Ujian Kesetiaan

Ujian Kesetiaan
Semakin Menggila


__ADS_3

Al spontan memanggil nama istrinya yang sedang terbengong di pintu. Al sangat takut istrinya semakin salah paham, kalau saja istrinya datang saat menjelaskan itu lebih baik. Takutnya hanya menyimak sebagian.


"Mas Al, maaf ya mengganggu. Aku haus mau minum,"


"Tunggu, Sayang,"


"Mas Al nggak perlu panggil sayang, sementara telpon masih menyala. Sekali lagi maaf ya, tak sengaja menguping. Yang gila ternyata bukan aku, tapi kamu Mas. Jam berapa ini masih sibuk dengan telpon," tanpa pikir panjang Al memeluk istrinya dan menangis.


"Aini, aku harusnya kamu mendengar saat aku menjelaskan tadi. Mas sangat berharap kamu datang sejak tadi,"


"Aku memang datang sejak tadi, Mas. Tapi bisa saja itu settingan kan? Kalau kepercayaan sudah salah digunakan akan sangat sulit untuk percaya. Aku rasa Mas Al sangat paham siapa wanitamu ini, udah ya sayang. Mas Al yang tampan, aku haus," ucap Aini mengelus kerongkongan sendiri.


"Sayang, gerakannya jangan menggoda begitu,"


"Ah ... iya, Sayang. Jadi kamu tergoda dengan wanitamu ini. Bahagianya aku, kalau mau servis malam ini boleh. Jangan lupa langsung transfer ya, setelah ini aku siap melayani Mas Al ku. Bahagianya, siapa si yang nggak mau, tinggal lenggak lenggok dapat uang. Tak perlu kesusahan," ucap Aini manja lalu menuju dapur untuk minum.


"Arrrgggg, Aini. Aku sangat tidak tahan, kali ini aku nggak paham siapa kamu,"


"Masa nggak paham, beginilah jika kamu punya wanita simpanan. Hanya mengharapkan uangmu, mungkin kamu perlu disadarkan. Berani-beraninya berbuat itu sama aku!"


"Maaf, yang tadi itu istrimu. Sekarang aku nggak akan marah. Sudah transfer, Sayang? Jika belum aku kembali ke kamar tamu,"


"Aini, apa perlu aku rukyah biar menjadi normal,"


"Hei, Sayang. Aku nggak perlu di rukyah. Aku sudah belajar bagaimana jadi seorang wanita simpanan. Bukankah aku sangat cerdas, hanya belajar berapa jam sudah mahir. Jadi nikmatilah kegilaanku selagi aku gila," Al bersimpuh di kaki Aini menangis dengan memegangi kaki Aini. "Aku nggak sanggup melihatmu terluka begini, Sayang. Aku minta maaf, sungguh. Dengan cara apa supaya kamu bisa kembali," Al bangkit dan memeluk Aini dengan erat.


"Tolong, Sayang. Aku sangat hancur melihatmu begini. Aku merasa menjadi laki-laki yang sangat brengsek telah membuat kamu terluka. Aku sangat takut kehilanganmu, aku melukaimu," Al membawa Aini untuk duduk. Aini tak menjawab apapun.


"Sayang, tolong sudahi semuanya. Aku tau aku yang salah, sudah bertindak gegabah. Serakah, mengikuti hawa nafsuku,"


Ya Allah maafkan hamba-Mu ini, lalai bersyukur. Sudah dianugerahi istri yang sempurna masih menatap yang diluar.

__ADS_1


Dalam ajaran Islam, perintah menjaga pandangan yang dimaksud adalah menundukkan pandangan (ghadhdhul bashar), sebagaimana yang terkandung dalam Q.S. al-Nur, ayat 30 yang artinya:


Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara ***********; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat (30)"


"Sayang, Mas mohon. Katakan kepada suamimu ini, bagaimana caraku menebus kesalahanku,"


"Sudahlah, Mas. Aku juga sudah lelah pengin tidur,"


"Aku nggak bisa terpejam, Aini. Bayangan kemarahammu terus, menghantuiku. Aku tak bisa tidur, Sayang. Aku yang nggak tau bagaimana bersyukur, maafkan aku,"


"Mas, aku nggak peduli. Sejak dulu sudah aku katakan kalau dibelakang kamu berbuat macam-macam itu tanggungjawab mu. Tapi ini kamu terang-terangan di depanku. Dan calonmu bukan wanita baik-baik, wanita macam itu akan kamu jadikan istri! Aku tak merasa tersaingi, kalaupun kamu mencampakkan aku tidak masalah, hatiku palingan hanya sakit, tak akan membuatku mati,"


"Sayang, kamu sudah memaafkan ku?"


"Tentu saja, tapi aku mau sendiri dulu. Seperti yang kukatakan tadi, aku saat ini jadi wanitamu. Biar kamu merasakan bagaimana punya wanita simpanan. Baiklah, Mas. Aku ke kamar depan dulu, ngantuk banget. Takutnya subuh kesiangan, mau ikut?"


"Boleh, Sayang?"


"Aku, tak peduli. Iya kamu wanitaku, baiklah aku ikuti kemauan kamu. Ayuk kita ke kamar depan!" ucap Al dengan semangat. Yang terpenting dia bisa tidur dengan memeluk istrinya. Kegilaan istrinya dipikir besok. Bisa jadi setelah bangun tidur istriku kembali jadi Aini yang biasanya. Karena ini hanya sebuah mimpi.


"Jangan senyum-senyum sendiri, Mas,"


"Ai, pernah nggak kamu terpikirkan sebelumnya. Kalau kehidupan kita akan begini?"


"Jelas nggak, Mas. Aku berfikir selama aku terus setia, memperbaiki diri menjadi lebih baik maka aku akan dikasih pasangan yang setia. Pertengkaran kita hanya sekedar tentang selera makan yang beda, atau perdebatan tentang tujuan jalan-jalan yang berbeda. Tapi nyatanya aku harus menghadapi suamiku yang matanya jelalatan melihat wanita lain. Padahal aku bisa berpenampilan seperti mereka, tapi khusus buat kamu, nggak bisa dipamerkan pada teman-teman kamu,"


"Sayang, aku bangga dengan penampilan kamu. Kamu selalu memberikan yang terbaik buat suamimu. Diluar selalu menutup dari pandangan laki-laki lain,"


"Aku menutup, tapi kamu jelalatan!"


"Sayang, kamu jangan mulai. Wanita simpanan tak bicara ketus bukan?"

__ADS_1


"Paham banget ya, Mas?"


"Salah lagi deh, bukannya kamu sudah aku transfer barusan jadi nggak boleh marah-marah," ucap Al sambil mengacak rambut istrinya.


"Ish ... berantakan lagi, Mas. Masa harus ke salon lagi besok, malas tau. Pilihlah teman bergaul, Mas. Aku nggak suka,"


"Iya, Sayang. Aku akan turuti kemauanmu,"


"Mau dapat servis lebih nggak ini, Mas? Kalau mau transfer lagi ya?" ucap Aini sambil mengelus dada bidang suaminya.


"Kamu nakal banget si, mancing-mancing begini,"


"Mas, aku harus punya trik menyenangkan pasangan. Lumayan ditransfer lagi nanti 20juta. Eh ... tarifku 1 juta ya. Salah ngomong tadi,"


"AAini, kamu nggak ada bakat gituan. Jadi istriku saja Ya, nanti Mas nggak akan berpaling deh,"


"Hei ... kata siapa nggak berpaling. Ini kamu lagi berpaling,"


"Tidur saja yuk, bingung ngomong sama kamu. Besok kembali normal ya?"


"Mas, Aku masih pengin begini gimana? 3 hari saja cukup. Lumayan kan? Transferan mengalir," Aini cengengesan.


"Lumayan gimana, uang yang buat transfer saja itu yang kamu,"


"Mas, aku ngantuk banget. Aku tidur ya?"


"Sayang, tidurlah. Besok aku mau Ikan gurame bakar kamu masakkan ya?"


"Ish ... lupa ya, Mas. Aku itu lagi menjalani sebagai wanitamu. Mana bisa masak, kerjaanku hanya dandan. Menjaga penampilan itu penting,"


"Astaghfirullah, kapan normalnya. Sudah ayo tidur, lama-lama aku ikut menggila kan?"

__ADS_1


"Sesama gila tinggal saling menghargai, begitu kan bisa" Aini terus ngomong ternyata sudah ditinggal tidur suaminya. Besok aku harus bagaimana ya?


__ADS_2