
***
Sekitar jam setengah pagi Bu Aida minta dijemput oleh Hariz di rumah sakit.
"Mas pergi dulu, ya, Ibu minta dijemput," ujarnya kepada sang istri.
Dhena berusaha menganggukkan kepala. Walau di dalam hatinya ada gelenyer nyeri karena Hariz akan pergi ke rumah sakit. Dan itu artinya suaminya akan bertemu dengan Nelly.
Hariz mendekat ke arah Fathan. Mengasongkan punggung tangannya untuk dicium oleh putranya. "Fathan sama Mama dulu di rumah, ya," ucapnya sembari mengusap acak rambut Fathan.
Kemudian langkah kaki Hariz menuju Dhena yang sedang berdiri membereskan meja makan. Dikecupnya kening sang istri dengan hangat. "Mas, berangkat dulu, ya," pamitnya kemudian. Sedangkan Dhena tetap membisu.
'Aku ingin keluarga kecil kita bisa kembali utuh lagi seperti dulu, Mas,' lirih Dhena dalam hati.
Yang tentu saja tak dapat didengar oleh Hariz.
***
"Sakit ... Mas, tolong perutku sakit sekali!" pekik Nelly ketika Hariz baru saja langkah kakinya memasuki kamar tempat Nelly dirawat.
Obat yang tadi sudah diberikan pihak rumah sakit memang mempunyai efek samping yang membuat pasien merasa rasa sakit yang luar biasa terutama tepat di bagian dalam perut. Seperti rasa mulas yang mengaduk-aduk.
Melihat kondisi Nelly seperti sedang menahan sakit yang luar biasa membuat hati Hariz merasa iba dibuatnya. Perasaannya seperti dejavu. Mengingat kembali saat beberapa tahun yang lalu ia menemani Dhena selama proses melahirkan Fathan.
"Sabar, kamu pasti kuat." Hariz berusaha menyemangati Nelly yang sedari tadi terus menjerit dan berteriak meluapkan perasaan sakit yang hebat di bagian perutnya. Tangannya mencengkram lengan atas Hariz yang duduk di kursi sebelah tempat tidur yang ditempati Nelly.
__ADS_1
"Tapi, aku sudah gak kuat, Mas. Perutku sakit banget," jawab Nelly yang mulai tergugu karena rasa nyeri yang kian menjadi.
'Pantas saja jika ada yang bilang rasa sakit ketika keguguran itu lebih sakit dua kali lipat dengan rasa sakit ketika hendak melahirkan normal,' batin Nelly dalam hati. Dulu ia pernah melahirkan Vito, tapi rasa sakitnya tak separah dan sesakit itu.
Kuret biasanya diperlukan setelah seseorang keguguran untuk membersihkan sisa jaringan di rahim.
Memang bagi kebanyakan wanita, istilah kuret merupakan momok yang menakutkan. Begitu pun yang sedang dirasakan oleh Nelly saat ini. Yang baru saja mengalami keguguran.
Selain untuk keguguran, kuret biasanya diperlukan mengatasi berbagai masalah gangguan rahim pada wanita.
Kuret merupakan tindakan bedah dengan waktu singkat dimana serviks dilebarkan untuk mengikis dinding rahim.
Adapun tujuan dari tindakan kuret yaitu untuk membersihkan rahim dari sisa janin.
Umumnya, kita hanya mengetahui proses ini sering dilakukan pada ibu yang mengalami keguguran.
Selain itu, kuretase juga dapat mengatasi plasenta yang melekat pada rahim dan langkah lanjutan dalamm hamil anggur. Biasanya, dokter akan menentukan tindakan apa yang paling sesuai dengan kondisi setiap pasien.
Melihat Nelly sudah mulai menangis Hariz menjadi gugup. Ia tak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini.
"Tunggu di sini sebentar, ya, Mas coba panggilkan dokter dulu," pamitnya kemudian. Setengah berlari ia keluar ruangan.
Tak lama kemudian. datang seorang dokter kandungan dan beberapa orang perawat yang mendampinginya yang kebetulan sedang visit mengunjungi beberapa pasien di kamarnya masing-masing.
"Sabar, Mbak sebentar lagi kita akan melakukan tindakan kuret. Rasa nyeri yang Mbak rasakan saat ini karena kerja obatnya yang sedang bereaksi," papar sang dokter.
__ADS_1
Sekitar jam sebelas siang dengan menggunakan bantuan kursi roda Nelly didorong oleh Hariz menuju ruang tindakkan untuk segera dilakukan pembersihan bagian dalam rahim.
Sebelum memasuki ruangan Nelly menggenggam erat jemari Hariz seakan ia meminta laki-laki itu untuk terus menemaninya sampai dalam ruangan.
"Mas, aku takut," lirihnya merajuk.
"Maaf, Pak, tunggu di luar dulu," titah salah satu perawat berbicara ke arah Hariz.
Hariz mengulas senyum sembari menganggukkan kepala. Lantas ia duduk di kursi panjang yang sengaja disediakan untuk keluarga pasien yang sedang ditangani di dalam ruangan.
Dokter mulai mememberiksn suntikan anestesi atau bius kepada Nelly. Jika dokter memberi suntikan anestesi umum, maka Nelly akan benar-benar tidak sadar selama operasi. Tapi karena bius yang dibeirkan adalah anestesi spinal atau epidural (regional), sehingga Nelly tidak akan merasa apa-apa dari pinggang ke bawah, akan tetap sadar. Masih bisa melihat dan mendengar sesuatu yang ada di sekitarnya.
Nelly hanya merasakan kebas di bagian serviks.
Selama proses kuret, Nelly berbaring dengan posisi kakinya yang dinaikkan pada pijakkan yang sudah disediakan. Kemudian seorang dokter terlihat memasukkan speculum ke dalam ****** dan menahan serviks dengan sebuah jepitan. Meskipun proses kuret tidak melibatkan jahitan atau penyayatan, dokter akan membersihkan serviks dengan larutan antiseptik.
Tahapan proses kuret yang akan dijalani oleh Nelly saat ini.
Dilation atau pelebaran, seperti namanya adalah untuk melebarkan bagian bawah uterus (serviks) untuk memasukkan alat medis.
Curettageatau kuret yang dilakukan dnegan mengikis lapisan uterus dan mengangkat bagian dari uterus dengan alat medis berukuran panjang berbentuk sendok (curette). Jika dibutuhkan, dokter juga akan menggunakan kanula untuk menghisap bagian yang tersisa dari uterus, untuk kemudian diperiksa ke laboratorium.
Hampir dua puluh lima menit Hariz menunggu Nelly. Dari kejauhan Hariz melihat ibunya berjalan tergesa menghampiri nya.
"Ibu dari mana dari tadi gak kelihatan?" tanya Hariz kepada Bu Aida yang baru saja menampakkan batang hidungnya. Karena wanita setengah baya itu sengaja agar Hariz yang terus bisa menemani dan membersamai Nelly selama proses tindakan kuret yang kini sedang dijalani oleh Nelly. Bu Aida tadi sengaja menyembunyikan diri dengan duduk berlama-lama di kantin yang disediakan di sekitar rumah sakit. Dengan harapan anak lelakinya itu bisa melihat langsung perjuangan Nelly selama proses pembersihan rahimnya.
__ADS_1
"Kamu sudah lihat perjuangan Nelly yang begitu kesakitan, kan? Masa kamu tega ninggalin dia begitu saja. Padahal ia bisa sampai harus merasakan sakit seperti itu karena andil kamu juga," tutur Bu Aida agar Hariz membuka hatinya kembali untuk Nelly.
Bagi Bu Aida sendiri kehadiran Nelly di sisi Hariz jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Dhena yang menurut Bu Aida Nelly lebih banyak menjanjikan untuk kesejahteraan hidupnya dan juga Hariz. Setidaknya ia masih bisa nebeng hidup enak kepada menantunya itu. Sedangkan Dhena yang terlahir dari keluarga sederhana bahkan cenderung kekurangan dan susah hanya menambah beban untuk anak laki-lakinya itu. Begitulah, pemikiran Bu Aida sepertinya sudah dibutakan hatinya oleh gemerlap keindahan dunia yang hanya sesaat ini.