang penguntit, sean tidak mengapa dikatakan seperti itu karena itu memang kenyataannya.


Flashback,


Belasan tahun lalu.....


Ketika ibu sean meninggal sean kecil tidak tahu ia harus bagaimana, sean kecil bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Tapi, ketika tante nya menangis terseduh-seduh disaat itu juga sean ikut menangis tersedu-seduh. Saat dimakam ibunya pun sean masih menangis tersedu-seduh, beda dengan ayahnya yang tidak pernah sedih sama sekali.


Ketika semua orang sudah pergi hanya sean sajalah yang masih tersisa bersama tantenya, adik dari ibunya.


“sean ayo pulang sayang” ajak dewi membuat sean menggelengkan kepalanya, sean tidak mengerti padahal tante nya sudah tidak menangis lagi tapi kenapa ia masih saja menangis?


Tak jauh dari mereka, andrea kecil mendekati sean dan memeluk sean kecil tanpa berbicara apapun, andrea kecil hanya memeluk. Pada saat itu tidak tahu kenapa pelukan gadis kecil itu berhasil membuat hati sean menghangat.

__ADS_1


Andrea kecil menepuk-nepuk pundak sean, menenangkan pria itu tanpa suara. Dewi yang melihat itu juga ikut menghangat. Anak perempuan ini terlihat sangat imut, pikirnya.


Sementara itu sandra mencari andrea karena tidak ada disebelahnya, hari ini sandra mengajak andrea kemakam kakak nya sudah meninggal satu tahun yang lalu karena kanker yang dideritanya.


Sandra segera menghampiri andrea yang sedang memeluk seseorang, awalnya sandra sangat cemas tapi ketika melihat makam yang masih basah itu perasaan sandra ikut sedih. Bagaimana bisa anak sekecil itu kehilangan seorang ibu? Bukankah dia masih butuh bimbimbang seorang ibu?


“dhea” panggil sandra lembut membuat andrea langsung melepaskan pelukan nya dari sean kecil.


“mami” jawab andrea langsung menghampiri sandra dengan tersenyum menampakan giginya yang ompong.


Andrea mengangguk dan mengikuti sandra, sementara itu sean menatap andrea yang perlahan pergi.


Andrea menghentikan langkahnya,


“kenapa sayang?”

__ADS_1


Andrea tidak menjawab ia kembali mengampiri sean dan membantu sean berdiri. “mau makan siang dirumah dhea? Masakan mami enak lho, maminya dhea juga maminya kamu. Kamu mau kan?” tanya andrea membuat sandra tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


“ah, kelamaan. Ayo” ujar andrea kecil lagi menarik tangan sean dan mengajaknya kerumahnya.


Sementara dewii tante sean mengikuti dari belakang.


Sepanjang perjalanan sean terus menatap andrea, ia berjanji pada dirinya sendiri jika besar nanti ia hanya akan menikah dengan gadis kecil ini.


“tanganmu terluka” ujar andrea kaget ketika melihat darah yang masih mengalir dari tangan sean, sean sama sekali tidak merasakan ada luka ditanganya entah kepan luka itu bisa ada ditangannya.


Sean sama sekali tidak bisa merasakan sakit dan tidak ada emosi diwajahnya, itu lah mengapa ia hanya mengikuti tantenya menangis ketika ibunya meninggal dan karena itu lah kenapa ia tidak tahu kalau tangannya terluka.


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2