
Bab 42
Setelah melakukan transaksi sean memanjat kamar andrea, pukul 3 pagi sean melihat wanitanya yang sedang tertidur pulas.
Sean menatap andrea yang tertidur pulas lama, ia sangat merindukan wanitanya hingga mau mati rasanya. Katakan lah sean bucin atau apa, karena itu memang kenyataannya. Sean benar-benar mencintai andrea sangat banyak.
Sean tidur disebelah andrea dan memeluk andrea erat, dalam hati sean berdoa agar andrea tidak terbangun dari tidurnya karena kehadirannya.
Sean tersenyum karena andrea lebih mendekatkan diri padanya mencari kehangatan, inilah yang sangat dirindukan sean. Tidur didekapan andrea, wanitanya.
Tuhan, bagaimana bisa sean hidup tanpa andrea. hari ini sean bisa nekat masuk kedalam kamar andrea, besok-besok entah apa yang akan sean lakukan. Menculik andrea lagi, mungkin.
Sean memejamkan matanya, malam ini adalah tidur nyenyak bagi sean karena semenjak kepergian andrea sean tidak pernah tidur nyenyak. Bahkan sean hampir tidak pernah tidur, sean mencium kening andrea lalu turun kehidung, dan terakhir bibir andrea barulah sean ikut tidur menuju alam mimpi.
__ADS_1
Pukul 5 pagi sean bangun dan langsung pergi dari dari kamar andrea dengan cara melompat dari lantai dua kelantai satu. Sean memanjat pagar dan pergi dari kediaman andrea.
Andrea terbangun karena ia merasa kehangatannya hilang, andrea seperti mimpi sedang tidur didalam dekapan sean.
Andrea sama sekali tidak merasakan itu mimpi karena dekapan sean terasa sekali menemani tidurnya malam tadi, walaupun tidak lama tapi andrea tahu itu sean.
Andrea menggelengkan kepalanya, sepertinya otaknya sudah rusak karena memikirkan sean. Sampai-sampai terbawa mimpi. Sebenarnya kalau boleh jujur andrea sangat berharap jika semalam itu bukan mimpi, tapi pikirannya menolak untuk itu.
Andrea bangun dari tempat tidur dan langsung kekamar mandi, walaupun hari ini ia tidak kebutik andrea harus mencuci wajah dan gosok gigi lalu sarapan bersama keluarga.
“kak, sarapan!” ujar alex menyelonong masuk kedalam kamar mandi. andrea memmutar bola matanya dengan malas.
“tidak usah masuk kedalam kamar mandi juga kali” ujar andrea tapi dihiraukan oleh alex. Setelah mengatakan pesan maminya, alex langsung pergi dari kamar andrea.
__ADS_1
Andrea menggelengkan kepalanya lalu mencuci mulutnya dan pergi sarapan bersama dengan keluarganya.
Hari libur begini biasanya memang andrea habiskan waktunya untuk keluarga, dan orang-orang terdekatnya mengerti itu. Termasuk samuel dan sindi, mereka berdua tidak akan datang kerumah andrrea jika ia sedang menghabiskan waktunya dengan keluarga.
Andrea, alex, dan papinya vino sedang bermain basket dilapangan belakang maminya sandrea, hanya melihat dan mendukung sambil menyiapkan cemilan dipinggir lapangan.
“PAPI CURANG!”
“PAPI CURANG!”
Teriak andrea dan alex secara bersamaan karena vino melakukan kecurangan, sandra hanya terkekeh geli melihat tingkah suami dan anak-anaknya.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin/ poin. Terima kasih sebelumnya. Big love, from me.
__ADS_1
To be continue,