Ujian Kesetiaan

Ujian Kesetiaan
Dhena merasa Diingatkan


__ADS_3

Pak Kiai masih meneruskan tausiyahnya di balik mimbar masjid yang masih disimak dengan khusu oleh semua jama'ah yang hadir.


"Keharmonisan dalam rumah tangga tidak selamanya terus berlangsung. Terkadang masalah datang menerpa pasangan suami istri. Beberapa istri pun tidak mampu mengatasi masalah sehingga meninggalkan suami mereka.


"Perkara seperti ini sangat miris dan justru sering terjadi di zaman sekarang ini. Banyak wanita yang menganggap sepele hal ini dan justru membenarkan berbagai masalah yang terjadi dalam rumah tangga seperti masalah keuangan, perselingkuhan, dan masalah lain.


Dalam Islam, hukum seorang istri meninggalkan suami adalah haram sehingga tidak ada batas waktu istri meninggalkan suami dalam Islam. Istri yang keluar rumah tanpa izin suami, maka ia akan mendapatkan laknat dari malaikat, bahkan meski hanya satu detik saja.


Rasul bersabda,


”Hak suami terhadap isterinya adalah isteri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta , tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali puasa wajib. Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya. Dia tidak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri. Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali , sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim.” (Hadist riwayat Abu Daud Ath-Thayalisi daripada Abdullah Umar)


Allah sendiri telah memerintahkan setiap istri untuk selalu berada di dalam rumah dan tidak keluar tanpa izin suami, apalagi meninggalkan suami.


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا


Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.


Seorang istri yang meninggalkan suami berarti ia telah melakukan dosa besar. Suami adalah jalan menuju surga seorang istri, maka sudah seharusnya meski sebesar apapun masalah yang ada hendaknya seorang istri tetap memperhatikan suaminya.


Dari Husain bin Muhshain dari bibinya berkata: 

__ADS_1


“Saya datang menemui Rasulullah SAW. Beliau lalu bertanya: “Apakah kamu mempunyai suami?” Saya menjawab: “Ya”. Rasulullah SAW bertanya kembali: “Apa yang kamu lakukan terhadapnya?” Saya menjawab: “Saya tidak begitu mempedulikannya, kecuali untuk hal-hal yang memang saya membutuhkannya” . Rasulullah SAW bersabda kembali: “Bagaimana kamu dapat berbuat seperti itu, sementara suami kamu itu adalah yang menentukan kamu masuk ke surga atau ke neraka”(HR. Imam Nasai, Hakim, Ahmad dengan Hadis Hasan).


Rasul juga bersabda,


“Tidaklah istri menyakiti suami di dunia kecuali ia bicara pada suami dengan mata yang berbinar, janganlah sakiti dia (suami), agar Allah tidak memusuhimu, jika suamimu terluka maka dia akan segera memisahkanmu kepada Kami (Allah dan Rasul)”. (HR. Tirmidzi dari Muadz bin Jabal)


Istri yang pergi meninggalkan suami akan lebih memudahkan terjadinya perceraian. Maka dari itu sangat dilarang untuk seorang istri pergi meninggalkan rumahnya. Sedangkan perceraian adalah hal yang sangat diinginkan oleh setan.


Dari Jabir berkata,


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengutus bala tentaranya, maka yang akan menjadi pasukan yang paling dekat dengan dia adalah yang paling banyak fitnahnya. Lalu ada yang datang dan berkata, ‘Saya telah berbuat ini dan itu’. Maka iblis berkata, ‘Engkau tidak berbuat apa-apa’. Kemudian ada yang datang lagi dan berkata, ‘Saya tidak meninggalkan seorang pun kecuali telah aku pisahkan antara dia dengan istrinya’. Maka iblis mendekatkan dia padanya dan mengatakan, ‘Engkaulah sebaik-baik pasukanku’.” (Muslim, no.2167)


Maka dari itu, hendaknya dalam sebuah pernikahan diutamakan untuk bersabar dalam menghadapi pasangan. Pasangan hidup kita adalah pilihan yang harus kita pertahankan. Sebagai seorang wanita, sudah seharusnya mentaati suami selama tidak melanggar syariat agama.


Jika memang tidak sanggup menyelesaikan masalah, maka berdiskusi dengan keluarga atau mengajukan gugatan cerai adalah jalan terbaik dibandingkan harus meninggalkan rumah.


Wajah Dhena seketika memerah. Wanita itu serasa ditampar setelah ia menyimak semua dari awal hingga akhir paparan dari sang imam masjid. Dhena sudah diingatkan melalui tausiyah yang diikutinya barusan. Ia pun menjadi gamang untuk menentukan pilihan. Satu sisi sebagai seorang istri biasa ia ingin pergi jauh hingga ke ujung dunia sekalipun dengan harapan ia bisa cepat terlepas dari kungkungan orang-orang yang selama ini tak pernah menghargai perasaannya.


Namun, sisi lain di hati Dhena terselip rasa takut jika sampai mengingkari dengan semua yang sudah dipaparkan oleh pak Kiai yang seolah sengaja untuk mengingatkannya tadi.


 "Tidak baik seorang istri sampai meninggalkan rumah suami. Apalagi di sana ada Fathan yang masih butuh pelukan hangat dari kamu sebagai ibunya." Gagah berusaha ikut mengingatkan Dhena dan menyarankan wanita itu untuk kembali pulang ke rumah Hariz.

__ADS_1


"Iya, Mas, maafkan aku tadi yang sudah lancang meminta bantuan untuk mencari tempat kontrakan sama kamu."


"Mungkin tadi aku sedang diliputi rasa emosi. Hingga tak dapat mengendalikan perasaan," sambung Dhena kemudian.


Gagah yang tak ingin memperkeruh hubungan Dhena dan suaminya berinisiatif mengantar Dhena kembali pulang. Laki-laki itu memang bukan tipe pria yang pandai dan mau memanfaatkan keadaan. Yang mungkin biasa dilakukan oleh lelaki bermental hidung belang seperti kebanyakan kaum adam di luaran sana.


Pria itu berharap keadaan keluarga kecil Dhena bisa kembali utuh seperti dulu lagi. Ia yakin jika masalah rumah tangga bisa didiskusikan secara baik-baik dengan kepala dingin dan dari hati ke hati pasti akan kembali menemukan jawaban dan solusi terbaik.


***


"Mama ... Mama dari mana saja sih, tadi Fathan sudah nyari Mama ke mana-mana, lho. Tapi Mama tetap gak ada terus." Ketika Dhena membuka pintu dan memasuki rumah ia disambut dengan pertanyaan khas anak kecil yang sukses membuat hati wanita itu terenyuh.


Dilihatnya anak laki-laki nya itu sudah mandi dan berganti pakaian dengan taburan bedak tabur di bagian pipi kiri dan pipi kanannya yang belepotan tak beraturan. Tapi, justru menambah semakin terlihat menggemaskan untuk bocah berumur tiga tahun itu.


"Jadi tadi aku mandi sama pakai bajunya sama Ayah, lho , Ma," sambung Fathan yang sudah terlihat semringah setelah kini mamanya sudah berada di depan mata.


Kemudian Dhena berjongkok di hadapan sang buah hati seraya mendekapnya penuh kasih sambil berkata parau, "Ma'afin Mama, ya, Sayang," bisik Dhena tepat di sebelah telinga kanan pangeran kecilnya.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2