
Al Ghazali menemui Pak Burhan untuk menanyakan riwayat kesehatan Indri, dia menjelaskan perbuatan Indri yang membahayakan usahanya yang sangat fatal, sulit bagi Al untuk mentolerir kelakuan Indri yang tidak hanya sekali. Menurut Al sangat tidak masuk akal, hati nuraninya entah kemana sehingga tega melakukan perbuatan ekstrim jika tidak ketahuan mengakibatkan banyak orang dirugikan. Bukan hanya usaha Al yang rugi namun juga para pedagang ecer juga kehilangan supplier, dan membuat kecewa pelanggan. Al berniat hendak cepat menyelesaikan perbuatan Indri dengan memancing agar mau mengakui kesalahan, namun faktanya dugaan Izal dan dirinya tidak salah, Indri pernah mengalami gangguan mental. Indri pernah dibawa ke psikolog dan menjalani terapi rutin. Pak Burhan cerita dulu Indri mengalami Gangguan Kontrol Impuls dan Kecanduan (Impulse Control and Addition Disorder atau ICAD). Orang dengan gangguan ICAD tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain. Beberapa contoh dari gangguan ini antara lain Pyromania (menyulut api hingga menyebabkan kebakaran) dan Kleptomania (mencuri). Penderita ini juga biasanya kecanduan terhadap alkohol dan obat-obatan, atau kecanduan pada aktivitas tertentu seperti **** atau berbelanja. Dulu Indri sering melakukan pencurian, mencuri hal-hal yang diluar nalar, misalnya baju yang sedang di jemur, saat belanja, mencuri jajanan, dll sangat meresahkan warga. Sudah dinyatakan sembuh sejak 2 tahun yang lalu.
Pak Burhan merasa sangat tidak enak dengan Pak Al karena dia sendiri yang mengajukan Indri menjadi karyawannya. Pak Burhan mengajak Al Ghazali untuk menemui suaminya. Sesampainya dirumah ternyata suaminya belum pulang, kata Ibunya Indri biasanya sebentar lagi akan pulang. Ditunggu 15 menit akhirnya Firman pulang.
"Bos, disini! Sudah lama Bos, Pak Burhan?" Firman kaget karena baru saja ketemu di Bandara.
"Bang Firman, baru pulang? Kami belum lama, baru berapa menit ya Pak," menepuk pundak Pak RT.
"Iya Bos, tadi mampir kerumah orang tua dulu, mohon maaf jadi lama nunggunya. Pak Burhan apa kabarnya?" ucap Firman sedikit penasaran kenapa Bos istrinya datang bersama Pak RT.
"Alhamdulillah kabar baik Bang, rupanya kalian sudah kenal. Baguslah kalau begitu,"
"Maksud Pak Burhan?"
"Bang, tenang tidak sesuai dugaan, kami kesini mohon maaf jika nanti akan menyinggung Bang Firman. Niat dari lubuk hati tidak ada sedikitpun niat buruk. Kami punya niat baik, dengan kedatangan kami. Mungkin Pak Al yang menjelaskan karena ini ada kaitannya dengan beliau,"
__ADS_1
"Pak Burhan, jadi bikin dag dig dug ini, main teka teki dulu," Firman tertawa.
"Jadi begini Bang, sebelum saya mau ngomong terlebih dahulu Abang coba tonton vidio ini, hari dan tanggal jelas tertera, dan ini asli bukan editan. Saya berharap bapak jangan mencoba menyangkal dulu nantinya, biarkan saya jelaskan duduk permasalahannya dan apa tujuan saya kesini," Firman mengangguk dengan permintaan Al. Dilihatnya Vidio dengan masing-masing berdurasi 10 menit. Dia mengusap kasar wajahnya, ada kecemasan yang menyelimuti wajahnya. Meski kelakuan Firman pernah tidak benar mabuk-mabukan namun saat ini sedang berusaha tobat.
"Bang, perilaku Indri saat ini ketika dirumah seperti apa? Bisa saja saya melaporkan atas tindakan seperti ini, jelas ini merugikan banyak orang. Namun sebelum saya melakukan itu maka terlebih dahulu menemui Pak Burhan, dimana beliaulah yang membawa Kak Indri ketempat kami. Kami mencurigai kalau Kak Indri berbuat itu diluar akal kita, bisa dibilang sangat jauh dari pikiran normal. Mohon maaf jadi saya mengorek informasi tentang Kak Indri sama Pak Burhan. Jadi saya pribadi akan berpikir panjang jika melaporkan perbuatan Kak Indri, dan seperti yang Bang Firman sampaikan ke saya pagi tadi sama sekali tidak benar, saya tidak pernah dekat dengan karyawan wanita," Al menarik nafas panjang sebelum melanjutkan.
"Bang Firman, maaf kalau dirumah Kak Indri seperti apa, barangkali dugaan kami salah?" tanya Al menyelidik.
"Saya dapat laporan dari anaku Davi, belakangan ini Davi sering terlantar tidak ada makanan jika Neneknya tidak perhatian. Sementara Neneknya sering nggak dirumah, biasa orang tua nggak bisa diam dirumah maunya ke ladang, ini yang saya khawatikan gangguan mental yang sudah 2 tahun lalu ternyata kambuh lagi. Sudah 5 bulan ini dia berteman dengan kawan sosialita sementara tahu sendiri bagaimana gaya wanita sosialita, ekonomi kami pas-pasan tidak akan sanggup mengikuti gaya mereka, sudah berulang kali saya nasihati namun dia membangkang akhirnya menyalakan saya karena penghasilan kembang kempis apalagi ditambah gaya hidup dia jelas kurang terus," menceritakan dengan wajah malu sebenarnya.
"Pak Burhan, sejak Indri mengalami gangguan psikologis dulu saya berusaha tobat dari minum-minuman keras, mencoba memperbaiki diri. Saya merasa itu teguran dari Allah, dan saat ini saya ngojek Pak, tadi pas ngojek ngantar orang ke Bandara ketemu sama Pak Al dan keluarganya," ucap Firman.
"Bagaimana kalau Bang Firman bekerja di tempat Pak Al? Bapak yakin Pak Al tidak keberatan, apalagi saya tau Bang Firman nantinya punya skill bagus dalam bidang marketing," ucap Pak Burhan serius.
"Kalau Bang Firman mau silahkan, tapi saya tidak memaksa mengingat gaji kecil, ketika Bang Firman mampu memasarkan lebih maka dapatnya juga lebih,"
__ADS_1
"Serius boleh Pak Al? Saya mau sekali," ucap Firman berbinar.
"Tapi sebelum mulai bekerja baiknya Bang Firman fokus pengobatan Istri terlebih dahulu, mengingat perbuatannya bisa membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain," pinta Al. Jika dibiarkan tidak mendapat perawatan maka bisa dipastikan semakin parah.
"Iya Bos, besok rencana mau tak bawa. Sekalian minta ijin ya Bos, minta doanya semoga membujuknya mudah nantinya,"
"Aamiin, maaf ini cuma air putih nggak ada temannya,"
"Ini teman minumnya kesukaanku Bang, apapun yang terbuat dari singkong itu enak menurutku," obrolan mereka mengalir dengan sendirinya. Firman sangat bersyukur Bos istrinya sangat baik.
Tindak kejahatan yang dilakukan Indri memang merugikan, tapi jika Al memecatnya, menegurnya, semua akan sia-sia mengingat pemicunya adalah gangguan mental. Justru akan semakin menjadi yang dirugikan nantinya lebih banyak. Al berharap cara yang dilakukan saat ini bisa menambah rekening kebaikannya yang akan memberatkan timbangan amal baiknya nanti di akhirat.
Dalam al-Qur`an, disebutkan, “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya” (QS. Az-Zalzalah : 7-8).
"Bang, sudah mau Asar kami permisi dulu, Kak Indri mulai besok cuti saja, menunggu sudah lebih baik baru berangkat lagi. Kami permisi dulu, assalamualaikum,"
__ADS_1
"Baik Bos, siap. Wa'alaikumussallam," terlihat kelelahan di wajah Firman.