
Aini turun dari motor terlebih dahulu, kemudian membopong anak semata wayang mereka yang dari tadi berdiri didepan lengkap dengan kaca mata, jaket serta sepatu.
"Nda tadi seru loh. Kapan-kapan main lagi ya Nda, adek syuka"
"Iya sayang, yuk buruan kita masuk. Mandi nanti sholat maghrib"
"Let's go Nda" Alia turun dari gendongan bundanya berlari menyusul ayahnya yg jalan terlebih dahulu.
"Ayah ayah.....teman baru adek baik-baik, ada sih yang nakal merebut mainan adek" ekspresi cemberut
"Heiii...anak ayah, lebih banyak yang baik kan?" dijawab dengan anggukan kepala.
"Bagus, kita hitungnya yang baik jika lebih banyak maka kita harus bersyukur", "He'em ayahku." meraih tangan Al minta gendong.
"Anak ayah manja banget si" sambil menggendong dan menciumi anaknya.
"Geli ayah.....adek mau mandi yah. Nanti kena marah bunda"
...----------------------------...
"Mas jadi besok cari 1 orang buat bantuin di produksi" sambil menunggu suaminya yang sedang mengemas jualannya.
"Jadi Ai, mas minta tolong kamu ya. Infokan ke teman-teman yang sudah lama disini. Barangkali ada orang yang bisa bantuin"
"Mas kalau perempuan nggak boleh yg muda ya, yg seusia mama atau emak"
"Iya sayang, ada yang takut rupanya kalau mas rekrut wanita muda. Lagian mana ada wanita muda yg mau kerja kayak gini Ai"
"Mas, yang namanya syaiton itu akan terus berusaha menggoda manusia, tidak salah dong kita mencegah, mengantisipasi. Bukannya Ai nggak percaya sama mas, sudah ku katakan berkali-kali kalaupun mas bermain dengan wanita lain dibelakang itu jadi urusan mas dengan Allah. Kalau urusan hatiku jelas sakit, tapi lama-lama juga akan sembuh. Tapi pertanggungjawaban sama Allah itu sampai ke akhirat kelak" menarik nafas panjang.
__ADS_1
"MasyaAllah pintarnya istriku.....iya Ai, semoga Allah selalu menjaga rumah tangga kita"
"Aamiin"
"Nantinya juga butuh buat bagian pemasaran Ai. Nanti bagian pemasaran laki-laki yang bisa naik motor dan diutamakan punya SIM"
"Setuju mas. Semoga terus berkembang dan bermanfaat membuka lapangan pekerjaan ya mas"
"Aamiin"
"Mas, yang kita lihat tadi sama mba Fatimah itu kayaknya mantan suami Bu Fatma, yg beberapa hari lalu selalu jutek dan marah-marah sama Ai tanpa sebab"
"Jangan nge gosip Ai, ingat menjaga lisan"
"Serius mas, Ai dimarahi sama Bu Fatma gara-gara Ai satu daerah dengan istri baru mantan suami Bu Fatma"
"Ai ingat jangan terlalu mengurusi kehidupan rumah tangga orang lain, nggak baik. Nanti nyetrum energi negatifnya ke kita"
"Kapan, kamu nggak cerita ke Mas?"
"Nggak perlu mas, sudah clear kok. Bu Fita sudah tidak aneh lagi. Saya paham perasaannya pasti tertekan dengan single parents, harus berjuang sendiri. Tidak ada tempat buat berbagi cerita"
"Iya Ai, kehidupan rumah tangga itu banyak ujiannya. Semua itu peran dari syaitan. Syaitan tak pernah lelah menggoda manusia. Jika perceraian sudah terjadi maka yang tertawa bahagia adalah syaitan"
Al selalu tegas dengan istrinya soal gosip, dulu sewaktu tinggal didesa biasanya saat beli sayur omongan ibu-ibu berujung ngomongin kehidupan orang lain setelah Al tau dia melarang istrinya beli sayur gabung dengan ibu-ibu, belinya menunggu mereka selesai ataupun gasik sekalian. Al juga melarang istrinya ngerumpi tak jelas, biar saja terkenal suami posesif yang penting Allah jaga dari mendengar ghibah.
"Banyak topik selain ngomongin orang lain, bisa bahas masakan, bahas ilmu prenting." nasihat Al waktu itu. Aini masih sangat mengingatnya.
"Mas sudah telpon nenek lagi?" mengalihkan topik pembahasan yang sudah tak mengenakan lagi.
__ADS_1
"Besok saja Ai, pas Alia sudah bangun. Biar makin senang Kakek Nenek dengerin suara cucu kesayangannya"
"Mas, ruang tamu sekarang sudah beralih fungsi ya mas?"
"Nggak apa lah Ai, daripada kosong. Kita mana ada tamu, tamunya nantinya orang mborong dagangan", "Tidur saja dulu Ai, besok kamu harus berangkat gasik."
"Kasihan mas Al, aku tungguin aja ya....aku pijitin ya"
"Mau mijitin apa Ai, mas lagi sibuk juga...."
"Ai nggak enak, masa cuma ngeliatin gini"
"Halah biasa aja kali Ai, ingat Ai besok minta tolong ke teman carikan orang buat kerja, sudah sana sudah 5watt kekuatan matanya Ai" terlihat Aini berkali-kali menguap.
"Iya deh mas, aku ke kamar dulu. Bentar lagi mas selesai kan?"
"Iya sayang, eh jangan dulu Ai ada yang tertinggal" sambil memajukan mukanya ke arah Aini.
"Apa sih mas, mukanya bersih kok. Lihat tuh, nggak ada apa-apa" Aini bingung
"Halah kebiasaan kamu Ai, peka sedikit ngapa. Cium dulu istriku"
"Haha..... makhluk tak peka itu kamu mas"
"Iya mas, tapi itu dulu sekarang kamu menggantikan posisi mas"
Cup.....cup.....cup....diciumnya pipi kanan, kiri berakhir di bibir. "Ai tidur dulu mas, ngantuk berat....malam mas sayang" sambil berlalu dari hadapan Al
Al Ghazali melanjutkan mengemas sendirian, buatnya ditambah dan masih sendiri jadi berakhir dengan lembur.
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...