Terpaksa menikahi Mafia

Terpaksa menikahi Mafia
bab 97a


__ADS_3

AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAINđŸ”„ MOHON UNTUK MEMBERIKAN POIN KECERITA INI BIAR MAWAR SEMANGAT MENULIS KELANJUTAN BABANH SEAN & ANDREA😊 GA USAH BELI KARENA POIN BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS!!


HAPPY READING 💚


Andrea sedang berada diruang kesehatan dilantai 2, dokter Kevin datang kerumah karena perut Andrea yang terasa keram.


“bagaimana keadaan anak dan istriku?” tanya Sean setelah dokter Kevin telah selesai memeriksa Andrea.


“bayi dan ibu baik-baik saja, keram memang kerap terjadi pada ibu hamil besar jadi jangan terlalu khawatir” jelas dokter Kevin membuat Sean menganggukan kepalanya lega.


“terima kasih”


“sama-sama jika ada keluhan lagi jangan sungkan untuk memanggik saya”


“itu kan memang tugasmu” ujar Sean menatap datar dokter Kevin.


“haha” tawa dokter Kevin garing membuat Andrea hampir meledakan tawanya, tapi ia tahan. Suaminya ini memang bisa saja membuat orang langsung kicep.


“saya permisi”


“terima kasih dok” ujar Andrea yang diangguki oleh dokter Kevin.

__ADS_1


Sean menghampiri Andrea lalu duduk sambil mengambil tangan kanan Andrea, Andrea menoleh pada Sean.


“terima kasih karena mau bertahan dengan ku sayang” ujar Sean tulus sambil mencium tangan Andrea, Andrea menatap Sean penuh cinta.


“aku mencintaimu sangat banyak” ujar Andrea, selalu saja Sean yang berterima kasih padanya karena mau bertahan, padahal sebenarnya Andrea yang berterima kasih karena Sean mau menerimanya.


Drt...drt...


“sebentar sayang” ujar Sean mengangkat telpon didepan Andrea.


“bos, ada kabar gembira untuk kita semua” Dave, ya itu suara Dave.


“pembangunan hotel disumatra jadi dilaksanakan mulai minggu depan, ada file yang sudah aku kirim lewat email. Barang kali ada yang kau tidak suka bos” ujar Dave.


“terima kasih, baiklah nanti aku cek”


Tut,


“ada apa?” tanya Andrea membuat Sean tersenyum pada Andrea.


“cabang Sumatra resmi dibangun minggu depan sayang” jawab Sean,

__ADS_1


“ah, kau akan sibuk kalau begitu” ujar Andrea membuat Sean langsung menggelengkan kepalanya.


“tentu saja tidak, waktuku hanya untukmu sayang”


“aku tahu itu, aku mencintaimu.”


“aku sangat mencintaimu” ujar Sean mencium kening Andrea sayang.


Sean keruang kerjanya mengecek email yang dikirimkan oleh Dave, dengan teliti Sean memeriksa file. Tidak ada yang merugikan semua nya menguntungkan, Sean menghela nafas lega karena pekerjaan Dave sangat baik.


Sean mematikan komputernya ia harus keruang kesehatan lagi karena Andrea masih disana, tadi Sean pergi keruang kerja ketika Andrea tertidur. Dan sekarang Sean harus cepat keruang kesehatan takutnya Andrea mencarinya.


Sementara diruang kesehatan Andrea merasa kehilangan Sean, Andrea berdiri dari bangsal mengambil minum. Namun minum habis, Andrea menghela nafas karena tidak ada siapapun diruang kesehatan. Andrea dengan malas keluar dari ruang kesehatan, semenjak hamil Andrea sangat takut menuruni tangga sendirian tanpa ditemani Sean atau yang lainnya. Tapi karena tidak ada siapapun dan tenggorokan Andrea sangat kering jadilah Andrea memberanikan diri untuk turun tangga. Andrea sudah menuruni tiga tangga dan itu masih aman-aman saja, dan Andrea menghela nafas lega dan mulai melangkah pelan-pelan.


“AAAAAAAAAAAAAKHHHHHHH” teriak Andrea kencang karena kakinya tidak sengaja terpeleset ditangga kelima, Andrea terjatuh sampai kelantai bawah dengan berguling-guling. Andrea menangis ia terus memegangi perutnya takut terjadi apa-apa pada calon anaknya, bukan sekedar takut ini lebih dari takut.


“DHEA!!!!!!”


Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2