
***
Kini Dhena sudah berada di rumahnya kembali. Tak berapa lama tetangga dekatnya pun mulai berdatangan menjenguk dan melihat keadaan Dhena dan bayi laki-lakinya.
"Mbak Dhena, kok, lahirannya Cesar, sih memang kenapa?" tanya salah satu tetangganya berbasa-basi yang bagi Dhena sendiri itu merupakan pertanyaan yang membuatnya merasa disudutkan.
"Katanya karena gara-gara sungsang, dan lilitan tali pusar, ya?" salah satu tetangganya yang bernama Bu Tejo itu menjawab pertanyaan Bi Kemproh yang pertama nanya.
"Owh, itu pasti karena Mbak Dhena waktu hamilnya sering makan buah yang ada bijinya jadi anaknya susah pas hendak dilahirinnya," sambung Bu Kemproh menduga-duga sendiri.
Biday Yuni yang kebetulan sedang berada di sana pun langsung menyangkal pernyataan Bu Kemproh tadi.
"Ibu hamil yang harus melewati tindakan cesar itu bukan karena makan ini itu atau karena ini itu, tapi, memang penyebabnya banyak menurut ilmu kedokteran."
Orang yang awam tentan ilmu yang bersangkutan dengan kandungan memang sering kali mengambil kesimpulan sendiri tanpa tahu kebenarannya. Padahal, yang sebenarnya Volume air ketuban rupanya juga memengaruhi posisi bayi dalam kandungan. Volume air ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit terbilang berisiko menyebabkan bayi sungsang.
Saat volume air ketuban terlalu banyak misalnya, ruang bayi untuk bergerak akan semakin leluasa. Keleluasaan ini bisa menyebabkan posisi bayi menjadi sungsang.
Air ketuban yang terlalu sedikit pun serupa. Bayi menjadi tidak bebas untuk bergerak dan posisi bayi sungsang pun akhirnya bisa saja terjadi.
Panggul yang terlalu sempit.
Wanita hamil yang memiliki bentuk panggul yang kecil atau sempit juga memiliki risiko untuk bayi mengalami posisi sungsang. Sebab kondisi panggul yang sempit bisa menyebabkan kepala bayi sulit untuk berada di jalan lahir begitu mendekati waktu melahirkan.
Mengandung Bayi Kembar
__ADS_1
Posisi bayi sungsang juga bisa terjadi karena perempuan hamil sedang mengandung bayi kembar. Karena ada lebih dari satu janin dalam kandungan, maka si kecil pun harus rela berbagai tempat dengan kembarannya untuk bergerak.
Dengan begitu, ruang gerak bayi menjadi lebih terbatas. Posisi bayi pun akhrinya menjadi sungsang.
Itu semua merupakan penyebab bayi sungsang yang mungkin terjadi. Untuk mencegah bayi sungsang, ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamilan secara teratur, sehingga dokter bisa memberikan saran agar posisi bayi menjadi lebih optimal saat menjelang persalinan.
Sedangkan penyebab terjadinya lilitan tali pusar pada bayi bisa jadi karena pergerakan janin yang sangat aktif di dalam kandungan, dan itu merupakan hal yang normal. Seiring bertambahnya usia kehamilan bayi, begitu pula meningkatnya kemungkinan bayi terlilit tali pusar.
Ibu hamil kemungkinan tidak akan merasakan gejala apa pun, sehingga tidak dapat mengetahui bahwa tali pusar sudah melilit janin atau tidak ketika masih di dalam kandungan.
Selain karena gerakan janin yang aktif dan usia dari kandungan, terdapat beberapa kemungkinan penyebab janin terlilit tali pusar diantaranya, memiliki cairan ketuban yang berlebihan, hamil anak kembar, tali pusar yang panjang, struktur tali pusar yang lemah, ketuban pecah prematur (PROM).
Setelah mendengar penjelasan dari bidan Yuni yang memang memahami ilmu tentang kehamilan, Bu Kemproh pun langsung terdiam. Mukanya terlihat memerah menahan malu karena sudah mereka-reka sendiri tanpa data yang valid hanya sekadar mitos yang turun menurun dari orang tua zaman dulu yang kebenarannya sangat bertentangan dengan yang sebenarnya.
Bidan Yuni pun berusaha memaparkan beberapa mitos tentang bayi yang baru dilahirkan yang harus dihindari.
Ada beberapa mitos dan fakta seputar bayi baru lahir yang harus diketahui oleh ibu yang baru mempunyai bayi.
Mitos : Bayi yang bahagia jarang menangis.
Sedangkan faktanya, semua bayi menangis. Sebagian bayi baru lahir menangis lebih sering dibandingkan bayi lainnya, karena setiap bayi adalah unik. Pada umumnya tangisan bayi meningkat sejak usia 2-3 minggu, dan mencapai puncaknya pada usia 6-8 minggu. Kemudian, tangisan berangsur-angsur berkurang hingga usia 12 minggu.
Bila si ibu merasa stres dengan tangisan bayi, mintalah bantuan kerabat atau orang terdekat untuk menangani bayi sementara ibu menenangkan diri.
Mitos: Bayi yang baru lahir seharusnya tidak rewel dan tidak sering kentut, tapi faktanya.
__ADS_1
Semua bayi dapat menjadi rewel karena perutnya banyak gas. Sistem pencernaan mereka sedang berkembang dan sering buang angin adalah hal yang wajar.
Bila bayi rewel, ibu harus menggendong ke ruangan yang sunyi dan temaram, ayun perlahan sambil menyanyikannya.
Bila bayi kembung atau banyak buang angin, gerakkan kedua kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda. Gerakan ini dapat membantu ia mengeluarkan gas dari perutnya.
Mitos : Bayi gumoh membuat ibu khawatir
Padahal, gumoh adalah hal yang wajar dan terjadi pada bayi yang meminum ASI maupun susu formula.
Sendawakan bayi setiap memberi ASI selama 15 menit, atau setiap ia meminum 30 mililiter susu formula. Bila sulit menyendawakannya pada posisi tegak, cobalah gendong ia pada posisi tengkurap lalu tepuk-tepuk dadanya.
Mitos: Bila bayi sering menangis berarti ia kolik.
Faktanya, belum tentu. Kolik atau sakit perut, hanya terjadi pada 13% bayi dengan jumlah yang seimbang antara bayi yang menyusu ASI maupun susu formula.
Bayi yang kolik memiliki pola tangisan "tiga-tiga" yaitu : bayi menangis sekitar 3 jam per hari, minimal 3 hari dalam seminggu, dan terus terjadi selama 3 minggu atau lebih. Sebaiknya pijatlah perut bayi perlahan dengan gerakan searah jarum jam untuk membantu mengurangi ketidaknyamanannya.
Mitos, susu formula yang banyak mengandung zat besi dapat menyebabkan susah pup.
Padahal, faktanya tidak terbukti bahwa susu formula yang mengandung zat besi membuat konstipasi. Bayi yang meminum susu formula harus menggunakan susu formula yang mengandung zat besi agar tidak terjadi kekurangan zat besi. Zat ini sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan.
Jumlah dan frekuensi pup setiap bayi berbeda-beda. Bila bayi Anda mengalami konstipasi(susah buang air besar) gerakkan kedua kaki bayi dengan gerakan seperti mengayuh sepeda, dan pijat perutnya perlahan dengan gerakan memutar searah jarum jam.
"Seharusnya sebagai ibu yang baru melahirkan itu harus banyak membaca tentang ilmu yang berkaitan dengan bayi dan lainnya agar mempunyai pengetahuan tentang bagaimana sebenarnya ketika kita harus menangani bayi yang benar dan tepat agar tidak termakan mitos yang menyesatkan yang sudah turun temurun dilakukan oleh kebanyakan orang di luaran sana," pungkas bidan Yuni menakhiri semua paparannya yang sudah disampaikannya tadi hingga panjang lebar.
__ADS_1
Dhena pun merasa sangat berterima kasih karena sudah diberikan pengetahuan langsung oleh bidan yang bertugas di puskesmas kecamatan itu