
Flashback On yang membuat emak sakit
"Pak, emak dengar Mira mau nekad menyusul keluarga Al. Emak cemas"
"Nggak perlu khawatir, anak kita bukan anak kemarin sore, pemikiran matang. Dan yang terpenting doa kita sebagai orang tua terus kita lantunkan kepada sang pemilik hati, kita doakan keutuhan rumah tangga anak kita, kebahagiaan anak-anak kita"
"Iya Pak, emak paham. Tapi..."
"Memang ketemu Mira kapan?"
"Kemarin ketemu di pasar, katanya hari ini mau kesini"
"Bagus kalau mau kesini, biar bapak mau ngomong sama Mira"
"Assalamualaikum Mak, pak"
"Baru saja dibicarakan itu dia datang pak. Bapak jangan kemana-mana tungguin emak menemui Mira" dijawab dengan anggukan.
"Assalamualaikum Mak, Pak"
"Wa'alaikumussallam, eh nak Mira mari masuk" emak membuka pintu.
"Silahkan duduk nak" Mira mengangguk sambil meletakan barang bawaan buah tangan untuk bapak dan emak Al.
"Tidak usah repot-repot nak, silaturahmi tinggal datang nggak usah bawa apa-apa"
"Enggak Mak, itu Mira buat kue sendiri nggak repot kok"
"Apa kabar ayah ibu nak?"
__ADS_1
"Kabar baik pak, bapak sama emak gimana?"
"Alhamdulillah kabar kami baik, emak ketemu kamu di pasar kemarin"
"Pak, Mak maksud kedatangan Mira kesini mau menanyakan alamat mas Al. Mira mau menyusul kesana" Bapak Mira menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Mira.
"Mir, tujuanmu menyusul Al untuk apa?"
"Emmmm, mau memastikan apakah dia mencintai Mira apa tidak"
"Mir, begini....bapak sangat yakin dengan nak Mira, nak Mira anak yang baik, pengalaman luas tentunya akan berpengaruh terhadap pola pikir Mira semakin dewasa, semakin bijaksana"
"Pak, dulu mas Al sempat menerimanya kesepakatan untuk menikahi Mira, sebelum ketemu Aini"
"Sebentar Mir, jangan dipotong dulu kalimat bapak. Tidak baik nak, biarkan bapak selesaikan ngomongnya", "Baik Mak" Mira menunduk malu.
"Mir, ayah kamu itu salah paham dengan kalimat bapak, ya karena seperti tadi bapak belum selesai ngomong ayah kamu sudah memotong pembicaraan bapak. Sejak awal Al memang tidak pernah mau pacaran dan tidak mau pulan dijodohkan, kesalahan ada sama bapak sama emak yang selalu berusaha menjodohkan Al. Meskipun pada kenyataannya Al selalu menolak"
Mira masih menunduk, dia ingat betul kalau ayahnya mengatakan bahwa Al mau menikahi Mira setelah habis kontrak. Tapi setelah kontrak 2 tahun Mira tidak jadi pulang, dia menambah kontrak lagi sampai 2 kali, yg jadinya 6 tahun berada di Singapore. Memang ketika dipikir bukan kesalahan dari keluarga Al, namun kesalahan ada pada dirinya sendiri yang terlalu bangga dikira Al setia menunggu karena dia banyak uang. Padahal Al dari awal sama sekali tidak pernah menyetujui perjodohan itu.
"Mak, Mira rela jadi istri kedua mas Al"
"Astaghfirullah Mir, istighfar jangan sampai hatimu buta, emak sangat yakin kamu bakalan dapat jodoh yang baik. Al tidak sebaik yang kamu kira, kamu tahunya Al sempurna karena kamu belum hidup satu rumah dengannya. Al bukan laki-laki seperti itu, emak sangat tahu Al adalah laki-laki yang punya prinsip. Usaha Al juga baru dirintis mana mungkin menikah lagi, sementara istrinya terus mendampingi dan membersamai saat Al susah, suami mana yang tega ketika usahanya mulai bangkit tiba-tiba menikah lagi. Emak tidak setuju, emak ini seorang wanita rendahkan egomu Mir"
"Uang Mira punya Mak, tidak perlu mas Al repot-repot menafkahi Mira nantinya. Mira bisa kasih modal buat mas Al"
"Astaghfirullah Mir, kamu cantik Mira. Jangan sampai niat kamu adalah merusak kebahagiaan rumah tangga orang lain. Kamu tidak akan bahagia jika memaksa, tapi kalau kamu masih nekad silahkan. Kami sebagai orang tua akan maju lebih dulu menghalangi niat kamu. Jangan mentang-mentang punya uang kamu seenaknya" bapak Al tegas membuat nyali Mira menciut. Mira melakukan itu bukan tanpa alasan, pergaulan Mira yg terlalu bebas menyababkan dia sudah tidak ori lagi, dia merasa tidak mungkin ada laki-laki yg mau menikahinya.
Bapak Mira menyusul kerumah orang tua Al Ghazali dengan marah-marah meminta Al menikahi Mira.
__ADS_1
"Pak, bukankah pernyataan saya dulu sudah jelas, kalau Al tidak mau dijodohkan. Perjodohan itu tidak akan terlaksana jika salah satu anak kita tidak menyetujui"
"Nggak bisa gitu, dulu nunggu Mira pulang. Ini Mira sudah pulang"
"Pak apa perlu masalah ini sampai ke pengadilan, memalukan bukan?" bapak Al dengan sangat tegas.
"Segera nikahi Mira, atau nanti aku yang turun tangan bicara sama istrinya Al. Jadikan Mira istri kedua." ucap ayah Mira dengan mata memerah.
"Sebenarnya apa alasanmu Mir, sehingga kamu ngotot." kali ini bapak Al mulai melunak
"Hikss......sudah yah, pak. Mira tau diri....Mira hanya takut tidak ada yang mau menikahi Mira, karena pergaulan Mira tidak terkontrol disana."
"Apa! kenapa kamu baru bilang Mir, kamu bilang ke Ayah kalau Al sering telpon untuk menikahi kamu", "Maaf Yah,....Mira yang salah"
"Mir, setiap orang sudah tertulis masing-masing jodohnya jauh sebelum kita dilahirkan di lauh Mahfud. Jadi tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Jodoh, mati, rejeki masing-masing orang sudah tertulis. Tugas kita hanya berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, agar jodoh kita juga baik. Jodoh itu ibarat cermin, jika kita baik maka jodoh kita pun orang baik."
"Maafkan saya pak, anak saya yang kurang ajar menipu saya. Tiap orang tua pasti tidak akan tenang jika anaknya sudah diberi janji manis sama seseorang ternyata tidak sesuai kenyataan. Tapi nyatanya anakku sendiri yang mengarang cerita. Sekali lagi maafkan kesalahan saya" ayah Mira merasa sangat malu.
"Ayo Mir, kita pulang bikin malu ayah saja" menarik tangan anaknya untuk pulang.
"Sekali lagi maafkan saya dan anak saya pak. Kami permisi", "Silahkan"
Sepeninggal Mira dan ayahnya emak terus bersedih, takut Mira akan berbuat nekad. Menyababkan tidak enak makan, tidurpun tak nyenyak. Berbeda dengan bapaknya Al yang berfikir dengan akal sehat, mengatakan kalau anaknya adalah anak yg penuh tanggung jawab jadi sangat tidak mungkin akan menanggapi kekonyolan Mira. Mira menyajikan sebuah drama fiksi hasil karya sendiri. Tapi untuk ending ceritanya kacau tidak sesuai skenario yang dia buat. Miris memang jika hati sudah diliputi ambisi. Segala akal buruk menghiasi, tak ada belas kasih meskipun dengan teman sendiri.
Emak mengalami penurunan kesehatan, membuat bapak menelpon anaknya. Dan ternyata yang menerima cucunya.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
Terimakasih untuk para pembaca
__ADS_1
Ditunggu saran dan kritiknya ❤️