
Bab 23
Sean baru sampai kemansion ia langsung kekamar mencari andrea karena sean sangat merindukan wanitanya itu, sedangkan lyin ia langsung masuk kedalam kamarnya untuk istirahat.
Sean tidak menemukan andrea didalam kamar, sean berpikir wanitanya itu pasti sedang berada diruang kerja khusus yang telah ia siapkan untuk andrea.
Sean membuka kemejanya, ia harus menggenti pakaiannya ketika sudah melepaskan semua kancing kemejanya mata sean tidak sengaja melihat keluar jendela yang membawa matanya kekolam berenang, sean tersenyum ketika mendapati andrea sedang berenang.
Senyum sean lenyap begitu saja ketika melihat dua pengawalnya sedang menunggu andrea didepan pintu,
“enak bukan” tanya bob pengawal pertama setelah menghabisi cup cake buatan andrea,
“tentu saja enak, kalau tidak kau kuenya tidak akan habis bodoh, hahaha”
“SIALAN!” maki sean mengancingkan asal kemejanya lalu turun kebawah.
Dengan kekesalan yang sangat tinggi sean menghajar kedua pengawalnya yang sedang menunggui andrea berenang, mereka memang tidak melihat andrea berenag karena pengawal sean menghadapan belakang tapi siapa yang tahu pria apalagi keduanya tampak seperti membicarakan wanitanya dimata sean.
“SIALAN! MAU MATI KALIAN HAH!” teriak sean memukuli bawahannya membuat andrea yang sedang berenang terusik karena ada suara gaduh.
__ADS_1
“berani kalian membicarkan dan melihat wanitaku hah!” sean menghajar membabi buta hingga kedua pengawalnya babak belur.
“maafkan kami tuan”
“maaf, tidak. Tidak ada maaf untuk kalian” ujar sean mengangkat tinjuannya keudara bersiap untuk menghabisi pengawalnya.
Andrea keluar dari kolam berenang dan segera menggunakan handuknya lalu mendatangi keributan. Andrea bahkan hampir terjatuh karena terburu-buru.
“SEAN!” teriak andrea histeris membuat tinjuan sean jatuh. Sean menatap andrea sekilas lalu bersiap menghajar kembali.
“CUKUP! KUBILANG BERHENTI” teriak andrea lagi ketika salah satu pengawal sudah terkepar dilantai. Sean menulikan telinganya dan terus memberi pelajaran pada pengawalnya.
“mereka berhak mati karena telah melihat mu berenang” ujar sean membuat andrea mengangga tidak percaya, setahu andrea kedua pengawal itu sama sekali tidak melihat nya berenang.
“mereka tidak melihatku, sudah hentikan jika kau terus memukulinya mereka bisa benar-benar matii” ujar andrea frustasi atas apa yang dilakukan sean.
Sean tidak mendengarkan andrea, andrea kesal ia melangkah menjauh dari sean lalu kekolam berenang lagi. Andrea berdiri dipinggir kolam berenang yang tingginya 10M.
“kalau kau tidak berhenti juga, aku akan melompat” ujar andrea membuat sean langsung menghentikan gerakan kakinya yang menendang dengan cara membabi buta.
__ADS_1
“sayang, dengarkan aku mereka pantas mendapatkannya jadi jangan coba-coba untuk terjun berbahaya” ujar sean tampak mengangkat kedua tangannya agar andrea tidak benar-benar melompat kedalam kolam berenang yag tingginya 10M.
“biarkan mereka pergi dan diobati maka aku tidak akan melompat” ancam andrea lagi.
“tapi sayang....”
Andrea menghela nafas tidak tahu lagi jalan pikiran sean, tidak ada cara lain selain melompat dari sini. Jika sean tidak menolongnya andrea bisa menyelamatkan diri sendiri dan jika sean tidak menyelamatkannya maka kedua pengawal itu bisa tewas.
BYUR...........
“DHEA!” teriak sean langsung berlari dan melompat kedalam kolam berenang.
Senyum andrea mengembang ketika melihat sean datang padanya,
“kalian selamat” guman andrea lalu menutup matanya.
Jangan lupa like n komen dan bila perluh tolong dukung karya ini dengan memberikan koin. Terima kasih sebelumnya.
To be continue,
__ADS_1