
"Salam kenal bang Al, saya Maya" sambil menjulurkan tangan bermaksud untuk salaman. Buru-buru Al menelungkupkan kedua tangan didepan dada sebagai bentuk penghormatan sebagai pengganti salam. Al selama ini tidak pernah berjabat tangan dengan yang bukan mahram.
"Salam kenal buk Maya, saya Al"
"Silahkan duduk, seadanya tempatnya sempit dan pengap buk"
"Tidak apa bang Al, bagaimana perkembangan usahanya?"
"Alhamdulillah buk, berkat doa dari orang-orang terkasih, sahabat dan saudara tentunya. Alhamdulilah berjalan lancar"
"Jadi begini bang, saya memasarkan dagangan bang Al sudah cukup lama, tapi rasanya sangat kurang jika saya tidak mengenal lebih owner dari produksi ini. Saya terus terang penasaran owner dibalik produksi industri rumahan ini. Bolehkan jika saya mengenal lebih dekat"
"Buk Maya ini suka bercanda. Tentu boleh mengenal, tanya-tanya tentang dagangan itu wajar"
"Bukan itu maksud saya bang, saya pengin kenal dekat dengan pribadi bang Al"
"Boleh Buk Maya, nanti sekalian kenalan dengan istri serta anak saya, sebentar lagi mereka pulang"
"Bukan itu maksud saya Bang" dengan rengekan manja membuat para karyawan yang mendengarpun rasanya risih.
"Buk Maya, jika yang ibu bicarakan soal dagangan saya siap membantu. Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap pelanggan seperti Bu Maya"
"Hmmm, baiklah bang mulai besok bolehkan jika yang mengantar langsung ke kedai saya owner-nya langsung?"
"Kalau kaya gitu enak di Izal dong buk Maya, dia yang dibayar buat jalan area sana. Ya zal, enak dikamu dong"
"Iya pak Al, cocok dengan kemauan saya pak Al" mereka ketawa cengengesan.
"Mohon maaf buk Maya, tugas dan tanggungjawab sudah ada masing-masing. Bagitulah cara kerja kami, supaya pelanggan juga puas dengan pelayanan kami. Namanya juga Industri kecil buk, harus di management dengan baik, biar nggak keteter"
"Ternyata berhadapan dengan bang Al susah ya, nggak bisa dirayu. Jujur bang, saya tertarik dengan cara kerja bang Al dalam mengelola usaha ini, saya kagum dan membuat saya tertarik sama kepribadian bang Al"
"Buk Maya hanya melihat casingnya buk, kalau mau tau segala kekurangan saya bisa ditanyakan kepada istriku. Dia lebih paham segala bentuk borok saya. Buk Maya dan lainnya hanya melihat baik-baiknya saya. Rumput tetangga kadang terlihat jauh lebih hijau, rumah tangga orang lain terlihat jauh lebih harmonis daripada rumah tangga sendiri, padahal pada dasarnya sama pelik rumah tangga hampir sama"
"Saya yakin bang Al berbeda dengan laki-laki lain."
"Buk Maya mohon maaf, malu terdengar karyawan saya. Buk Maya sosok wanita yang berwawasan luas, saya yakin buk Maya tau bagaimana cara menghargai diri sendiri"
__ADS_1
"Ayah.....lihat gambar adek bagus ya" Al mendongak kearah pintu melihat senyum merekah dari anaknya.
"MasyaAllah bagus, siapa si yg ngajarin. Coba sini ayah mau lihat"
Melihat sikap Al yang demikian terhadap anaknya, membuat buk Maya semakin kagum.
"Diajarin bunda dong, tadi bunda barusan pulang. Bun, sini.....ayah lagi ada tamu" teriak Alia.
"Ya sayang" Aini pun keluar sudah berganti pakaian dengan gamis dipadu dengan jilbab lebarnya membuat Buk Maya yang melihat kagum terhadap istri dari laki-laki yang dia kagumi.
"Assalamualaikum buk, saya Aini istri mas Al"
"Wa'alaikumussallam saya Maya, salam kenal juga buk" mereka berjabat tangan dengan hangat.
"Ternyata ini ya istri dari seorang bang Al, pantes nggak bisa dirayu, terus terang Bu Aini. Saya kagum dengan sepak terjang bang Al, pendatang baru yang fenomenal langsung terkenal" Aini terperanjat kaget dengan pembicaraan buk Maya yang tidak menjaga, membeberkan rahasia dirinya mengagumi suami orang.
"Buk Maya bisa saja, kalau kagum dengan sepak terjang itu artinya kagum terhadap usaha dalam management. Bukan kagum pada kepribadian, dua hal itu berbeda buk Maya" ucap Aini.
"Saya rasa sah-sah saja jika kita kagum dalam pengelolaan usaha seseorang, tapi kalau kagum dengan pribadi itu lain lagi buk. Segala sesuatu tentu ada nilai plus dan minusnya, dan itu dalam satu paket. Seperti halnya saya, suami saya, rekan-rekan kerja saya ini juga punya sisi kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bukankah begitu Mak Dang" lanjut Aini
"Haha....ngomong dengan istri bang Al saya nggak mungkin menang ini mah pantas bang Al kepribadian bagus dibelakang bang Al ada sosok wanita yang anggun dan kepribadian luar biasa, saya nyerah dah.....pulang bawa malu ini"
"Malu pakai bilang kak Maya" ucap Izal.
Maya orangnya memang seperti itu, omongannya tanpa ada saringan. Sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam kagum betulan dengan sosok Al, berniat ingin menjadikan Al suaminya, namun melihat sikap baik Al maupun Aini maka Maya sadar sikap dan akhlaknya jauh dibawah mereka. Bener yang dikatakan orang tuanya, jika ingin dapat pendamping hidup yang baik maka teruslah perbaiki diri dihadapan Allah, bukan perbaiki diri dandannya. Ketika yang diperbaiki dandanan maka yang tertarik hanya laki-laki hidung belang, itu nasihat dari Abah Maya.
Maya sudah sempat berumah tangga namun kandas karena suaminya kepincut wanita lain.
"Nak, kamu sudah pernah hancur rumah tangganya. Ingat nak, jangan sampai nantinya kamu kepincut laki-laki yang sudah beristri. Itu artinya kamu merusak, Abah nggak mau punya anak seperti itu" nasihat Abah Maya.
Maya tersentak menyadari sikapnya tadi, bang Al adalah laki-laki yang beristri. Berkali-kali istighfar sampai Aini menatap heran.
"Buk Maya, mari diminum tehnya"
"Eh iya iya...... terimakasih buk Aini"
"Kedainya rame terus ya buk, sampai-sampai kalau saya lihat kiriman ke kedai buk Maya terus meningkat"
__ADS_1
"Buk Aini juga ikut andil ya, kok tau detail?"
"Sesekali saya baca buk, biar tau perkembangan usaha suami. Ya itung-itung sebagai teman diskusi jika ada yang kurang pas"
"Pasangan romantis ini kayaknya"
"Romantis itu diciptakan sendiri buk, bagaimanapun yang namanya rumah tangga ada saja ujiannya. Kalau kita ikuti hawa nafsu pastinya akan terus bersitegang"
"Bener juga ya buk, tapi kalau kasusku mungkin berbeda. Suamiku selingkuh"
"Hihi....buk Maya, disaring dulu omongannya. Buk Maya baru kenal saya, nggak usah diceritain terlalu dalam"
"Entah kenapa, saya nyaman dengan buk Aini. Jadi keceplosan cerita"
"Semoga nantinya dapat jodoh yang baik, dan mampu saling mengerti, saling mengalah, saling memahami, saling mengayomi, saling menasihati ya buk Maya"
"Aamiin"
"Terimakasih ya buk Maya, sudah jadi pelangg*an tetep kami. Semoga rejeki makin lancar, keluarga sehat dan bahagia selalu" ucap Aini tulus.
"Satu lagi, dapat suami yang soleh"
"Aamiin"
"Leh, Soleh kamu dipanggil sama Bu Aini" seloroh Izal
semua tertawa, menyadari karyawannya ada yang bernama soleh.
"Zal besok jangan lupa kedai kakak dikasih 50 batang ya", "Siap kak" jawab Izal.
"Mohon maaf sudah bikin rusuh disini, saya pamit undur diri. Penasaran saya sudah terobati, jangan diambil hati Bu Aini, tenang suami ibuk tahan godaan orangnya" sambil berjalan beriringan menuju mobil terparkir. Al tidak ikut mengantarkan, sudah cukup istrinya yang mengantar.
Sebuah hubungan rumah tangga ya begitu deh, ada nikmatnya ada ujiannya, ada sukanya ada dukanya, ada tawa candanya ada juga berantemnya, ya begitulah yang namanya pernikahan 😁
So harus siap segalanya, jangan cuman mau enaknya aja, harus paham ilmunya biar gak salah langkah dan paham bahwa esensi pernikahan adalah ibadah.
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
__ADS_1