
Kehidupan terus berjalan, lika liku kehidupan seakan terus berputar bagai roda, dimana kita pernah berada diposisi bawah dan atas secara bergantian. Begitu juga dengan kehidupan yang dijalani Al beserta keluarga kecilnya. Al saat ini sedang menggeliat berjuang untuk berada diatas dalam segala hal, kebahagiaan keluarga itu tujuan utamanya. Al sangat ingin anak istrinya berkecukupan dengan segala hal termasuk pendidikan anak butuh sekali modal besar, kedua orang tuanya bisa menikmati hari tua nantinya tanpa pusing memikirkan ekonomi, tinggal menikmati hari tua fokus beribadah.
Satu hal yang paling Al syukuri adalah ketika istrinya setia mendampingi disaat dirinya dalam keadaan terpuruk, dimana dia masih menjalani terapi sampai sekarang sudah genap 3 tahun Al mengalami masa-masa sulit dimana kepercayaan dirinya hampir lenyap. Dukungan istri dan keluarga inti yang begitu besar selalu menjadi penyemangat dalam diri Al.
Lamunan Al membawa dirinya 2,5 tahun yang lalu dimana dia membuka hp istrinya untuk pinjam menghubungi mama Aini, secara tidak melihat pesan singkat dari teman laki-laki yang sedang merayu istrinya. Disana sangat jelas istrinya dirayu dengan macam rayuan, teman laki-laki tersebut menjanjikan kehidupan yang mewah jika dia mau lepas dari Al yang sakit-sakitan dan tidak punya penghasilan. Alasannya takut Aini sengsara. Al melihat tidak ada tanggapan sedikitpun dari Aini. Hal ini cukup membuktikan kesetiaan seorang istri. Laki-laki itu bukanlah Abid, Al menyadari Aini sosok yang anggun, cantik, meskipun bar-bar namun tutur kata baik, jelas banyak laki-laki yang rela mengantri jika Al menyia-nyiakan istrinya. Al sempat merasa tidak percaya diri melihat percakapan di hp Aini, namun sikap Aini yang selalu menebar aura positif menjadikan dirinya terus bertahan dan semangat.
Aini wanita langka yang mampu bertahan disaat himpitan ekonomi menjerat, Aini sosok wanita tegar tidak mungkin Al menyia-nyiakan istrinya.
"Mas, lagi mikirin apa?
"Eh sayang, nggak apa. Mending beli motor apa mobil bak terbuka buat akomodasi pemasaran kita ya Ai? begitulah Al selalu diskusi untuk melakukan hal apapun.
"Kalau Ai rasa mending mobil pickup mas, biar nggak kerepotan nantinya dalam mengangkut bahan baku maupun hasil produksi"
"Tapi kalau belum beli motor kasihan kamu, sering jalan kaki ke sekolah"
"Nggak apa mas, itung-itung olah raga"
"Ah rasanya mas makin cinta sama kamu Ai"
Percakapan mereka terhenti ketika ada panggilan masuk di handphone Al dengan profil wanita cantik. No yg belum ada nama, Al bingung namun tetap diangkatnya.
"Selamat sore bang"
"Sore"
"Bang saya pelanggan dari kedai yg biasa bang Al antar dagangan. Bang bisakah kita ketemu malam ini selepas isya, ada hal penting yang mau saya bicarakan"
"Mohon maaf, jika terkait dagangan kk bisa hubungi nomor admin kak" ucap Al datar.
__ADS_1
"Memang ini kaitannya dengan dagangan, tapi saya mau ketemu langsung sama pemiliknya. Biasanya bang Izal yang selalu kesini"
"Mohon maaf kak, kami bisa menemuinya siang. Nggak bisa jika malam hari"
Terdengar dengusan kesal dari arah seberang.
"Gimana kalau besok yang mengantar ke kedaiku bang Al langsung, ini menguntungkan usaha bang Al"
"Besok saya coba Kak, tapi tidak janji karena itu tugas Izal"
"Atau kalau boleh saya datang langsung kerumah bang Al ya. Supaya tidak mengganggu waktu bang Al"
"Boleh kalau begitu, jam berapa kesini"
"Jam 13.00 rencana saya kesitu. Sampai jumpa besok bang Al"
Terlihat Al meletakan hp kembali diatas nakes samping tempat duduk yang berupa tikar.
"Nggak tau Ai, katanya kedai langganan kita. Mau ngobrol langsung dengan mas"
"Cantik ya mas, dilihat dari profilnya"
"Masa Ai," Al mulai menggoda istrinya sambil beranjak ke belakang menemui beberapa karyawannya. Karyawan Al kini sudah berjumlah 10 orang, tak terasa usahanya sudah menginjak bulan ke 8. Perkembangan semakin terlihat, meski gaya hidup mereka tetap sederhana tidak pernah berubah.
Alia sedang bermain dengan salah satu karyawan, kerja dengan Al memang enak, tidak pernah ada tekanan yang mengikat mereka. Yang terpenting bagi Al karyawannya memiliki kejujuran dan tanggung jawab.
Bonus diberikan kepada karyawan yang dapat memasarkan lebih dari target. Target sendiri di patok untuk keseimbangan kelangsungan usaha tersebut. Namun dengan adanya bonus semua karyawan loyal tidak merasa tertekan, dan yang paling mereka merasa dihargai adalah ketika ada kesalahan tidak pernah ditegur didepan karyawan lain. Pernah ada karyawan bagian pemasaran melakukan kecurangan terhadap laporan yang diberikan Al, namun tidak lama ketahuan maka sikap Al memanggil yang bersangkutan dan tidak ada yang tahu, mengenai tindakan karyawan tersebut, sampai sekarang karyawan tersebut masih bekerja disitu dengan tanpa malu, namun sudah menunjukkan penyesalan terhadap apa yang dilakukan dulu.
Al memanggil karyawan yang berbuat curang itu di luar, dengan dalih mentraktir makan. Berbicara dari hati ke hati dan ditanyakan tujuannya apa.
__ADS_1
Al banyak mendengar cerita karyawan yang dendam dengan bosnya karena etika bos dalam menegur, pelit dll. Dalam menjalani usaha kali ini benar-benar management tertata rapi, Al banyak membaca buku tentang menjadi seorang entrepreneur, selain itu juga mengikuti seminar yang diadakan online. Tidak ada waktu yang disia-siakan.
...---------------------------------...
Keesokan harinya
Sebuah Ayla putih berhenti didepan pekarangan rumah Al, seorang wanita anggun dan **** dengan terbalut jilbab pashmina namun masih menampakan jelas lekuk tubuhnya.
Berjalan dengan anggun memakai kacamata hitam yang menambah kesan mewah sekaligus norak penampilan wanita tersebut.
Izal yang sudah tau siapa wanita itu menyambut dengan hangat, semua mata karyawan Al yang laki-laki memandang takjub penampilan wanita tersebut. Al masih sibuk di belakang, tidak mengetahui kedatangan tamu wanita tersebut.
"Kak, mari masuk. Ada yang bisa kami bantu." ucap Izal dengan antusias
"Bang Zal, kakak mau ketemu bos kamu. Kemarin sore kakak sudah buat janji"
"Bos dibelakang sedang bersama karyawan yang lagi proses pembuatan kak. Mau dipanggilkan apa mau survei langsung kebelakang, sambil melihat prosesnya" Izal seperti itu karena memang sudah ada beberapa pengecer yang ingin melihat langsung pembuatan, memastikan kebersihan dari apa yang dijual.
"Kalau boleh kakak masuk ya" ucap wanita itu berbinar.
"Mari kak Maya, masuk" Izal mempersilahkan tamunya.
Sesampainya di bedeng belakang dilihatnya ada beberapa orang namun ada yang penampilannya menonjol dibanding dengan yang lain. Maya tebak itu adalah Al, penampilan dengan pakaian santai namun tetap berwibawa. Maya menatap kagum bos industri rumah tangga itu.
"Bang Al, maaf ada kak Maya" ucap Izal
Al yang sedang sibuk merekap laporan karyawannya menoleh tanpa ekspresi.
"Itu orang apa beruang kutub, nggak ada ekspresi lain selain dingin dan datar" batin Maya tapi justru itu menjadi daya tarik sendiri. Al mendekat ke arah Maya sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu.
__ADS_1
"Aoooh cool sekali...." batin Maya girang
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...